 |
Untitled Document
|
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia
M: +62813 4253 2737
alt: 0811 422 1717
Pin BB: 3156C99B
Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Sc |
| |
 |
| |
Peluang
Freelance RQC
|
Tahun 2010 di Indonesia terdapat 244 Pilkada tingkat kabupaten / kota dan 7 pilkada gubernur.
Kami Menawarkan Kerjasama Pemasaran Software Real Quick Count Untuk Media Center KADIDAT di daerah Masing-masing.
Bagi yang berminat
Silahkan kontak Atau SMS ke 0813 4253 2737.
|
| |
Di Butuhkan Tim Marketing RQC
|
Untuk Wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Maluku & Papua
Bagi yang berminat Silahkan Kirim CV ke email: ceo@scriptintermedia.com
kontak Atau SMS ke 0813 4253 2737.
Download
Proposal RQC >> Klik.
Demo Online RQC >> Klik
|
SMS KAMPANYE
|
Media Sosialiasasi dan Kampanye yang Murah dan Efektif Untuk Kandidat Pemilukada...
Kami Menawarkan 2 Paket:
1. Paket Standar
2. Paket Profesional
Biaya Call Or SMS
0813 4253 2737
0811 422 1717
Download
Proposal SMS Kampanye >> Klik.
|
| |
|
 |
|
|
|
|
|
| Jumat, 23-07-2010 | LSI: Dalam Pemilu Faktor Pemimpin Lebih Penting dari Parpol | TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Lembaga Survey Indonesia (LSI) Dodi Ambardi mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Pemilu figur pemimpin ternyata merupakan faktor terpenting di banding partai politiknya.
|
Hal tersebut dibuktikan pada hasil Pemilu tahun 2009 lalu dimana kampanye yang dilakukan oleh partai politik tidak berbanding lurus dengan target pendapatan suara yang ingin dicapai dalam memenangkan Pemilu.
"Sesuai survey, dari 10 pemilih, hampir 9 pemilih Demokrat yang memilih SBY. Tapi di Golkar, pemilih yang memilih Golkar hanya 22 persen saja yang memilih JK. Ini menunjukkan bahwa partai tidak begitu penting," jelas Dodi Ambardi dalam acara Forum PPP mendengar bertajuk Menata Ulang Partai Politik di kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Jumat (23/7/2010).
Begitu juga terkait isu etnis. Dalam Pemilu, faktor etnis tidak menjadi faktor yang harus ditakutkan. Namun demikian, hak ini sangat mendominasi dalam pergelaran Pilkada.
Ambardi juga mengatakan terjadi pergeseran antara ideologi nasionalis dan agama. Dulu, kedua ideologi ini sangat berseberangan, namun saat ini garis pembatas itu semakin kabur yang bertujuan hanya untuk melambungkan hasil suara pemilih. (Sumber: ) | Share Facebook
| |
|
|
| Home : scriptintermedia.com |
| |
| Berita Lain |
 |
| | Pakar IT: "Quick Count" di KPU Janggal
| Dadang-Deden Unggul, Pilkada Bandung Digelar Dua Putaran
| [Pilkada Purworejo] Pertarungan Darhan dan Mahar Lanjut ke Ronde Kedua
| Pilkada Kota Manado: Herker-Mapan Minta Diakomodir pada Pemungutan Suara Ulang
| Sarundajang Dilantik 14 September
| MK Tolak Seluruh Permohonan PHPU Kepala Daerah Kab. Malang
| MK Tolak PHPU Kota Palu
|
|
|
|
|
 |
Untitled Document


| |
Portfolio Quick Count Pilkada |
|
|
Untitled Document
|
 |