Untitled Document
 



PILKADA KOTA MAKASSAR

29 Oktober 2008



PILKADA KAB. JENEPONTO

28 Oktober 2008


PILKADA KOTA PAREPARE
28 Agustus 2008


PILKADA PARIGI MOUTONG
19 Agustus 2008


PILKADA BANTAENG
25 Juni 2008


PILKADA SINJAI
11 Juni 2008


PILKADA BONE
17 Feb 2008

Script InterMedia
 
Home  |  Profil  |  Produk & Layanan   | Tim Kerja  |  Portfolio  |  Kontak Kami  | Proposal Real Quick Count
Untitled Document
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia

M: +62813 4253 2737
alt: 0811 422 1717
Pin BB: 3156C99B

Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Sc
 
 

Peluang
Freelance RQC

Tahun 2010 di Indonesia terdapat 244 Pilkada tingkat kabupaten / kota dan 7 pilkada gubernur.

Kami Menawarkan Kerjasama Pemasaran Software Real Quick Count Untuk Media Center KADIDAT di daerah Masing-masing.

Bagi yang berminat Silahkan kontak Atau SMS ke 0813 4253 2737.
 

Di Butuhkan Tim Marketing RQC

Untuk Wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Maluku & Papua

Bagi yang berminat Silahkan Kirim CV ke email: ceo@scriptintermedia.com

kontak Atau SMS ke 0813 4253 2737.

Download
Proposal RQC
>>
Klik.

Demo Online RQC >> Klik


SMS KAMPANYE

Media Sosialiasasi dan Kampanye yang Murah dan Efektif Untuk Kandidat Pemilukada...

Kami Menawarkan 2 Paket:
1. Paket Standar
2. Paket Profesional

Biaya Call Or SMS
0813 4253 2737
0811 422 1717

Download
Proposal SMS Kampanye
>>
Klik.

 
    News
Google
 
 
|
Jumat, 23-07-2010 
Darmin Terpilih Gubernur BI
 
JAKARTA -- Setelah melalui fit and proper test selama dua hari, akhirnya Komisi XI DPR secara aklamasi memilih Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode lima tahun mendatang, malam tadi.

 
Wakil Ketua Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat Achsanul Qosasi mengatakan, seluruh fraksi di Komisi XI setuju untuk menerima Darmin sebagai calon yang diajukan Presiden sebagai Gubernur BI. "Prinispnya, saudara Darmin Nasution sudah kita setujui secara aklamasi (sebagai Gubernur BI," ujarnya dalam rapat pleno Komisi XI DPR yang berakhir malam tadi.

Meski demikian, Darmin tidak bisa melenggang mulus. Pasalnya, selain persetujuan untuk memilih Darmin, Komisi XI menyertakan beberapa catatan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keputusan.

Catatan penting yang menjadi keputusan Komisi XI terkait dengan kasus bailout Bank Century, yakni
"Berdasar kesimpulan dan rekomendasi Pansus Angket Bank Century yang menyebutkan adanya dugaan keterlibatan saudara Darmin Nasution, sehubungan posisinya sebagai Komisioner LPS,

dalam proses bailout Bank Century dan kasus hukum lainnya selama menjabat di lembaga pemerintahan lainnya, manakala pada suatu saat dinyatakan secara formal oleh instrumen hukum di Indonesia (KPK, Kejaksaan, atau lembaga hukum lainnya) sebagai terdakwa,

maka yang bersangkutan harus bersedia untuk mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI, pada saat itu juga, tanpa harus menunggu ketetapan hukum yang tetap".

Catatan tersebut merupakan hasil rumusan dari berbagai catatan yang disampaikan masing-masing fraksi. Sebelumnya, perdebatan alot terjadi ketika hendak memutuskan catatan mengenai keharusan Darmin Nasution untuk mundur jika terseret dalam kasus bailout Bank Century. Dua kubu berbeda pendapat.

F-Partai Demokrat, F-PKS, F-PKB, F-PPP, dan F-Partai Gerindra menyatakan bahwa Darmin harus mundur jika sudah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus bailout Bank Century. Adapun F-Partai Golkar, F-PAN, dan F-Partai Hanura menyatakan Darmin harus mundur jika sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan F-PDIP, tidak menyebutkan secara tegas apakah tersangka atau terdakwa. "Yang jelas, jika semua klarifikasi yang disampaikan saudara Darmin Nasution (terhadap berbagai kasus yang diduga terkait dengannya) dalam fit and proper test terbukti tidak benar di kemudian hari, artinya dia sudah melakukan kebohongan publik, maka harus mundur," tegas Anggota F-PDIP Eva Kusuma Sundari.

Catatan lain yang juga menjadi keputusan Komisi XI adalah "Sebagai Gubernur BI, selalu berkomitmen untuk membuat kebijakan moneter yang integratif, yakni bukan kebijakan yang moneter yang absolut, melainkan kebijakan moneter yang selalu pararel dan sinergi dengan kebijakan yang dapat insentif dengan kebijakan yang bisa menjadi insentif terhadap sektor riil, terutama pemberdayaan UMKM.

Kebijakan tersebut antara lain, memberikan kemudahan akses pembiayaan, mendorong pemberlakuan tingkat suku bunga pinjaman (lending rate) yang rendah dan selisih bunga bank (spread bank) yang kecil tanpa mengabaikan prudential system.

Darmin Jawab Tudingan

Sebelumnya, dalam fit and proper test yang dimulai pukul 10.00 hingga 15.00 kemarin, Darmin membuat pernyataan blak-blakan seputar berbagai kasus yang dikaitkan dengan dirinya. Bahkan, soal kasus mafia pajak Gayus Tambunan, Darmin berani menantang.

"Begini, kalau saya salah (dalam kasus Gayus), gantung saya," tegasnya dengan nada tinggi. Mimik mukanya serius. Telapak tangannya ditempatkan di leher, seperti isyarat menyembelih.

Kemarin, Darmin memang terus dicecar dengan pertanyaan seputar kasus Gayus. Anggota Komisi XI dari F-PG Edison Betaubun menanyakan mengenai pernyataan Dirjen Pajak Mochamad Tjiptardjo yang mengaku pernah menyampaikan kasus Gayus kepada Darmin yang saat itu menjabat sebagai Dirjen Pajak, namun tidak ada respons. "Jadi, ini harus diklarifikasi, apakah benar Bapak membiarkan kasus itu," ujarnya.

Atas pertanyaan tersebut, Darmin mengakui, memang pernah mendapat laporan lisan dari Tjiptardjo yang saat itu menjabat sebagai Direktur Intelijen dan Penyidikan Ditjen Pajak. "Saya ingat, pada Juni 2009, itu saya diceritai oleh Pak Tjip bahwa ada salah satu aparat pajak yang saat itu diperiksa Kepolisian karena diduga melakukan "kongkalikong" dengan wajib pajak di Pengadilan Pajak. Tapi, saat itu pun, tidak disebut namanya siapa," katanya.

Sebagai tindak lanjut atas laporan tersebut, lanjut Darmin, dirinya memerintahkan agar memperketat sistem pemeriksaan pajak hingga proses keberatan, banding, dan sidang di Pengadilan Pajak. "Jadi, itu saya respons juga," terangnya.

Kasus pajak lain yang ditanyakan ke Darmin adalah sengketa pajak Halliburton, perusahaan penyedia jasa migas asal AS. Kasus tersebut bermula dari perbedaan penghitungan pajak karena selisih kurs oleh manajemen Halliburton dan aparat Ditjen Pajak. Atas perbedaan tersebut, Halliburton mengajukan peninjauan kembali (PK) hingga empat kali, namun semuanya ditolak.

Baru lah pada Mei 2006, saat Darmin menjabat sebagai Dirjen Pajak, PK Halliburton diterima. Sehingga, dari total tagihan pajak yang sebesar Rp 85 miliar, Halliburton hanya membayar Rp 63 miliar. Isu pun merebak, Darmin dituding tunduk pada intervensi asing karena salah satu komisaris Halliburton adalah Wakil Presiden AS saat itu Dick Cheney.

Darmin mengakui, pada saat dia mengabulkan keberatan Halliburton pada Mei 2006, dia baru 21 hari menjabat sebagai Dirjen Pajak. "Jadi, wajar saja kalau ada yang kemudian berpikir ada apa-apanya," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, keputusan tersebut diambil setelah dilakukan pemeriksaan ulang atas selisih kurs yang disengketakan. Selain itu, ada pula rekomendasi dari Direktur Pemeriksaan dan rapat internal Ditjen Pajak yang akhirnya memutuskan bahwa keberatan Halliburton memang layak dikabulkan sebagian. "Jadi, saya tegaskan, tidak ada intervensi dari menteri atau pejabat lain yang lebih tinggi," ucapnya.

Kasus lain yang juga dicecarkan kepada Darmin adalah bailout Bank Century yang menelan dana Rp 6,7 triliun. Pada saat bailout terjadi, Darmin menjabat sebagai Dirjen Pajak sekaligus Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS inilah yang akhirnya diserahi tugas oleh pemerintah untuk mengelola Bank Century.

Terkait kasus ini, Darmin kembali menegaskan posisinya terhadap langkah bailout yang saat itu diputuskan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang diketuai Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan saat itu. "Saya, Pak Fuad (Rahmany) dan Pak Anggito (Abimanyu) sempat memberikan masukan bahwa tidak usah dilakukan penyelamatan kepada Bank Century. Jadi, saya kira (posisi saya) itu sudah jelas," ujarnya.

Darmin mengatakan, pernyataannya tersebut diungkapkan pada pra rapat KSSK. Namun, lanjut dia, sebagai Komisioner LPS, dia memang hanya bisa menyampaikan pandangan dan tidak bisa ikut terlibat dalam pengambilan keputusan. "Soal memutus Bank Century di-bailout, saya tidak ikut sama sekali," tegasnya.

Setelah menegaskan posisinya dalam bailout Bank Century, Darmin kembali dicecar soal pandangan apakah uang LPS merupakan uang negara. Anggota Komisi XI DPR dari F-PDIP Dolfie OFP mengatakan, dalam proses Pansus Century, Sri Mulyani menyatakan bahwa uang LPS bukanlah uang negara.

"Bagaimana pandangan Bapak. Uang LPS itu uang negara atau bukan dan jika ada penyimpangan apakah bisa disebut korupsi?" tanyanya.

Darmin menjawab, bahwa uang LPS adalah kekayaan negara yang dipisahkan. "Jadi, itu bukan uang negara, tapi masuk dalam keuangan negara," jawabnya. Menurut dia, persoalan apakah itu uang negara atau keuangan negara bukan suatu hal yang signifikan untuk dibahas. "Sebab, dalam hukum pidana korupsi, disebut jika merugikan keuangan negara, bukan hanya uang negara. Jadi, kalau dalam bailout itu ada dana LPS yang diselewengkan, iya (itu korupsi)," tegasnya.

Pertanyaan lain yang dijawab Darmin adalah isu mengenai kepemilikan 41 SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) atau pom bensin yang tersebar di Jabodetabek. "Enggak lah, (jangankan) empat pulu satu, satu juga enggak," ujarnya lantas tertawa.

Namun, ada juga pertanyaan lain yang tidak dijawab Darmin. Pertanyaan tersebut dilontarkan anggota Komisi XI dari F-PDIP Arief Budimanta. "Tolong jelaskan, berapa gaji yang diterima Anda sebagai Deputi Gubernur Senior dan berapa gaji yang akan diterima jika nanti menjabat sebagai Gubernur BI dan apa saja fasilitas yang nanti akan didapat. Tolong ini dijawab, sebab ini kan jabatan publik, jadi masyarakat berhak tahu," katanya.

Atas pertanyaan ini, Darmin berkali-kali mengelak. "Nanti lah, tidak elok membicarakan gaji. Nanti saja, pada saat pembahasan ATBI (Anggaran Tahunan BI) juga pasti semua akan tahu," jawabnya sambil terus tersenyum.

Meski berlangsung cukup panas, namun dalam fit and proper test kemarin, Darmin tampak santai. Apalagi, beberapa kali anggota Komisi XI menggoda Darmin yang memang terkenal sebagai perokok berat.

Saat suasana sedikit tegang, tiba-tiba Wakil Ketua Komisi XI dari F-PG Harry Azhar Aziz yang juga perokok berat menyatakan interupsi. "Saya tahu siapa Pak Darmin. Jadi, kalau mau merokok, untuk membantu (menjawab pertanyaan), saya persilakan...hahahaa," ujarnya. Mendengar itu, Darmin dan anggota Komisi XI yang lain pun tertawa. "Wah, ini sih nyari teman namanya," celetuk Wakil Ketua Komisi XI dari F-PD Achsanul Qosasi. (jpnn)

(Sumber: )
 

  Share Facebook
Home : scriptintermedia.com
 
Berita Lain
Pakar IT: "Quick Count" di KPU Janggal

Dadang-Deden Unggul, Pilkada Bandung Digelar Dua Putaran

[Pilkada Purworejo] Pertarungan Darhan dan Mahar Lanjut ke Ronde Kedua

Pilkada Kota Manado: Herker-Mapan Minta Diakomodir pada Pemungutan Suara Ulang

Sarundajang Dilantik 14 September

MK Tolak Seluruh Permohonan PHPU Kepala Daerah Kab. Malang

MK Tolak PHPU Kota Palu


Untitled Document

    Portfolio Quick Count Pilkada

Pilkada 2010
- Pilgub Sulut
- Pilwakot Kota Palu (Sulteng)
- Pilkada Matra (Sulbar)
- Pilkada Simalungun (Sumut)
- Pilkada Mamuju (Sulbar)
- Pilkada Bombana (Sultra)
- Pilwakot Kota Banjarbaru (Kalsel)
- Pilkada HST (Kalsel)
- Pilgub Kalsel (HST & Banjarbaru)
- Pilkada Kendal (Jateng)
- Pilkada Soppeng (Sulsel)
- Pilkada Pangkep (Sulsel)
- Pilkada Selayar (Sulsel)
- Pilkada Toraja (Sulsel)

- Quick Count Kerjasama Adhyaksa (Maros-Bulukumba-Toraja)
- Pilkada Lutra Put. 2

Next Pilkada.....

- Pilkada Fakfak
- Pilkada Bombana Put. 2
- Pilkada Minsel Put. 2
- Pilkada Sigi
- Pilkada Kota Bitung
- Pilkada Tanah Karo
- Pilkada Manadailing Natal

Pilkada 2008 & 2009.
- Pilkada Bone 2008
- Pilkada Sinjai 2008
- Pilkada Bantaeng 2008
- Pilkada Parigi Maoutong 2008
- Pilwakot Parepare 2008
- Pilwakot Makassar 2008
- Pilkada Jeneponto 2008
- Pilkada Biak Numfor 2008
- Pilkada Sidrap 2008
- Pilkada Wajo 2008
- Pemilu Legislatif 2009 (Sulsel)
- Pilpres 2009 (Wil. Sulsel)


Untitled Document
    Kabar Pilkada Indonesia
Ibas Yudhoyono Diusung Jadi Cagub Banten

Pilkada Tangerang Selatan: Pasangan Arsid-Andre Taulany Menempati Nomor Urut Tiga

Toraja Utara Siapkan Rp 9 Miliar untuk Pilkada, DPT sebanyak 156.612 orang dengan 322 TPS

Meski Ditahan KPK Yusac Menang Pilkada Boven Digoel

Pakar IT: "Quick Count" di KPU Janggal

Dadang-Deden Unggul, Pilkada Bandung Digelar Dua Putaran

[Pilkada Purworejo] Pertarungan Darhan dan Mahar Lanjut ke Ronde Kedua

Pilkada Kota Manado: Herker-Mapan Minta Diakomodir pada Pemungutan Suara Ulang

Sarundajang Dilantik 14 September

MK Tolak Seluruh Permohonan PHPU Kepala Daerah Kab. Malang

 



    Artikel IT
8 Langkah Mendepak Virus Pengeksploitasi Celah Windows

4 Trik agar CV “Online” Dilirik

Apa Itu Pemilu Sistem E-Voting?

Internet Unlimited Kini Sampai ke Luar Negeri

Tips Merawat Baterai Ponsel

USER ACCESS CONTROL WINDOWS VISTA

PANDUAN LENGKAP CARA MERAWAT BATRE LAPTOP ATAU NOTEBOOK

    IT News
Negara Mana yang Internetnya Paling Aman?

BlackBerry Tantang Aplikasi iPhone dan Android

Pencarian Google Real Time Punya Akses Khusus

Kartu Kredit Tergantikan Smartphone?

410 Juta Orang Mengakses Situs FIFA

Internet Geser Peran Agen Perjalanan Wisata

Pasar Virtualisasi Dipercaya Terus Tumbuh

    Berita Umum
FIA Luncurkan Kalender F1 2011

Teuku Faizasyah, Jubir Presiden yang Kalem

Foto Dipajang di Mana-mana, Syahrul Mengaku Risih Makassar

Cara Menghitung Zakat PNS

Ilham Kian Lengket dengan Keluarga Qahhar

Demokrat Bela Ilham

Suci Mengidap Omfalokel

+ Index   
 Copyright ©2010 Script Intermedia - All rights reserved
 Please send any comments to  webmaster@scriptintermedia.com