Untitled Document

 
Script InterMedia
 
HomeProfil Produk & Layanan | Tim Kerja | Portfolio | Kontak | Galeri Foto | Proposal RQC | Demo RQC
Untitled Document
Profil Yuhardin
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia

M: +62853 4292 1117
Pin BB: 3156C99B

Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Ssi
 
 

    News
Google
 


Kamis, 18-11-2010 
Konsultan Politik, Bisnis Baru Demokrasi
 
STRATEGI pemasaran (marketing) tak hanya terjadi di dunia ekonomi. Saat ini dunia politik pun mengenal pola tersebut.Ya,pemasaran politik.Bukan cuma itu. Dunia politik saat ini juga mengenal istilah keagenan politik (political dealership) untuk memasarkan seorang calon pemimpin.Wajar jika muncul ungkapan, untuk mencari leadership saat ini dibutuhkan dealership( baca: Mencari Leadership via Dealership).
 
Sejatinya,sejak akhir abad silam pemasaran politik (political marketing) demikian mengemuka dan menjadi fenomena global jelang pelaksanaan pemilihan umum (pemilu). Dalam bukunya Election Campaigning in East and Southeast Asia: Globalization of Political Marketing (2006), Christian Schafferer menyatakan bahwa globalisasi telah membentuk pola pemasaran politik yang unik di Asia Tenggara dalam hal kegiatan kampanye politik. Bentuk itu,menurut dia, sedikit berbeda dengan pola yang diimpor dari negeri asalnya,Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan kajian Profesor Bidang Marketing DePaul University, Bruce L Newman, prinsip-prinsip pemasaran yang dilakukan di bidang ekonomi juga diberlakukan dalam bidang politik. Seorang politikus,misalnya,harus memberikan nilai lebih kepada konstituennya dengan memperbaiki kualitas hidup,menciptakan banyak keuntungan,dan memperkecil pembiayaan.

Caranya,menganalisis,mengembangkan,mengeksekusi, serta mengelola strategi kampanye guna menciptakan opini publik untuk memenangi pemilu. ?Politik saat ini benar-benar dipengaruhi orientasi pemasaran. Metode paling jitu yang digunakan perusahaan besar di AS ternyata juga digunakan para politikus,?kata Newman dalam papernya, ?A Review in Political Marketing: Lessons from Recent Presidential Elections?.

Penerapan prinsip marketingdalam praktik politik di satu sisi memang bisa membantu para politikus menjadi lebih tanggap akan kebutuhan konstituennya.Namun di sisi lain juga bisa menjadi bersifat lebih manipulatif. Untuk berkampanye layaknya menjual produk, hal itu dilakukan dengan berbagai cara promosi di media masa dalam berbagai bentuk,termasuk internet. Hal inilah yang dilakukan Barack Obama untuk menjadi Presiden Amerika Serikat (baca: Pasukan di balik Sukses Barry). Konon,kampanye Obama melalui situs jaringan sosial Facebook menelan biaya hingga USD467.000 atau sekitar Rp5,6 miliar untuk kurs saat ini.

Semua kegiatan kampanye Obama dilakukan secara transparan.Mulaisumberpendanaan yang mayoritas sumbangan dari masyarakat hingga siapa saja tim konsultan politik di balik kesuksesannya. Indonesia memang tidak ingin disebut sebagai negara dengan prinsip demokrasi liberal layaknya AS. Sebab demokrasi Pancasila-lah yang diterapkan.

Namun faktanya sistem demokrasi AS diterapkan mentah-mentah di negeri ini, termasuk strategi pemasaran politik itu. ?Saya prihatin Indonesia langsung mengadopsi semua sistem demokrasi AS, padahal ternyata di lapangan praktiknya demokrasi kita tidak terpola dan sama sekali jauh berbeda dibandingkan demokrasi di AS.

Menurut saya sebaiknya kita kembali ke demokrasi Pancasila mengacu pada UUD 1945 secara murni dan konsekuen,? ujar eks aktivis 1998 John Helmi Mempi kepada SINDO. Mengenai dana kampanye, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memberlakukan dana publik. Pemerintah masih ikut bertanggung jawab menyuntikkan dana kampanye kepada setiap partai politik yang lolos verifikasi.

Berdasarkan catatan International Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA), beberapa negara lain yang memberlakukan sistem serupa selain Indonesia antara lain Korea Selatan, Taiwan, Turki, Serbia, Kroasia. Sementara beberapa negara yang tidak menyediakan dana bantuan dari pemerintah untuk kampanye adalah Timor-Timur,Kuwait, Nepal, Filipina,Yordania.

Pola pemasaran politik disebut- sebut mulai muncul di negeri ini sejak kejatuhan rezim Soeharto pada era Reformasi 1998 silam.Sistem politik demokrasi politik yang lebih terbuka, termasuk adopsi pemasaran politik gaya AS,pun diterapkan di sini. Tidak aneh jika kini banyak bermunculan lembaga-lembaga konsultan politik, dari yang sekadar sebagai lembaga survei maupun yang juga menjadi tim sukses pemenangan kandidat menuju kursi kekuasaan.

Sebagian pihak menyatakan ini euforia. Sebab munculnya lembaga survei dan riset bak jamur yang tumbuh di musim hujan. Sebut saja Lembaga Survei Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia, Indo Barometer, Strategic Political Intelligence (Spin),Akbar Tandjung Institute, Amien Rais Institute. Ini belum termasuk lembaga tangki pemikir (think tanks) yang biasanya hanya melakukan penelitian kajian secara kualitatif, tapi kini ikut-ikutan melakukan survei kuantitatif tentang popularitas.

Riset tentang kepopuleran sebuah partai atau calon presiden??bahkan gubernur?? menjadi sesuatu yang tampaknya menjadi rutinitas berkala, terlebih jelang pemilu seperti sekarang ini.Hal ini merupakan cara untuk mengetahui pola dan pemetaan calon pemilih.Selain itu, pola ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan, peluang, dan kelemahan kandidat. Di sisi lain,hal tersebut berguna untuk mengukur kekuatan dan kelemahan lawan politik. Namun,konon strategi pemasaran politik seperti ini tidak murah.

Jika Lembaga Survei Indonesia saja memberikan patokan harga sebesar Rp200.000?1 juta per responden mulai tingkat daerah hingga nasional, bisa dibayangkan berapa harga yang harus dikeluarkan partai untuk membuat sebuah survei. Apalagi jika harus menyewa konsultan politik sejak awal hingga akhir guna meraih kemenangan pemilu. Harganya akan sangat mahal. Memang, tidak semua partai akan menyewa sebuah lembaga untuk menjadi konsultan dari awal hingga akhir. ?Partai kami sangat terbantu oleh kerja-kerja lembaga survei yang mandiri dan kredibel.

Hasil-hasil survei bisa menjadi alat pengukur suhu dan tracking berkala. Partai akan mampu mengukur di mana posisinya,?kata Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Lantas, sebenarnya berapa biaya yang harus dikeluarkan kandidat untuk berkampanye jika menggunakan jasa konsultan politik? Sebagai gambaran, seandainya untuk beriklan di sebuah stasiun televisi per hari mencapai Rp500 juta, diperkirakan dalam sebulan bisa mencapai Rp15 miliar.

Tinggal dihitung berapa stasiun televisi yang digunakan untuk beriklan itu.Setidaknya pola pemasaran politik seperti sekarang ini juga melahirkan bisnis baru di dunia politik,yakni maraknya para konsultan politik.(sindo//fit)

(Sumber: http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/11/16/1/164457/konsultan-politik-bisnis-baru-demokrasi)
 

Komentar:




Home : scriptintermedia.com
 
Berita Lain
Pilkada Sulsel Jadi Ajang Pemanasan Pilpres 2014

Pasangan Calon Perlu Konsultan Hukum

Nomor Urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2012

2012, Tahun Pilgub Sulsel

Pemilukada Serentak Bisa Jadi Bumerang

2012, Jateng akan Gelar Pilkada di Lima Daerah

Biografi/Profil Muhammad Nazar


Untitled Document
 



    Portfolio Real Quick Count Pilkada

- Pilgub Sulteng (Sulawesi Tengah)
- Pilgub Banten
- Pilgub Sulbar (Sulawesi Barat)
- Pemilukada Kota Jogja
- Pemilukada Kab. Buru, Maluku
- Pemilukada Torut Put. 2
- Pemilukada Malinau, Kaltim
- Pemilukada Kubar, Kaltim
- Pemilukada Rokan Hulu, Riau
- Pemilukada Nunukan, Kaltim
- Pemilukada Sragen, Jateng
- Pemilukada Kaur, Bengkulu
- Pemilukada Sarolangun, Jambi

Selanjutnya...



Untitled Document
 

 

    Artikel IT
Inilah Cara Internet Selamatkan Jepang

Pentingnya Teknologi Informasi untuk kesinambungan bisnis

Laporan Malware 2010: 10 Ancaman Teratas Setahun Terakhir

Inilah Inovator Muda Finalis IWIC 2010

PIN BlackBerry Jadi Alat Jejaring Sosial

Pendiri Facebook Menjadi Tokoh Tahun Ini

Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook

    IT News
Plus Minus Windows 8

Daftar 17 Teknologi Akan Memudar di 2012

Sulap Akun Fb jadi Sarana Promosi Diri

10 Kisah Terbesar Dunia Teknologi di 2011

5 Jurus Menangkal Rayuan Virus di Chat Facebook

5 Kiat Aman Belanja Online

10 Teknologi Strategis untuk 2011

    Berita Umum
2 Pembalap Bone Juara di Clas Mild Road Race

TNBNW Rusak, Gorontalo Bisa Tenggelam

Asuransi Delay Diberlakukan Januari 2012

Syahrul Jadi Ketua APPSI, Muallim Ketum Forsesdasi

Nanan Soekarna Ketua Umum PP IMI

Abraham Samad pimpin KPK

Peluang Kajian Keterbukaan Informasi Publik

+ Index   
 Copyright ©2010 Script Intermedia - All rights reserved
 Please send any comments to  webmaster@scriptintermedia.com