 |
Untitled Document
|
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia
M: +62813 4253 2737
alt: 0811 422 1717
Pin BB: 3156C99B
Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Sc |
| |
 |
| |
Peluang
Freelance RQC
|
Tahun 2010 di Indonesia terdapat 244 Pilkada tingkat kabupaten / kota dan 7 pilkada gubernur.
Kami Menawarkan Kerjasama Pemasaran Software Real Quick Count Untuk Media Center KADIDAT di daerah Masing-masing.
Bagi yang berminat
Silahkan kontak Atau SMS ke 0813 4253 2737.
|
| |
Di Butuhkan Tim Marketing RQC
|
Untuk Wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Maluku & Papua
Bagi yang berminat Silahkan Kirim CV ke email: ceo@scriptintermedia.com
kontak Atau SMS ke 0813 4253 2737.
Download
Proposal RQC >> Klik.
Demo Online RQC >> Klik
|
SMS KAMPANYE
|
Media Sosialiasasi dan Kampanye yang Murah dan Efektif Untuk Kandidat Pemilukada...
Kami Menawarkan 2 Paket:
1. Paket Standar
2. Paket Profesional
Biaya Call Or SMS
0813 4253 2737
0811 422 1717
Download
Proposal SMS Kampanye >> Klik.
|
| |
|
 |
|
|
|
|
|
| Kamis, 15-07-2010 | Quick Count Pilkada Banyuwangi: Dahsyat sementara Unggul | Unggul Sementara dalam Pilkada “Bumi Blambangan”
Banyuwangi-Surya- Hasil hitung cepat (quick count) Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang bekerja sama dengan Citra Publik Advertising (CPA) menyebutkan, Pilkada Banyuwangi yang digelar kemarin, menempatkan pasangan Abdullah Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko (disingkat Dahsyat) unggul dari dua pasangan lainnya.
|
Menurut LSI, Dahsyat memperoleh suara 50,98 persen, disusul pasangan Jalal-Yusuf Nur Iskandar (disingkat Laris) yang meraih suara 31,6 persen, serta pasangan Emilia Contesa-Zaenuri Ghazali (disingkat Emilia) memperoleh 17,42 persen suara. Laris diusung Partai Demokrat, sementara Emilia didukung oleh Gerindra, PAN, Partai Republikan, dan sembilan partai nonparlemen.
Jika hasil penghitungan suara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banyuwangi nanti tak jauh beda dengan quick count LSI, maka Azwar Anas bisa dipastikan sebagai bupati termuda di Jatim.
Anas (didukung PDIP, PKB, Golkar, PKNU, dan PKS) yang asli warga Banyuwangi itu kelahiran 1973 dan baru genap berusia 37 tahun pada 6 Agustus nanti. Anas sebelumnya lebih banyak dikenal sebagai politisi PKB karena pernah dua periode menjadi anggota DPR RI, yakni di Komisi V dan Komisi VIII.
Direktur Penelitian LSI, Arman Salam, mengatakan, kemenangan pasangan Dahsyat, terbesar disumbang oleh suara dari kalangan NU yang menjadi ormas terbesar di Banyuwangi —kabupaten dengan wilayah terluas di Jatim. Selain itu, isu yang diusungnya berupa harga sembako murah dan penyediaan lapangan pekerjaan mampu menggaet pemilih.
“Sosok pasangan itu memang paling dikenal dan disuka,” kata Arman dalam jumpa pers di Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi, Rabu (14/7).
Untuk quick count itu, LSI mengambil contoh 254 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 3.096 TPS dengan tingkat kesalahan (sampling error) 1 persen. TPS dipilih tersebar proporsional secara acak di seluruh kecamatan di Banyuwangi.
Angka partisipasi pemilih atau warga yang mencoblos mencapai 60,54 persen dari total 1.233.883 orang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dengan begitu, golput mencapai sekitar 40 persen.
Atas hasil quick count, Abdullah Azwar Anas menyatakan terima kasihnya kepada masyarakat Banyuwangi yang telah mendukungnya. Dia mengimbau pendukungnya tidak terlalu larut dalam kemenangannya.
Anas mencoblos di TPS 1 Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Anas mencoblos sekitar pukul 08.00 WIB bersama istri, kedua orangtuanya dan sejumlah saudara. Ia berangkat dari rumah kediaman yang berjarak sekitar 500 meter dari TPS, dengan diiringi permainan hadrah sambil melantunkan salawat nabi.
Usai mencoblos, Anas mengatakan, dirinya optimistis bisa memenangkan pilkada kali ini dengan target perolehan suara 55 persen. “Saya ucapkan terima kasih kepada warga Banyuwangi yang telah menyalurkan hak pilihnya di TPS, semoga ke depan Banyuwangi lebih baik,” ujar Anas.
Pencoblosan kemarin sempat diterpa isu diundur, pasalnya Ratna Ani Lestari (bupati saat ini) yang mencoba mencalonkan lagi berpasangan dengan Pebdi Arisdiawan, gagal lolos verifikasi KPU Banyuwangi.
Sehingga, pengamanan ekstra ketat dilakukan oleh Polres setempat dengan dukungan Polda Jatim dan mengerahkan 1.750 personel, terkait munculnya isu akan adanya pengerahan massa dari pendukung pasangan Ratna-Pebdi.
Pada pertengahan Mei lalu, pasangan Ratna-Pebdi telah gagal dalam verifikasi KPU Banyuwangi untuk mengikuti pilkada. Ratna kemudian mengajukan gugatan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jatim di Surabaya.
Kubu Ratna-Pebdi menganggap KPU Banyuwangi tidak netral dengan tidak meloloskan mereka ikut pilkada, padahal semua persyaratan sudah dipenuhi.
Dalam sidang yang digelar pekan lalu, PTUN mengabulkan gugatan pasangan Ratna-Pebdi dan mengeluarkan dua putusan terkait Pilkada Banyuwangi. Putusan pertama adalah memerintahkan KPU Banyuwangi untuk memasukkan pasangan Ratna-Pebdi sebagai calon bupati dan calon wakil bupati dalam pilkada, serta melakukan pengundian ulang nomor urut. Kedua, PTUN tidak mengabulkan permohonan pasangan Ratna-Pebdi yang meminta jadwal pelaksanaan Pilkada Banyuwangi pada Rabu (14/7) untuk ditunda.
Keputusan PTUN tersebut sejalan dengan sikap Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang sebelumnya juga mengabulkan permohonan pasangan tersebut, dan merekomendasikan KPU untuk menetapkannya sebagai cabup-cawabup.
Kubu pasangan Ratna-Pebdi lega dengan keluarnya putusan KPU, sehingga peluangnya untuk mengikuti pilkada yang sebelumnya dijegal KPU, kembali terbuka.
Ratna menambahkan, pihaknya tetap melakukan upaya hukum terhadap semua keputusan KPU yang dinilai telah merugikan dirinya.
“Jika selama ini saya diam, itu karena saya ingin menjaga warga saya tetap dalam kondisi kondusif. Namun, sekarang semua data sudah saya pegang dan saya tetap menempuh jalur hukum” ucap Ratna yang istri Bupati Jembrana, Bali. Kemarin Ratna memilih golput.
Namun, permintaan pasangan Ratna-Pebdi tidak serta-merta dikabulkan KPU, mengingat keluarnya putusan PTUN itu sangat berdekatan dengan pelaksanaan coblosan. KPU Banyuwangi tetap pada keputusan bahwa pilkada diikuti tiga pasangan cabup-cawabup, dan dilaksanakan, Rabu (14/7). Selain itu, KPU Banyuwangi juga masih mengupayakan banding terhadap putusan PTUN tersebut.
“Keputusan PTUN itu belum bersifat tetap dan kami masih diberi waktu 14 hari untuk mengajukan banding. Kami sudah koordinasi dengan KPU Jatim dan tim kuasa hukum untuk banding,” papar Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin.
Keberanian KPU Banyuwangi tetap menggelar pilkada sesuai jadwal, tidak terlepas dari dukungan Gubernur Jatim Soekarwo yang Selasa (13/7) malam mengadakan pertemuan dengan instansi terkait maupun KPU, Panwas Jatim serta Banyuwangi. nuni (Sumber: http://www.surya.co.id/2010/07/15/usia-37-tahun-anas-bakal-bupati-termuda.html) | Share Facebook
| |
|
|
| Home : scriptintermedia.com |
| |
| Berita Lain |
 |
| | Pakar IT: "Quick Count" di KPU Janggal
| Dadang-Deden Unggul, Pilkada Bandung Digelar Dua Putaran
| [Pilkada Purworejo] Pertarungan Darhan dan Mahar Lanjut ke Ronde Kedua
| Pilkada Kota Manado: Herker-Mapan Minta Diakomodir pada Pemungutan Suara Ulang
| Sarundajang Dilantik 14 September
| MK Tolak Seluruh Permohonan PHPU Kepala Daerah Kab. Malang
| MK Tolak PHPU Kota Palu
|
|
|
|
|
 |
Untitled Document


| |
Portfolio Quick Count Pilkada |
|
|
Untitled Document
|
 |