Untitled Document

 
Script InterMedia
 
HomeProfil Produk & Layanan | Tim Kerja | Portfolio | Kontak | Galeri Foto | Proposal RQC | Demo RQC
Untitled Document
Profil Yuhardin
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia

M: +62853 4292 1117
Pin BB: 3156C99B

Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Ssi
 
 

    News
Google
 


Senin, 18-01-2010 
Profil Kab. Barru Sulawesi Selatan
 
Tentang Kabupaten

Kabupaten Barru dahulu sebelum terbentuk adalah sebuah kerajaan kecil yang masing - masing dipimpin oleh seorang Raja yaitu : Kerajaan Berru (Barru), Kerajaan Tanete,Kerajaan Soppeng Riaja dan Kerajaan Mallusetasi.

Dimasa pemerintahan Belanda dibentuk Pemerintahan Sipil Belanda dimana wilayah Kerajaan Berru,Tanete dan Soppeng Riaja dimasukkan dalam wilayah ONDER AFDELLING BARRU,yang bernaung dibawah AFDELLING PARE PARE sebagai kepala Pemerintahan Onder Afdelling diangkat seorang control Belanda yang berkedudukan di Barru, sedangkan ketiga bekas kerajaan tersebut diberi status sebagai Self Bestuur (Pemerintahan Kerajaan Sendiri) yang mempunyai hak otonom untuk menyelenggarakan Pemerintahan sehari-hari baik terhadap eksekutif maupun dibidang yudikatif.

Dari sejarahnya, sebelum menjadi daerah-daerah Swapraja pada permulaan Kemerdekaan Bangsa Indonesia, keempat wilayah Swapraja ini merupakan 4 bekas Selfbestuur didalam Afdeling Pare-Pare masing-masing:

1.

Bekas Selbesteuur Mallusetasi yang daerahnya sekarang menjadi kecamatan MalluseTasi dengan Ibu Kota Palanro. Adalah penggabungan bekas-bekas Kerajaan Lili dibawah kekuasan Kerajaan Ajattapareng oleh Belanda sebagai Selfbestuur, ialah Kerajaan Lili Bojo dan Lili Nepo.
2.

Bekas selfbestuur Soppeng Riaja yang merupakan penggabungan 4 Kerajaan Lili dibawah bekas Kerajaan Soppeng (Sekarang Kabupaten Soppeng) Sebagai Satu Selfbestuur, ialah bekas Kerajaan Lili Siddo, Lili Kiru-Kiru, Lili Ajakkang, dan lili Balusu.
3.

Bekas Selfbestuur Barru yang sekarang menjadi Kecamatan Barru dengan lbu Kotanya Sumpang Binangae yang sejak semula memang merupakan suatu bekas kerajaan kecil yang berdiri sendiri.
4.

Bekas Selbestuur Tanete dengan pusat Pemerintahannya di Pancana daerahnya sekarang menjadi 3 Kecamatan masing-masing Kecamatan Tanete Rilau, Kecamatan Tanete Riaja, Kecamatan Pujananting.

Seiring dengan perjalanan waktu,maka pada tanggal 24 Pebruari 1960 merupakan tongkak sejarah yang menandai awal kelahiran Kabupaten Daerah TK.II Barru dengan Ibukota Barru berdasarkan Undang-Undang Nomor 229 tahun 1959 tentang pembentukan Daerah-Daerah Tk. II di Sulawesi Selatan. Kabupaten Barru terbagi dalam 7 Kecamatan dan 54 Desa/Kelurahan.

Sebelum dibentuk sebagai suatu Daerah Otonom berdasarkan UU No. 29 Tahun 1959 pada tahun 1961, Daerah ini terdiri dari 4 Wilayah Swapraja didalam kewedanaan Barru Kabupaten Pare-Pare lama, masing-masing Swapraja Barru Swapraja Tanete, Swapraja Soppeng Riaja dan bekas Swapraja Mallusetasi, Ibu Kota Kabupaten Barru sekarang bertempat di bekas ibu Kota Kewedanaan Barru.

Sejak tahun 1960 Kabupaten Barru telah dipimpin oleh 7 Bupati dengan periode masing masing seperti pada tabel dibawah :

NO NAMA BUPATI PRIODE KETERANGAN
MULAI SAMPAI
1 H.LANAKKA 20-02-1960 16-07-1965 1 Periode
2 H.MAHMUD SEWANG 16-07-1965 05-03-1980 3 Periode
3 ANDI SYUKUR 05-03-1980 05-03-1985 1 Periode
4 H.MANSYUR A. SULTAN 05-03-1985 05-03-1990 1 Periode
5 A.MAPPADENGRUKKA M 05-03-1990 06-04-1995 1 Periode
6 A.MAKKASAU RAZAK 06-04-1995 22-04-2000 1 Periode
7 H.A.MUHAMMAD RUM 22-04-2000 Sekarang 2 Periode



Kabupaten Barru yang dikenal dengan motto HIBRIDA ( Hijau,Bersih,Asri dan Indah) adalah salah satu Kabupaten yang terletak dipesisir Pantai Barat Propinsi Sulawesi Selatan dengan garis pantai sekitar 78 Km.Secara Geografis terletak diantara Koordinat 4'0.5'35" lintang selatan dan 199'35" - 119'49'16" Bujur Timur dengan luas wilayah 1.174,72 Km2 (117.472 Ha) dan berada kurang lebih 102 Km sebelah utara Kota Makassar Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, yang dapat ditempuh melalui perjalanan darat kurang lebih 2,5 jam .Kabupaten Barru secara Administratif terbagi atas 7 kecamatan, 14 Kelurahan dan 40 Desa sebagaimana pada tabel dibawah yang mempunyai batas - batas wilayah :

* Sebelah Utara dengan Kota Pare-Pare dan Kabupaten Sidrap
* Sebelah Timur dengan Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Bone
* Sebelah Selatan dengan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
* Sebelah Barat dengan selat Makassar.

Kabupaten Barru terletak pada jalan Trans Sulawesi dan merupakan daerah lintas Wisata yang terletak antara Kota Makassar dan Kota Pare-Pare menuju Kabupaten Tana Toraja sebagai daerah tujuan wisata dari Mancanegara.


Kabupaten Barru mempunyai ketinggian antara 0-1.700 meter diatas permukaan laut dengan bentuk permukaan sebahagian besar daerah kemiringan,berbukit hingga bergunung - gunung dan sebahagian lainnya merupakan daerah datar hinggi landai. Di Kabupaten Barru terdapat seluas 71,79 % wilayah ( 84.340 Ha) dengan tipe iklim C yakni mempunyai bulan basah berturut-turut 5-6 bulan (Oktober - Maret) dan bulan Kering berturut-turut kurang dari 2 bulan (April - September). Total hujan selama setahun di Kabupaten Barru sebanyak 113 hari dengan jumlah curah hujan sebesar 5.252 mm.Curah hujan di kabupaten Barru berdasarkan hari hujan terbanyak pada bulan Desember - Januari dengan jumlah curah hujan 1.335 mm dan 1.138 mm sedangkan hari hujan masing-masing 2 hari dengan jumlah curah hujan masing- masing 104 mm dan 17 mm


Luas Daerah dirinci Menurut Kecamatan dan Desa/Kelurahan di Kabupaten Barru


NO KECAMATAN DESA/KELURHAN Km2 Ha
(1) (2) (3) (4) (5)
1 TANETE RIAJA
01. MATTIROWALIE 26,42 2.642
02. HARAPAN 53,10 5.310
03.LOMPO RIAJA 20,89 2.089
04. LIBURENG 20,24 2.024
05. KADING 22,69 2.269
06. LOMPO TENGAH 13,32 1.332
07. LEMPANG 17,63 1.763
JUMLAH 174,29 17.429
2 TANETE RILAU
01. LASITAE 7,70 770
02. PANCANA 9,20 920
03. LALABATA 12,00 1.200
04. CORAWALI 7,92 792
05. PAO - PAO 9,30 930
06. TELLUMPANUA 6,65 665
07. LALOLANG 2,05 205
08. TANETE 4,10 410
09. LIPUKASI 15,44 1.554
10. GARESSI 4,81 481
JUMLAH 79,17 7.917
3 B A R R U
01 SUMPANG BINANGAE 1,80 180
02. COPPO 26,83 2.683
03 TUWUNG 12,35 1.235
04. ANABANUA 20,00 2.000
05. PALAKKA 36,33 3.633
06. GALUNG 28,52 2.852
07. TOMPO 34,86 3.486
08. SEPEE 16,47 1.647
09. MANGEMPANG 13,80 1.380
10. SIAWUNG 8,36 836
JUMLAH 199,32 19.932
4 SOPPENG RIAJA
01.AJAKKANG 23,00 2.300
02. PACCEKKE 24,55 2.455
03. KIRU-KIRU 7,02 702
04. MANGKOSO 2,63 263
05. LAWALLU 6,10 610
06. SIDDO 8,80 880
07. BATUPUTE 6,80 680
JUMLAH 78,90 7.890
5 MALLUSETASI
01. CILELLANG 13,85 1.385
02. MANUBA 36,88 3.688
03. NEPO 94,65 9.465
04.PALANRO 4,50 450
05.MALLAWA 7,50 750
06. KUPA 20,23 1.023
07. BOJO 20,37 2.037
08. BOJO BARU 18,60 1.860
JUMLAH 216,58 21.658
6 PUJANANTING
01. BULO- BULO 37,08 3.708
02. GATTARENG 49,60 4.960
03. PUJANANTING 77,88 7.788
04. JANGAN - JANGAN 40,75 4.075
05. PATAPPA 77,95 7.795
06. BACU - BACU 31,00 3.100
JUMLAH 314,26 31.426
7 B A L U S U
01. BINUANG 8,36 836
02. MADELLO 11,69 1.169
03. TAKKALASI 13,80 1.380
04. KAMIRI 47,35 4.735
05. BALUSU 22,75 2.275
06. LAMPOKO 8,25 825
JUMLAH 112,20 11.220






Visi Misi

Visi

"Dengan semangat kebersamaan yang bernafaskan keagamaan, kita wujudkan Kabupaten Barru yang maju, sejahtera dan bermartabat."

Visi ini menjadi arah perjalanan pembangunan Kabupaten Barru tahun 2005 2010 dengan penjelasan makna visi sebagai berikut :

*
Semangat kebersamaan bermakna bahwa upaya membangun Kabupaten Barru perlu dilakukan dengan menggalang semangat kebersamaan dan melibatkan seluruh masyarakat Barru termasuk yang bermukim di luar Kabupaten Barru. Kebersamaan mengandung makna interkoneksitas dan mengajak semua pihak untuk bersinergi mewujudkan cita-cita pembangunan.
*
Bernafaskan keagamaan bermakna bahwa pembangunan di Kabupaten Barru dilakukan dengan mengutamakan nilai-nilai luhur agama, khususnya agama Islam.
*
Maju, sejahtera bermakna bahwa pembangunan Kabupaten Barru dilakukan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Kabupaten Barru yang lebih maju dan sejahtera dengan meningkatkan akses informasi, pemanfaatan teknologi maju, serta turut dalam pergaulan nasional dan internasional. Bermartabat berarti bahwa segala langkah yang dilakukan harus berpegang pada nilai-nilai luhur dan budaya masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang madani.

Visi Aparat Pemerintahan

*
Aparat yang mencari Ridho Allah, berarti bahwa semua aparat dan masyarakat selalu berorientasi untuk mendapatkan ridho Allah dalam melakukan pekerjaan sehingga produktivitas SDM semakin baik dan penyalahgunaan wewenang, perselisihan dan penekanan terhadap golongan yang lemah tidak terjadi lagi. Semuanya saling mendukung, saling membantu dan saling menguntungkan.
*
Aparat pemerintah melakukan yang terbaik, berarti bahwa aparat mencapai keberhasilan dan berusaha melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan setiap pekerjaan atau amanah yang diembannya dan prinsip yang dapat dipegang adalah melakukan yang terbaik pada setiap pekerjaan, dan bekerja hari ini, hidup ditentukan oleh hari ini sehingga dengan prinsip tersebut semua akan melakukan tugas dan tanggung jawab yang terbaik untuk hari ini, berusaha menyelesaikan seluruh pekerjaan hari ini, dan melakukan pengabdian yang terbaik hari ini. Dengan demikian, aparat pemerintahan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan masyarakat yang merasa terlayani akan mendukung dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Komitmen yang bulat dari seluruh masyarakat Barru menjadi sumber semangat untuk bangkit menjadi masyarakat maju, sejahtera dan bermartabat, berkurangnya korupsi, kolusi dan nepotisme, dan pemanfaatan sumberdaya menjadi optimal.

Kedua visi aparat tersebut, baik mencari ridho Allah maupun melakukan yang terbaik dapat menyatu dalam pepatah bugis Resopa Temmangingingi namalomo naletei pammase dewata artinya bekerja terus menerus tanpa pamrih akan mendapat ridho Allah.

Misi

Berdasarkan visi tersebut di atas, maka dirumuskan misi sebagai berikut :

*
Meningkatkan pengamalan Pancasila dan ajaran agama secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
*
Menciptakan lingkungan yang kondusif (aman, tertib dan nyaman) yang mendorong investasi dan peningkatan pendayagunaan sumberdaya pembangunan.
*
Menciptakan interkoneksitas dengan wilayah lain dan kemitraan yang sinergis/saling menguntungkan antar pelaku ekonomi dan dunia usaha dengan prinsip kesetaraan sebagai perwujudan demokratisasi ekonomi.
*
Meningkatkan peran aparatur sebagai pelayan kepentingan masyarakat, motivator, dinamisator dan aktivator untuk membangkitkan semangat dan peran serta masyarakat sebagai aktor pembangunan.



PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN DUKUNGAN INFRASTRUKTUR DAN SARANA PENDUKUNG

Pembangunan Daerah merupakan pelaksanaan fungsi dan tugas pemerintah bersama - samamasyarakat untuk secara aktif mendorong laju pertumnbuhan dan kesejahteraan masyarakat daerah.Dengan diberlakukannya Undang - undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah , maka Pemerintah daerah mempunyai perang yang sangat penting dalam mendorong pembangunan daerah, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan pembangunan daerah disegala bidang kehidupan dan penghidupan masyarakat sangat ditentukan oleh perencanaan yang mantap dan kemampuan untuk memanfaatkan potensi yang ada didaerah, baik berupa sumber daya alam mauoun sumber daya manusia yang tersedia.Proses pengelolaan pembangunan didaerah mencakup tahapan- tahapan sbb:

1. Perumusan kebijaksanaan dan sterategi pembangunan
2. Perencanaan Pembangunan
3. Penyusunan Program Pembangunan
4. Penentuan dan Pengelolaan proyek-proyek pembangunan
5. Penyelenggaraan kegiatan pembangunan
6. Pengawasan Pembangunan.

A.STERATEGI PEMBANGUNAN DAERAH

Dalam rangka pencapaian visi dan misi , maka ditetapkan sterategi pembangunan daerah sebagai berikut :

1. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia
2. Peningkatan daya saing perekonomian daerah melalui pembangunan dan pemberdayaa masyarakat, percepatan pembngunan wilayah dan peningkatan jaringan sarana dan perasarana.
3. Peningkatan kualitas lingkungan kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara.
4. Optimalisasi penerapan good governance (Pemerintahan yang baik ).

B.KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH

Dalam rangka mencapai visi dan misi sesuai dengan strategi pembangunan daerah, maka perlu dijabarkan ke dalam kebijakan pembangunan daerah dengan tujuan dan sasaran pembangunan sebagai berikut :

1. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia.
* Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan keluarga berkualitas.
* Peningkatan pemerataan dan kualitas pendidikan
* Peningkatan kualitas tenaga kerja
* Optimalisasi pelayanan sosial
* Percepatan penanggulangan kemiskinan
* Peningkatan implementasi nilai budaya lokal
* Peningkatan implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari
* Percepatan pengurangan terjadinya kesenjangan jender dalam berbagai aspek kehidupan
* Optimalisasi system informasi dan pelayanan kependudukan
* Peningkatan pembinaan / pemberdayaan pemuda dan olah raga
2. Peningkatan kualitas lingkungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
* Mempertahankan kondisi keamanan dan ketertiban yang kondusif
* Peningkatan sosialisasi, legislasi dan pelaksanaan peraturan daerah
* Peningkatan komunikasi politik untuk mendorong perwujudan demokrasi
3. Peningkatan daya saing perekonomian daerah melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, percepatan pembangunan wilayah dan peningkatan jaringan sarana dan prasarana.
* Peningkatan produktivitas pertanian, kehutanan, kelautan dan ketahanan pangan
* Peningkatan ketersediaan infrastruktur ekonomi baik perangkat lunak maupun perangkat keras
* Peningkatan sumber-sumber pendapatan daerah
* Peningkatan efesiensi penataan ruang
* Optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam dan kelautan
* Optimalisasi peran swasta dan pelaku ekonomi lainnyag. Peningkatan kualitas lingkungan hidup
* Mendorong pengembangan koperasi,usaha kecil, menengah dan industri rumah tangga, kecil dan menengah
* Peningkatan pemanfaatan petensi kepariwisataan
4. Optimalisasi penerapan good governance ( Kepemerintahan yang baik )
* Peningkatan kualitas pelayanan publik
* Pengembangan kelembagaan dan partisipasi masyarakat serta swasta.



C. INFRASTRUKTUR DAN SARANA PENDUKUNG

Dukungan sarana dan infrastruktur di Kabupaten Barru cukup tersedia,hal ini memungkinkan Kabupaten Barru siap memasuki era globalisasi dan informasi saat ini .Infrastruktur yang tersedia di kabupaten Barru antara lain sebagai berikut :

1. Pelabuhan Fery Andi Mattalatta di Garongkong, yang terletak di Kelurahan Mangempang Kecamatan Barru yang nantinya akan menghubungkan Pelabuhan Batu Licin Kalimantan Selatan dan Pelabuhan - pelabuhan lainnya, menjadikan Kabupaten Barru sebagai sasaran berinvestasi .Adapun Potensi investasi yang dapat dikembangkan meliputi pengembangan fasilitas pelabuhan dengan mengupayakan pengadaan Kapal, Pergudangan, Bongkar muat dan alat teransportasi darat
2. Pelabuhan Awerange , terletak 25 km sebelah utara Kota Barru yaitu di Kecamatan Soppeng Riaja.Pelabuhan Awerange merupakan pelabuhan umum dengan panjang Dermaga 70 meter, lebar 8 meter dengan panjang pelataran 40 meter dan lebar 4 meter ini berstatus pelabuhan antar pulau yang banyak disinggahi oleh Kapal Rakyat (Non Pelni) yang mengangkut hasil bumi seperti beras,hasil peternakan berupa sapi dan Semen dan Pupuk,serta penumpang.Pelabuhan ini dirintis oleh H.Abd Karim Sulaiman.
3. Tersedianya Irigasi Sederhana ( Setengah teknis) dan Irigasi Pedesaan yang memungkinkan produksi di Bidang Pertanian dapat meningkat.
4. Kabupaten Barru yang merupakan jakur trans sulawesi dengan tersedianya jaringan jalan yang cukup baik dan memadai untuk menunjang distribusi barang dan jasa serta merupakan jalur pasar komoditas antara daerah kedaerah lainnya.
5. Di Kabupaten Barru tersedia Kawasan Industri yang terletak di Kecamatan Mallustasi dengan luas 90 Ha.
6. Air bersih merupakan kebutuhan vital manusia yang cukup memadai dan telah dikembangkan PDAM Kabupaten Barru dan terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Barru.
7. Sarana komunikasi relatif memadai karena lokasi - lokasi dapat dijangkau dengan Handphone dan Telepon.Dikabupaten Barru telah dibangun dan telah beroperasi Telkomsel,Satelindo,ProXl dan PT.Telkom dengan Flexinya.
8. Fasilitas kelistrikan di Kabupaten Barru sudah tersedia dengan jumlah relatif memadai karena telah menjangkau hampir semua Desa/Kelurahandalam wilayah Kabupaten Barru.Tenaga listrik telahdisuplay dari PLTA Bakaru dengan sistem interkoneksi oleh PT.PLN Wilayah II Sulawesi.Total daya yang tersedia untuk Kabupaten Barru saat ini 16.905,40 KVA dan baru dimanfaatkan sekitar 50 persen, daya tersebut dapat dilakukan penambahan berdasarkan jumlah kebutuhan.
9. Tersedianya Pabrik yang cukup besar yang dapat mengolah jagung menjadi pakan ternak.
10. Kabupaten Barru yang berada dalam Wilayah KAPET ( Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu) Pare-Pare di berikan kemudahan investasi dan investor berupa insentif fiscal dan non fiscal dan diharapkan semua wilayah dapat berkembang dengan cepat dari segala aspek.
11. Dari berbagai fasilitas pendukung ,oleh Pemerintah Kabupaten Barru dlam memacu perkembangan ekonomi membuat program sterategik baik yang berjangka pendek,menengah maupun jangka panjang.Adapun program sterategis tersebut terdir dari program yang sepenuhnya dipasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Barru yang saat ini sedang berjalan dan program yang dikembangkan dengan dukungan pasilitasi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Pare pare maupun melalui kerjasama antar daerah.Program Strategis antara lain :

*
Progran Sarana dan Prasarana Perikanan dan Kelautan melalui kegiatan pembangunan Pangkalan pendaratan ikan (PPI) Polejiwa kec.Tanete Rilau.
*
Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perhubungan Laut dengan Pembangunan Dermaga Penyeberangan Fery Garongkong Kecamatan Barru.
*
Program Pengembangan Prasarana ekonomi dengan kegiatan pembangunan pusat niaga Tanete di Pekkae , Kec.Tanete Rilau.
*
Program pengembangan jalan dan jembatan dengan kegiatan pembangunan jalan poros Takkalasi Kabupaten Barru yang menghubungkan Lawo Kabupaten Soppeng.
*
Program pengembangan Kawasan Agropolitan Barru dengan kegiatan Pembangunan Terminal Agribisnis.
* Program Pembangunan Rehabilitasi dan pemeliharan dengan kegiatan Pembangunan Waduk Matajang untuk menampung dan mensuplay kebutuhan air bagi areal pertanian seluas 13.024 Ha.sebagai sumber air baku PDAM dan untuk keperluan Pariwisata.Waduk tersebut akan dapat mensuplay kebutuhan air bersih ( air minum)


# Dinas

* Perhubungan
* Pertambangan
* Pendidikan
* Kehutanan
* Pendapatan Daerah
* Kesatuan Bangsa dan Politik
* Kominfo dan Pariwisata

# Badan

* Bawasda
* Pemberdayaan Masyarakat
* Kepegawaian
* Kependudukan CS & KB
* Perencanaan Daerah

# Kantor

* Peng. Dampak Lingkungan
* Arsip, Perpustakaan, Aset
* Tata Ruang
* Ketahanan Pangan
* Koperasi
* Perindustrian




# Potensi

* Industri
* Pertanian
* Perkebunan
* Peternakan
* Perikanan / Kelautan
* Kehutanan
* Kerajinan
* Pariwisata

# Fasilitas Daerah

* Pendidikan
* Balai Latihan Kerja
* Kesehatan
* Hotel & Restoran
* Perda
* Bank
* Postel
* PLN
* Irigasi/Air Bersih

# Layanan Masyarakat

* Layanan Catatan Sipil
* Layanan Tenaga Kerja
* Layanan Perpustakaan
* Layanan Hukum
* Layanan Lain

(Sumber: barru.go.id)
 

Komentar:




Home : scriptintermedia.com
 
Berita Lain
Pilkada Sulsel Jadi Ajang Pemanasan Pilpres 2014

Pasangan Calon Perlu Konsultan Hukum

Nomor Urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2012

2012, Tahun Pilgub Sulsel

Pemilukada Serentak Bisa Jadi Bumerang

2012, Jateng akan Gelar Pilkada di Lima Daerah

Biografi/Profil Muhammad Nazar


Untitled Document
 



    Portfolio Real Quick Count Pilkada

- Pilgub Sulteng (Sulawesi Tengah)
- Pilgub Banten
- Pilgub Sulbar (Sulawesi Barat)
- Pemilukada Kota Jogja
- Pemilukada Kab. Buru, Maluku
- Pemilukada Torut Put. 2
- Pemilukada Malinau, Kaltim
- Pemilukada Kubar, Kaltim
- Pemilukada Rokan Hulu, Riau
- Pemilukada Nunukan, Kaltim
- Pemilukada Sragen, Jateng
- Pemilukada Kaur, Bengkulu
- Pemilukada Sarolangun, Jambi

Selanjutnya...



Untitled Document
 

 

    Artikel IT
Inilah Cara Internet Selamatkan Jepang

Pentingnya Teknologi Informasi untuk kesinambungan bisnis

Laporan Malware 2010: 10 Ancaman Teratas Setahun Terakhir

Inilah Inovator Muda Finalis IWIC 2010

PIN BlackBerry Jadi Alat Jejaring Sosial

Pendiri Facebook Menjadi Tokoh Tahun Ini

Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook

    IT News
Plus Minus Windows 8

Daftar 17 Teknologi Akan Memudar di 2012

Sulap Akun Fb jadi Sarana Promosi Diri

10 Kisah Terbesar Dunia Teknologi di 2011

5 Jurus Menangkal Rayuan Virus di Chat Facebook

5 Kiat Aman Belanja Online

10 Teknologi Strategis untuk 2011

    Berita Umum
2 Pembalap Bone Juara di Clas Mild Road Race

TNBNW Rusak, Gorontalo Bisa Tenggelam

Asuransi Delay Diberlakukan Januari 2012

Syahrul Jadi Ketua APPSI, Muallim Ketum Forsesdasi

Nanan Soekarna Ketua Umum PP IMI

Abraham Samad pimpin KPK

Peluang Kajian Keterbukaan Informasi Publik

+ Index   
 Copyright ©2010 Script Intermedia - All rights reserved
 Please send any comments to  webmaster@scriptintermedia.com