Untitled Document

 
Script InterMedia
 
HomeProfil Produk & Layanan | Tim Kerja | Portfolio | Kontak | Galeri Foto | Proposal RQC | Demo RQC
Untitled Document
Profil Yuhardin
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia

M: +62853 4292 1117
Pin BB: 3156C99B

Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Ssi
 
 

    News
Google
 


Kamis, 19-05-2011 
Quick Count: PAS Menangkan Pilkada Kota Pekanbaru Riau
 
PEKANBARU, TRIBUN - Dua kubu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Pekanbaru menyikapi berbeda hasil sementara penghitungan cepat (quick count) Pemilukada yang dilakukan tim sukses masing-masing, Rabu (18/5).
 
Kedua pasangan itu memperebutkan suara 536.113 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan memberikan hak suaranya di 1.250 TPS yang tersebar di 58 kelurahan dan 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru.

Kubu pasangan nomor urut 1 Firdaus-Ayat dengan penuh suka cita menyambut hasil quick count yang menunjuk kemenangan sementara dengan persentase 60% berbanding 40% suara yang diraih kubu pasangan nomor urut 2 Septina Primawati-Erizal Muluk. (lihat tabel)

Di sisi lain, kubu Septina-Erizal yang juga melakukan quick count dengan sistem acak untuk sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) menuding banyak kecurangan dalam Pemilukada meski hasil quick count tidak memihak mereka. Pasangan yang dikenal dengan Berseri ini menuntut dilakukan Pemilukada Ulang.

Klaim kemenangan sementara kubu Firdaus-Ayat yang dikenal dengan pasangan PAS ini disambut penuh syukur oleh Firdaus dikediamannya, Jalan Semeru No 1 Pekanbaru, Rabu (18/5).

"Mencermati trend perolehan suara yang rangkum tim koalisi PAS dari hampir semua TPS di kecamatan kita menang. Dari qiuck qount yang dilakukan tim kita, juga menunjukkan suara kita lebih unggul. Untuk itu, kita bersyukur kepada Allah yang telah mengamanahkan tugas kepemimpinan ini kepada saya dan Ayat Cahyadi," ungkap Firdaus.

Meski pemenang Pemilukada Pekanbaru baru dipastikan dalam rapat pleno perolehan suara dan penetapan pemenang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru, Firdaus optimistis perolehan suara akan memihak pasangan PAS hingga rapat pleno KPU.

Sementara itu, Ayat Cahyadi kepada Tribun menyebutkan, dirinya berterima kasih kepada masyarakat Pekanbaru yang telah mensukseskan Pemilukada ini.
"Terima kasih kepada masyarakat Pekanbaru yang telah mempercayakan kami untuk memimpin Pekanbaru. Kemenangan ini bukanlah kemenangan Firdaus-Ayat atau koalisi, namun kemenangan seluruh masyarakat Pekanbaru," ujar Ayat.

Sementara itu, Ketua Tim Koalisi PAS, drh Chaidir dalam jumpa pers menyebutkan hampir di seluruh kecamatan pasangan PAS unggul. Ia memberikan penghargaan dan apresiasi kepada tim atas sosialisasi dan kampanye yang telah digelar oleh jajaran tim serta masyarakat pendukung.

"Kemenangan ini, membuktikan bahwa masyarakat Pekanbaru sudah sangat cerdas, dan menggunakan hak pilih mereka sesuai dengan hati nurani. Kita berterima kasih kepada tim dan masyarakat yang telah mempercayakan kepemimpinan Pekanbaru kepada pasangan Firdaus dan Ayat Cahyadi," ungkap Chaidir.

Kemenangan sementara Firdaus berdasarkan quick count Tim Koalisi PAS, juga disambut gembira sang istri Hj Asmita. Baginya hasil tersebut seperti mimpi dan ia sangat merasa senang dan tersanjung dengan kemenangan ini.
"Ini rasa mimpi bagi saya. Saya sangat senang," ujar Asmita.

Walaupun partisipasi masyarakat dalam Pemilukada Pekanbaru terbilang rendah namun pasangan PAS menunjukkan keunggulan. Di TPS tempat Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah mencoblos, TPS 05 Kelurahan Sago, Kecamatan Senapelan pasangan Firdaus-Ayat mengungguli pasangan Septina-Erizal. Perolehan suara PAS 100 suara dan Berseri 66 suara dari 329 pemilih. Artinya, hampir separuh pemilih di TPS ini yang terdaftar dalam DPT tidak menunaikan hak pilih mereka.

Minta Pemilukada Ulang
Kemenangan sementara pasangan PAS berdasarkan quick count yang dilakukan Tim Koalisi PAS dan tim sukses Berseri, tak mengejutkan kubu Septina-Erizal. Setidaknya itulah pengakuan Ketua Pemenangan Berseri, Muhammadun Royan dalam jumpa pers, Rabu (18/5).

Menurutnya sejak awal kekalahan tersebut sudah diperkirakan. Bahkan pihaknya juga sudah mempersiapkan materi-materi yang nantinya akan menjadi permohonan ke Mahkamah Konstitusi untuk dilakukannya pemilukada ulang
Muhammadun didamping tim advokasi Berseri Syam Daeng Rani dalam uraiannya dihadapan wartawan mengaku selama ini sudah terjadi kecurangan yang dilakukan secara sistemik. Tudingannya sangat kuat keterlibatan pemerintah daerah dalam hal ini wali kota untuk memenangkan pasangan lain.

"Banyak kecurangan yang sejak awal sudah kita prediksi akan terjadi. Kecurangan tersebut dilakukan secara terorganisir, terstruktur dan masif dan itu melibatkan pemerintah daerah serta pelaksana pemilukada," ujarnya.
Dikatakan Muhammadun, diantara kecurangan tersebut adalah pengadaan surat suara oleh KPU yang berpatokan pada DP4 yang kemudian menjadikan terdapatnya kelebihan surat suara hingga mencapai puluhan ribu.

Selain itu, didapatkan kecurangan saat pencoblosan yang tidak berpatokan pada DPT, namun hanya lewat KTP saja. Kondisi tersebut terjadi karena sejak awal KPU memberikan jalan terjadinya pelanggaran.
Tim advokasi Syam Daeng Rani menambahkan, pihaknya sejak awal juga sudah memasukkan laporan kecurangan ke Panwaslukada Pekanbaru. Laporan tersebut yang kemudian menjadi rentetan yang terjadi sampai pada hari pemilihan. Bahkan sudah diprediksi adanya upaya yang dilakukaan untuk memenangkan pasangan lain yang dilakukan secara sistemik.

Menurut Syam, kecurangan yang dilakukan secara sitemik tersebut pada akhirnya menjadikan proses Pemilukada menjadi tidak netral. Usaha untuk memenangkan salah satu pasangan calon sudah melibatkan sampai ke pemerintahan kelurahan dan kecamatan.

"Barang kali yang lebih penting lagi sejak awal diprediksi siapapun yang kalah bermuara pada konstitusi. Untuk itu kita menginventarisir barang bukti mulai saat ini yang nantinya akan menjadi permohonan pada MK, meski hasil perolehan suara belum menjadi ketetapan KPU. Jadi kita tidak takjub lagi dengan kekalahan yang diderita pasangan Berseri. Sebab ini sudah diperkirakan sejak awal," ungkapnya.

Septina Heran
Calon Wali Kota Pekanbaru, Septina Primawati, Rabu (18/5) malam, ekslusif mengatakan kepada Tribun, dirinya heran dengan angka pemilih rata-rata pada tiap TPS.

"Dari laporan yang saya terima, rata-rata pemilih itu jumlah yang memilih itu umumnya 50 persen, atau nggak sampai 50 persen. Artinya mereka yang ikut mencoblos, katakanlah 600 per TPS, tapi yang memilih itu ternyata 300. Kita heran, kok banyak sekali di tiap TPS itu yang tidak mencoblos, itu dari laporan yang saya dapat," kata Septina di kediaman mendiang Ismail Suko, Jalan Gajah Mada, Pekanbaru.

Untuk langkah selanjutnya, Septina menyatakan menyerahkan kepada tim pemenangan untuk meneliti dan mengambil kesimpulan.

"Langkah selanjutnya, itu saya serahkan kepada tim. Saya kan punya tim, itu nanti mereka akan rapatkan, lalu mereka akan ambil kesimpulan, lantas dari keseimpulan itu kita ambil tindakan yang paling tepat," kata Septina.
Tak hanya menyatakan keheranan dengan jumlah pemilih, Septina juga menyatakan ia akan sangat kecewa jika minimnya jumlah pemilih itu adalah akibat kesengajaan.

"Kalau ini disengaja, tentu kami kecewa. Mestinya hak politik warga negara itu kan diberikan. Kenapa kok hari ini begitu banyak dari jumlah pemilih itu ternyata, kok 50 persen dikurangi," kata Septina.

Septina yang saat diwawancarai Tribun baru saja selesai menggelar tahlilan atas meninggalnya Ismail Suko, sang ayah, menyatakan siap memperkarakan tim saingan pada Pemilukada ke MK.

"Sekarang semua sudah saya serahkan kepada tim, kalau memang menurut tim harus sampai kepada MK, ya kami teruskan. Kalau di MK, tentu mereka akan menyelidiki lagi. Tentu akan melihat data-data, dan kami sudah cukup banyak punya data-data, ya kita serahkan saja kepada mereka," kata Septina.
Sementara itu, Rusli Zainal, suami Septina, mengaku tidak heran dengan hasil sementara Pemilukada Pekanbaru. Rusli yang kini masih menjabat sebagai Gubernur Riau untuk kedua kalinya ini, terlihat sangat yakin akan adanya penyimpangan secara masif.

"Saya nggak heran lah, banyak sekali penyimpangan yang dilakukan secara masif dan terstruktur. Kan seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, dan jauh-jauh hari kami sudah membuat laporan tentang itu kan. Tapi nanti lah saya bahas," kata Rusli. (hnk/nol/brt/ema) Hasil Real Count Sementara sampai pukul 00.22 (19/05/2011), Tps masuk 1218 dari 1250
1. PAS 149.646 (59%)
2. BERSERI 103.953 (41,0%)
Sumber Riau Research Center dan PAS PKS

(Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/2011/05/19/ini-rasa-mimpi)
 

Komentar:




Home : scriptintermedia.com
 
Berita Lain
Pilkada Sulsel Jadi Ajang Pemanasan Pilpres 2014

Pasangan Calon Perlu Konsultan Hukum

Nomor Urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2012

2012, Tahun Pilgub Sulsel

Pemilukada Serentak Bisa Jadi Bumerang

2012, Jateng akan Gelar Pilkada di Lima Daerah

Biografi/Profil Muhammad Nazar


Untitled Document
 



    Portfolio Real Quick Count Pilkada

- Pilgub Sulteng (Sulawesi Tengah)
- Pilgub Banten
- Pilgub Sulbar (Sulawesi Barat)
- Pemilukada Kota Jogja
- Pemilukada Kab. Buru, Maluku
- Pemilukada Torut Put. 2
- Pemilukada Malinau, Kaltim
- Pemilukada Kubar, Kaltim
- Pemilukada Rokan Hulu, Riau
- Pemilukada Nunukan, Kaltim
- Pemilukada Sragen, Jateng
- Pemilukada Kaur, Bengkulu
- Pemilukada Sarolangun, Jambi

Selanjutnya...



Untitled Document
 

 

    Artikel IT
Inilah Cara Internet Selamatkan Jepang

Pentingnya Teknologi Informasi untuk kesinambungan bisnis

Laporan Malware 2010: 10 Ancaman Teratas Setahun Terakhir

Inilah Inovator Muda Finalis IWIC 2010

PIN BlackBerry Jadi Alat Jejaring Sosial

Pendiri Facebook Menjadi Tokoh Tahun Ini

Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook

    IT News
Plus Minus Windows 8

Daftar 17 Teknologi Akan Memudar di 2012

Sulap Akun Fb jadi Sarana Promosi Diri

10 Kisah Terbesar Dunia Teknologi di 2011

5 Jurus Menangkal Rayuan Virus di Chat Facebook

5 Kiat Aman Belanja Online

10 Teknologi Strategis untuk 2011

    Berita Umum
2 Pembalap Bone Juara di Clas Mild Road Race

TNBNW Rusak, Gorontalo Bisa Tenggelam

Asuransi Delay Diberlakukan Januari 2012

Syahrul Jadi Ketua APPSI, Muallim Ketum Forsesdasi

Nanan Soekarna Ketua Umum PP IMI

Abraham Samad pimpin KPK

Peluang Kajian Keterbukaan Informasi Publik

+ Index   
 Copyright ©2010 Script Intermedia - All rights reserved
 Please send any comments to  webmaster@scriptintermedia.com