Untitled Document

 
Script InterMedia
 
HomeProfil Produk & Layanan | Tim Kerja | Portfolio | Kontak | Galeri Foto | Proposal RQC | Demo RQC
Untitled Document
Profil Yuhardin
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia

M: +62853 4292 1117
Pin BB: 3156C99B

Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Ssi
 
 

    News
Google
 


Minggu, 10-01-2010 
Profil Kab. Maros Sulawesi Selatan
 
Sejarah Singkat

Wilayah Kabupaten Maros pada mulanya adalah suatu wilayah kerjaa yang dkenal sebagai Kerajaan Marusu yang kemudian bernama Kabupaten Maros sampai saat ini. Selain nama Maros, masih terdapat nama lain daerah ini, yaitu Marusu dan/atau Buttasalewangan. Ketiga nama tersebut oleh sebagian masyarakat Kabupaten Maros sangat melekat dan menjadikan sebagai lambang kebanggaan tersendiri dalam mengisi pembangunan daerah.

Andi Fahry Makkasau dalam bukunya berjudul, Kerajaan –Kerjaan Maros Dalam Lintasan Sejarah “dijelaskan Bahwa Kabupaten Maros pada awalnya adalah sebuah wilayah kerjaan yang dipengaruhi oleh dua kerajaan besar di Sulawesi-Selatan, yakni kerajaan Bone dan kerajaan Gowa, kabupaten Maros dari dulu hingga saat ini saat ini dihuni dua suku, yakni Suku Bugis dan Suku Makassar

Pada masa kemerdekaan, yakni tujuh tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945 oleh pemerintah Republik Indonesia dikeluarkan peraturan No. 34 1952 Juncto PP. No. 2/1952 tentang pembentukan Afdeling Makassar yang didalamnya tercakup Maros sebagai sebuah Onderafdelling dengan 16 buah distrik, masing-masing :
1. - Distrik Turikale
2. Distrik Marusu
3. Distrik Simbang
4. Distrik Bontoa
5. Distrik Lau
6. Distrik Tanralili

7. Distrik Sudiang
8. Distrik Moncongloe
9. Distrik Bira
10. Distrik Biringkanaya

11. Distrik Mallawa
12. Ditrik Camba
13. Distrik Cenrana
14. Distrik Laiya
15. Distrik Wanua Waru
16. Distrik Gantarang Matinggi.


Keenam belas distrik diatas merupakan pusat-pusat pemerintahan di Kabupaten Maros pada masa lampau yang kemudian berkembang seiring dengan kemajuan pembangunan secara lokal maupun regional, maka sebagian wilayah Kabupaten Maros terintegrasi ke wilayah administrasi Kotamadya Ujung Pandang (Ujung Pandang berubah menjadi kota Makassar). Adapun wilayah Distrik Kabupaten Maros tersebut yang terintegrasi ke wilayah administrasi kota Makassar tersebut adalah Distrik Bira, Sudiang dan Biringkanaya. Pelepasan wilayah BIra, Sudiang dan Biringkanaya tersebut dari wilayah Kabupaten Maros tersebut pada tahuna 70-an.


Setelah menjalani titian sejaran selama lima tahun abad dimulai dengan berdirinya Kerjaan Marusu pada awla abad XV yang selanjutnya terjadi kehidupan yang berdinamika bagi setiap kerajaan mulai dari system Manorki menjadi daerah Regentschap kemudian menjadi daerah Adat Gemeenschap sampai decade terakhir menjadi distrik, maka dalam sebuah masa peralihan antara fase pemerintahan klasik/tradisional dengan pemerintahan konstitusional lahir undang-undang No.29 Tahun 1959 (14 tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945)

Undang-undang tersebut menjadi dasar hukum berdirinya Kabupaten Daerah Tingkat II se Sulawesi-Selatan termasuk didalamnya adalah Kabupaten Maros yang meliputi gabungan tiga persekutuan adat. Setelah terbentuknya Maros sebagai wilayah administrasi Kabupaten dari Tahun 1960 sampai sekarang,telah dipimpin oleh 11(sebelas)Bupati Kepala Daerah



Posisi Geografis

Kabupaten Maros merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan ibukota propinsi Sulawesi Selatan, yakni Kota Makassar dengan jarak kedua kota tersebut berkisar 30 km. Kabupaten Maros memiliki luas wilayah 1.619.12 Km dan terbagi dalam 14 wilayah kecamatan , letak geografis yang sangat strategis dengan batas administrasi wilayah; Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Bone, Sebelah Selatan berbatasan dengan kabupaten Gowa dan Kota Makassar, Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar


Kemiringan Lereng

Kabupaten Maros dengan kemiringan lereng 0-2 % merupakan daerah yang dominan dengan luas wilayah 70.882 Ha atau sebesar 44% sedangkan daerah yang memiliki luas daerah yang sempit berada pada kemiringan 2-5% dengan luas wilayah 9.165 Ha atau sebesar 6% dari luas total wilayah. Untuk pengembangan wilayah dengan tingkat kelerengan 0-2% dominan berada pada sebelah Barat.


Bentang Alam

Ketinggian wilayah di Kabupaten Maros berkisar antara 0 – 2000 meter dari pemukiman laut. Ketinggian 0-25 mdpl merupakan daerah yang dominan dengan luas wilayah 63.083 Ha atau sebesar 39%, ketinggian 25-100 mdpl dengan luas 10.161 Ha atau 6%, ketinggian 100-500 mdpl dengan luas 45.011 Ha atau 28%, ketinggian 500-1000 mdpl sekitar 36.464 Ha atau 23%,dan daerah yang memiliki luas daerah yang sempit berada pada ketinggian > 1000 mdpl dengan luas wilayah7.193 ha atau sebesar 4% dari luas total wilayah.


Geologi

jenis tanah di Kabupaten Maros terdapat lima jenis tanah yang tersebar dibeberapa daerah seperti jenis tanah aluvial terdapat disepanjang pantai sebelah barat Kabuapten Maros, luas penyebaran 56.053 ha atau 34%; tanah litosol penyebaran 51.498. ha atau 28% tanah podsolik terdapat di daerah berbukti sampai bergunung, luas persebarangnya 8.729 ha atau 5% dan jenis tanah latosol mempunyai luas persebaran 17.862 ha atau 11%


Hidrologi

Air dibawah permukaan dapat diperoleh dengan tingkat kedalaman 10 – 15 meter dan sumur dalam yang diperoleh melalui pengeboran dengan kedalaman antara 75-100 meter. Sedangkan sumber air permukaan berupa air sungai yang tersebar di beberapa kecamatan, dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga dan kegiatan pertanian, meliputi Sungai Maros,Parangpakku, Marusu,Pute,Borongkalu,Batu Pute,Matturungeng,Marana,Campaya,Patunuengasue,Bontotanga dan Tanralili.


Klimatologi

Kabupaten Maros mempunyai tipe iklim B2 yaitu jumlah bulan basah 7-9 bulan dan bulan kering 2-4 bulan, type iklim C2 yaitu jumlah bulan basah 5 -6 bulan dan bulan kering 2-3 bulan,type iklim C3 yaitu jumlah bulan basah 5-6 bulan dan bulan kering 3-5 bulan , type iklim D2 yaitu jumlah bulan basah 3-4 bulan dan bulan kering 2-3 bulan dan type iklim E2 yaitu jumlah bulan basah kurang 3 bulan dan jumlah bulan kerin 2-3 bulan.


Kabupaten Maros sebagai pusat pelayanan transportasi udara internasional,yakni Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Bandar udara ini terletak di kecamatan Mandai dan merupakan wilayah pintu gerbang Sulawesi-Selatan dan KTI yang mengindikasikan bahwa Kabupaten Maros adalah gerbang utama pembangunan regional dan nasional.

Kabupaten Maros sebagai pusat Pusat Pelatihan dan Pendidikan TNI-AD Kostrad Lokasi kegiatan ini berlokasi pada dua kecamatan, yakni Sambueja Kecamatan Bantimurung dan Kariango Kecamatan Tanralili. Disamping itu, Kecamatan Mandai merupakan daerah pangkalan Udara yang menyatu dengan Bandar Udara Sultan Hasanuddin.


Kabupaten Maros sebagai pusat penelitian Pertanian, yakni Balai Penelitian Tanaman Sereal dan tanaman pangan yang berlokasi di kecamatan Lau. Balai penelitian ini melakukan serangkaian penelitian untuk menghasilkan inovasi teknologi pertanian sekaligus mendiseminasikan secara terarah guna mendukung upaya peningkatan produksi pertanian sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi-Selatan.


Kabupaten Maros sebagai Pusat Kegiatan Keagamaan, yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh jamaah Khalwatiah sammang. Pada setiap hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW, jamaah Khalwatiah Sammang bersatu melakukan sikir akbar yang berlokasi di Patte’ne Kecamatan Marusu. Asal jamaah Khalwatiah Sammang tersebut tersebar diseluruh nusantara, bahkan ada yang berasal dari Malaysia.

Kabupaten Maros bagian Wilayah Pengembangan Kawasan Metropolitan Mamminasa. Wilayah yang masuk dalam pengembangan ini adalah kecamatan Mandai,Moncongloe, Tompobulu, Bantimurung,Marusu,Turikale,Tanralili, Lau,Maros Baru,Simbang, dan Bontoa. Dari luas wilayah pengembangan Kawasan Mamminasata sebesar 2.462. Km2, wilayah Kabupaten Maros yang menjadi bagian kawasan pengembangan tersebut adalah 1.039 Km2 atau 42,20%


Visi dan Misi


Kantor Bupati Maros


VISI
Visi Pembangunan Kabupaten Maros telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Maros, yaitu : Peran Mewujudkan perikehidupan Mandiri dan Mapan yang bernuansa Iman dan Taqwa, dengan Serta Masyarakat Maros menjadi Maju di Era Pembangunan yang Akan Datang.

Visi Kabupaten Maros ini mengandung pengertian yang luas dan menggambarkan aspirasi dan cita-cita masyarakat Maros.

* Bersama masyarakat mewujudkan Maros yang maju,mapan dan mandiri dalam nuansa iman dan taqwa dengan arah pengembangan dan perubahan yang berkelanjutan.
* Maju dalam pengertian adalah terbuka dengan nilai-nilai baru yang positif,konstruksi,selalu menginginkan peningkatan pertumbuhan dan pengembangan, berorientasi ke masa depan, tidak muda terpuaskan dengan kondisi yang ada, terdorong mencari hal-hal yang baru dan berpandangan luas.
* Mandiri dan Mapan, Wacana Mandiri dengan pengertian tidak tergatung sama sesuatu, ketergantungan pada sesuatu tidak sampai menjadi kendala dan selalu berusaha menjadi mencari jalan keluar,mempunyai kemampuan,prakarsadan motivasi, mempunyai rasa percaya diri, mampu mengelolah dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
* Mapan adalah tidak terganggu atau stabil kedudukan akan kehidupannya sehingga tercipta sesuatu kekuatan sinergis bain antar desa,kecamatan local/wilayah.
* Mandiri dan mapan dalam konsepsi Visi Maros merupakan penjabaran dari wacana kemandirian lokal dan Visi Sulawesi Selatan yang merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan.


MISI
Rumusan misi Maros dijabarkan dari misi Pembentukan Negara yang tercantum pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Misi yang dimaksud memiliki tiga dimensi,yakni :

* Misi Kamtibmas,berupa melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
* Misi Kesejahteraan,berupa kemajuan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
* Misi Pembentukan Lingkungan, berupa ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial.


Gambaran Umum PDF Print E-mail









Penduduk
Dalam lima tahun terakhir (2004-2008) penduduk Kabupaten Maros mengalami peningkatan dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 1,9% pertahun. Pada tahun 2004 jumlah pendudk Kabupaten Maros tercatat 140.717 jiwa dan pada tahun 2008 telah mencapai 303.211 jiwa. Kepadatan Rata-rata Penduduk Kabupaten Maros tahun 2008 tercatat lebih kurang 216 jiwa/km2.


Jumlah penduduk yang berkerja menurut lapangan usaha di Kabupaten Maros terdiri dari : penduduk yang bekerja pada lapangan usaha pertanian berjumlah 58.294 jiwa atau 59.44% penduduk yang bekerja pada lapangan usaha jasa berjumlah 9.307 jiwa atau 9,49 % Penduduk yang bekerja pada lapangan industry dan pengolahan berjumlah 4.786. jiwa atau 4,88% dan penduduk yang bekerja pada sektor lainnya sebanyak 16.378. jiwa atau 16.70%

Tenaga Kerja
Pencari kerja di kabupaten Maros 2008 mencapai 21.833 atau 7,24 % dan yang berstatus bekerja tercatat 98.072 orang atau 32,51% dari jumlah penduduk Kabupaten Maros tahun 2007 sebanyak 301.697 jiwa. Tenaga kerja yang terserap berkerja yang paling besar adalah sektor pertanian sebanyak 58.294 jiwa atau 59,44% dan yang terendah adalah sektor industry pengolahan yang hanya mencapai 4,88% dari jumlah total penduduk yang bekerja. Pada sektor lainnya seperti sektor perdagangan, pegawai dan sebagainya 16.378 orang atau 16,70%


Adat istiadat
Secara umum wilayah Kabuapten Maros memiliki kebudayaan yang tak jauh berbeda dengan kebudayaan yang dianut oleh masyarakat Provinsi Sulawesi-Selatan dan daerah sekitarnya. Jika dilihat dari bahasa keseharian penduduk yang digunakan, maka terlihat bahwa budaya masyarakat kabupaten Maros dipengaruhi oleh 2 (dua) suku, yaitu suku Bugis dan Makassar yang keduanya lebih menekan pada buadaya siri. Sifat gotong royong masih cukup menonjol dalam kegiatan sehari-hari yang sifatnya menyangkutnya kepentingan umum yang dilakukan secara bersama-sama.

Kawasan Pesisir dan Laut
Wilayah kawasan pesisir dan laut Kabuapten Maros merupakan kawasan pesisir dari selat Makassar. Terdapat (empat) wilayah kecamatan dalam kawasan pesisir antara lain : Kecamatan Bontoa,Kecamatan Lau,Kecamatan Marusu, Kecamatan Maros Baru.


Kebijakan Pembangunan

Kebijakan Pembangunan Kabupaten Maros Meliputi:

1. Kebijakan Sosial Budaya

* Mendorong terwujudnya jati diri dan keperibadian masyarakat Kabupaten Maros melalui pembinaan kebudayaan daerah yang bersumber dari warisan budaya luhur,menuju berkembangnya kemandirian.
* Mengangkat nilai-nilai lokal yang dianut untuk dikembangkan dalam lapisan masyarakat sebagai patokan dalam berperilaku.
* Meningkatkan dan mengembangkan kelembagaans sosial yang berdasar kepada kemandirian sehingga mendorong dan meningkatkan nilai-nilai budaya masyarakat dalam pembentukan lingkungan dan perilaku yang sehat.


2. Kebijakan Sosial Ekonomi

* Meningkatkan profesionalisme aparat dan perluasan jangkauan pelayanan sosial ekonomi yang makin adil dan merata yang ditandai dengan meningkatkan kesetiakawanan sosial, serta mengutamakan fungsi pengembangan ekonomi yang berbasisis nilai-nilai lokal.
* Mengembaangkan dan menerapkan nilai-nilai pengetahuan lokal dalam pemanfaatan sumberdaya alam secara optimal melalui penerapan agribisnis yang berdasar pada kondisi sosial ekonomi yang berlaku dimasyarakat dan sumber daya lokal yang produksi serta tahan terhadap perubahan gejolak.


3. Kebijakan Spasial

* Pengelolaan kawasan lindung yang diarahkan untuk untuk melindugi dan melestarikan lingkungan hidup yang ada dalam kawasan lindng serta pengelolaan kawasan budidaya sesuai arahan kebijakan kesehatan.
* Mengarahkan pengelolaan kawasan perkotaan, pedesaan, dan kawasan tertentu dengan pemanfaatan ruang secara optimal, efesien,dan efektif.
* Mengarahkan pembagunan yang diprioritaskan pada perkembangan yang di capai serta prospek pengembangan dan pengamanannya di masa yang akan datang.


4. Kebijakan Tata Ruang

* Penataan ruang dilakukan untuk mengembangkan keterkaitan yang bersifat sinergis antar tatanan wilayah (desa,kecamatan ,kawasan pengembangan dsb). Dengan tatanan masyarakat.
* Pemerintah Kabupaten Maros mempunyai wewenang penuh untuk mengawasi berbagi pelanggaran pemanfaatan ruang, termasuk mencegah aktivitas yang dapat merusak lingkungan hidup.
* Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang menjadi kewenangan daerah di dasarkan tata ruang, khususnya di susun oleh Pemerintah Kabupaten Maros Serta Pemerintah Provinsi Sulawesi-Selatan, sehingga dapat diperoleh pada pemanfaatan ruang yang optimal bagi kepentingan daerah.
* Mempercepat daerah pembagunan terpencil untuk mengurangi keterasingan dan mempercepat pemerataan hasil pembangunan.
* Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang menjadi kepentingan daerah agar dioptimalkan demi kepentingan pembangunan di daerah serta memperhatikan dengan daerah lain.


5. Sasaran Pembangunan
Pada dasarnya sasaran pembagunan daerah Kabupaten Maros menitik beratkan pada upaya peningkatan kesejahteran masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki yang antara lain :

* Tumbuhnya sikap mandiri pada masyarakat Kabupaten Maros melalui peningkatan peran serta dalam pembangunan , peningkatan efisiensi dan produktifitas masyarakat.
* Meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan lahir batin melalui peningkatan pendapatan,rasa aman dan pemerintahan pelayanan sosial lainnya.
* Meningkatkan pemerataan pertumbuhan antar wilayah dan antar kelompok sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Maros.
* Menigkatkan fasilitas pelayanan sebagai salah satu Pusat Pelayanan di Sulawesi Selatan.



6. Prioritas Pembangunan Wilayah
Dengan ditetapkan bidang ekonomi sebagai titik berat yang merupakan penggerak utama pembangunan di kabupaten Maros yang diserasikan dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia,maka prioritas pembangunan adalah dibidang ekonomi dengan keterkaitan antara pertanian dalam arti luas dan industri serta bidang pembangunan lainnya yang dikaitkan dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia, sebagai berikut :

* Peningkatan ketaguhan pertanian dalam arti luas yang didukung oleh pemanfaatan teknologi, dengan penekanan.

a. Pemantapan produksi pertanian tanaman pangan untuk meningkatkan swasembada pangan nasional.
b. Peningkatan Pemanfaatan sumberdaya lahan untuk mengembangkan perkebunan, peternakan dan perikanan sesuai dengan daya dukung wilayah berdasarkan konsep Pengwilayahan Komoditas dengan perlakuan yang berteknologi tepat guna sehingga semakin meningkatkan keunggulan kompratif produksi perkebunan daerah
c.Perbaikan dan pemantapan lembaga-lembaga pemasaran produksi pertanian.


* Penataan dan pengaturan struktur industry dengan penekanan pengembangan agoindustri yang mempunyai keterkaitan kuat dengan pertanian sebagai mata pencaharian sebagian besar penduduk yang ditujukan untuk perbaikan struktur ekonomi daerah yang makin berimbang

* Pemantapan sistem dan kelembagaan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang kuat bagi masyarakat daerah.
* Memantapkan dan meningkatkan penyediaan fasilitas perkotaan sebagai salah satu daerah penyangga atau hinterland kota Makassar
* Pemantapan prasarana fisik perhubungan untuk mendukung pemerataan antar pertumbuhan wilayah dan dukungan terhadap perdagangan daerah dan regional serta pengembangan pariwisata daerah.
* Pengembangan dan peningkatan wilayah terbelakang dengan penanganan khusunya melalui program pengembangan kawasan terpadu dan program pengembangan wilayah.
* Peningkatan upaya penanganan pelestarian sumberdaya alam lingkungan hidup melalui penaganan :

a. Penanggulangan Lahan kritis
b. Pengendalian perladangan khususnya perladangan berpindah
c. Pemanfaatan teknologi perkebunan dalam arti luas yang berwawasan kelestarian sumberdaya alam
d. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang arti dan fungsi lingkungan hidup.

* Peningkatan dan pengembangan lembaga-lembaga swadaya masyarakat ditingkat pedesaan/kelurahan sebagai upaya pengembangsan partisipasinya dalam pembangunan.
* Peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, keluarga berencana sebagai pendukung utama peningkatan kualitas sumberdaya manusia.
* Peningkatan propesionalisme dan pendayagunaan aparatur melalui peningkatan kualitas dan kuantitas yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab.
* Peningkatan upaya tertib dan disiplin anggaran serta pengembangan obyek-obyek pungutan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk lebih menigkatkan kemampuan pembangunan daerah.
* Peningkatan Sektor /Sub sector dan kegiatan yang sesuai dengan sifat dan daya dukungnya terhadap pemecahan masalah daerah dan pencapaian tujuan daerah.







7. Kebijakan Sektoral.
Kebijakan sektoral Kabupaten Maros meliputi tentang fungsi dari wilayah pengaruh untuk kegiatan budidaya yang sedang dikembangkan dan interaksi yang terjadi didalamnya. Kebijaksanaan pengembangan dari masing-masing sector dari kegiatan budidaya tersebut.

Strategi Pengembangan Sektor Industri.
Dalam pembangunan jangka panjang di perkirakan yang mungkin timbul dalam hubungannnya dengan upaya pengembangan sector industry :


* Pengembangan industry untuk mempercepat pergeseran sector perekonomian daerah antara lain sektor pertanian dan industri serta sektor produktif lainnya.
* Meningkatkan pengaturan kawasan pengembangan industr yang dikaitkan dengan tata ruang kabupaten dan mendorong timbulnya industri pada wilayah yang memiliki sumberdaya alam dan bahan baku industri.
* Mengembangkan sumberdaya manusia sebagai tenaga ahli yang terampil meningkatkan daya tarik investasi yang lebih menguntungkan di sektor pengembangam industri.
* Mengembangkan dan mempercepat pertumbuhan industry kecil dan menengah yang lebih terarah,terpadu dan efektif sehingga menjadi tulang punggung struktur industri
* Menentukan kebijksanaan yang tepat di bidang pengembangan industri daerah.


Strategi Pengembangan Sektor Pertanian dan Perikanan

* Meningkatkan produktifitas dengan memanfaatkan secara optimal potensial lahan baik sawah maupun lahan kering.
* Meningkatkan sumber daya manusia petani dengan meningkatkan keterampilan dan pengelolaan pemasaran yang didukung oleh usaha petani yang berorientasi pasar.


Strategi Pengembangan Sektor Perdagangan

* Peningkatan kemampuan jaringan jalan agar dapat mengimbangi pertumbuhan jumlah kendaraan, selain itu perlu diberlakukan pembatasan kemampuan jalan untuk ruas tertentu.
* Peningkatan aksesibilitas untuk menuju desa-desa terpencil yang belum terlayani.


Strategi Pengembangan Sektor Tranportasi

* Mengembangkan lokasi penyambangan tanpa menganggu kelestarian hidupMemantapkan pemanfaatan ruang agar tidak menjadi kendala dalam pengembangan usaha pertambangan,sehingga tidak tumpang tindih dalam pemberian hak pemanfaatan ruang dapat di hindari.
* Meningkatkan kemampuan tenaga ahli di bidang pertambangan dengan pemantapan modal.


Strategi Pengembangan Sektor Pertambangan

* Pengaembangan lokasi pertambangan tanpa mengganggu kelestarian hidup
* Memantapkan pemanfaatan ruang agar tidak terjadi kendala dalam pengembangan kendala usaha pertambangan, sehingga tidak tumpang tindih dalam pemberian hak pemanfaatan ruang dapat dihindari
* Meningkatkan kemampuan tenaga ahli dibidang pertambangan dengan pemantapan modal


Strategi Pengembangan sektor Pendidikan

* Meningkatkan pemerataan pendidikan dasar yang bermutu di seluruh kecamatan, sehingga dapat memperkecil jumlah anak putus sekolah dan menjangkau masyarakat menengah ke bawah di desa tertinggal serta penyiapan sarana pendidikan yang cukup.


Strategi Pengembangan Sektor Kesehatan

* Menerapkan penyebaran tenaga kesehatan yang merata pada berbagai unit pelayanan kesehatan.
* Meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat sehingga mampu menyerap informasi penyuluhan kesehatan dan untuk dapat menerima konsep pengobatan modern dan menerapkan prilaku hidup sehat.


Strategi Pengelolaan Keuangan Daerah

* Mengembangkan dan memanfaatkan potensi dan sumber-sumber yang secara optimal dapat mendukung pembiayaan pembangunan, sehingga ketergantungan keuangan daerah dari bantuan pemerintah tetap dominan.
* Meningkatkan kualitas profesionalisme sumber daya manusia terhadap aparat pengelolaan keuangan daerah.


8. Pola dan Pemanfaatan Ruang
Untuk menciptakan efesiensi dan efesiensi dan efektifitas penggunaan ruang, maka sangat di perlukan adanya kebijaksanaan dan intensifikasi dan ekstensfikasi pemanfaatan ruang. Kebijaksanaan dasar intensifikasi dan arah ekstensifikasi pemanfaatan ruang yang harus ditempuh adalah :

* Ketersediaan lahan di pusat kota untuk pembangunan sangat terbatas, sehinggga perlu pemanfaatan lahan secara optimal dan efesien untuk berbagai jenis kegiatan perdagangan dan jasa.
* Pengaturan tata letak orintasi bangunan pada kawasan terbagun saat ini sangat diperlukan agar tercipta efesiensi pemanfaatan ruang, utamanya mempertegas sempadan dan besaran persil setiap bangunan.
* Memantapkan dan memperjelas hirarki pusat-pusat pelayanan kota yang ada agar tidak terjadi polarisasi ke pusat kota atau ke pusat kegiatan komersil yang memiliki potensi unruk dikembangkan sebagai pusat pelayanan.



Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka kebijaksanaan pengembangan struktur tata ruang di tetapkan berdasarkan asumsi sebagai berikut :

* Fungsi dan peranan kota
* Karateristik fisik dasar alamiah satia kawasan
* Kecenderungan perkembangan fisik kota
* Struktur dan pola pemanfaatan ruang eksisting
* Kecenderungan perubahan fungsi-fungsi ruang
* Jumlah penduduk.


9.Sasaran Pembangunan
Pada dasarnya sasaran pembangunan daerah Kabupaten Maros menitik beratkan pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki, yang antara lain :

* Tumbuhan sikap mandiri pada masyarakat Kabupaten Maros melalui peningkatan peran serta dalam pembangunan, peningkatan efisiensi dan produktivitas masyarakat
* Meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan lahir batin melalui peningkatan pendapatan, rasa aman dan pemerintahan pelayanan sosial lainnya.
* Meningkatkan pemerataan pertubuahan antar wilayah dan antar kelompok sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Maros.
* Meningkatkan fasilitas pelayanan sebagai salah satu Pusat Pelayanan di Sulawesi Selatan





10. Prioritas Pembangunan Wilayah
Dengan ditetapkan bidang ekonomi sebagai titik berat yang merupakan penggerak utama pembagunan di Kabupaten Maros yang diserasikan dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia, maka prioritaskan pembangunan adalah dibidang ekonomi dengan keterkaitan antara pertanian dalam arti luas dan industri serta bidang pembangunan lainnya yang dikaitkan dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia, sebagai berikut :

a. Peningkatan ketaguhan pertanian dalam arti luas yang didukung oleh pemanfaatan teknologi, dengan penekanan:



* Pemantapan produksi pertanian tanaman pangan untuk meningkatkan swasembada pangan nasional
* Peningkatan pemanfaatan sumberdaya lahan untuk mengembangkan perkebunan,peternakan dan perikanan sesuai dengan daya dukung wilayah berdasarkan Konsep Pengwilayahan Komoditas dengan perlakuan yang berteknologi tepat guna sehingga semakin meningkatkan keunggulan kompratif produksi perkebunan daerah
* Perbaikan dan pemantapan lembaga-lembaga pemasaran produksi pertanian.


b. Penataan dan pengaturan struktur industry dengan penekanan pengembangan agroindustri yang mempunyai keterkaitan kuat dengan pertanian sebagai mata pencaharian sebagian besar penduduk yang ditujukan untuk perbaikan struktur ekonomi daerah yang makin berimbang.

c. Pemantapan sistem dan kelembagaan koperasi sebagai lembaga ekonomi yang kuat bagi masyarakat daerah.

d. Memantapkan dan meningkatkan penyediaan fasilitas perkotaan sebagai salah satu daerah penyangga atau hinterland

e. Pemantapan prasarana fisik perhubungan untuk mendukung pemerataan antar pertumbuhan wilayah dan dukungan terhadap perdagangan daerah dan regional serta pengembangan pariwisata.

f. Pengembangan dan peningkatan wilayah-wilayah terbelakang dengan penanganan khususnya melalui program pengembangan kawasan terpadu dan program pengembangan wilayah.

g. Peningkatan upaya penanganan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup melalui penanganan :

* Penanggulangan lahan kritis
* Pengendalian perladangan khusunya perladangan berpindah
* Pemanfaatan teknologi perkebunan dalam arti luas yang berwawasan kelestarian sumberdaya alam
* Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang arti dan fungsi lingkungan hidup.


h. Peningkatan dan pengembangan lembaga-lembaga swadaya masyarakat ditingkat pedesaan/kelurahan sebagai upaya pengembangan partisipasinya dalam pembangunan .

i. Peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, keluarga berencana sebagai pendukung utama peningkatan kualitas sumberdaya manusia.

j. Peningkatan propesionalisme dan pendayagunaan apartur melalui peningkatan kualitas dan kuantitas yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab.

k. Peningkatan upaya tertib dan disiplin anggaran serta pengembangan obyek-obyek pungutan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk lebih meningkatkan kemampuan pembangunan daerah.

l. Peningkatan sektor/Sub sektor dan kegiatan yang sesuai dengan sifat dan daya dukungnya terhadap pemecahan masalah daerah dan pencapaian tujuan daerah.

11. Rencana Tata Ruang
Secara garis besar arahan tata ruang wilayah Kabuapten Maros membagi wilayah itu menjadi 2 kawasan yaitu : cagar alam atau kawasan lindung (kawasan non budidaya) serta kawasan budaya non budidaya) serta kawasan budidaya. Selain itu juga diarahkan pengembangan kawasan wisata yang meliputi wisata budaya kecamatan Simbang, wisata air terjun dan wisata alam di kecamatan Bantimurung, wisata cagar alam di kecamatan Bantimurung,cenrana dan mallawa, wisata air panas dikecamatan mallawa,serta ekowisata Puca di Kecamatan Tompobulu.
Kabupaten Maros sebagai salah satu wilayah pendukung di satuan pembangunan bagian Makassar yang berpusat di Kota Makassar, dengan orientasi pengembangan pada fungsi kegiatan agroindustri, pertanian lahan basah, perkebunan, peternakan,pariwisata,jasa,perikanan, pertambangan,pemukiman dan perdagangan.sebagai landasan pengembangan wilayah Kabupaten Maros, dibagi menjadi 4 (Empat) satuan kawasan pengembangan tersebut:


1. Wilayah pengembangan I : Sub wilayah pembangunan bagian barat dengan pusat pengembanga Kota Maros yang meliputi Kecamatan Maros Baru,Marusu,lau,Mandai dan Bontoa. Pada sub wilayah ini pembangunan ini akan dikembangkan lapangan usaha yang meliputi : pada ,paliwija,holtikultura,perikanan/tambak,peternakan (unggas) perangkutan, jasa-jasa perusahaan dan perbankan.



2. Wilayah Pengembangan II : Sb wilayah Pengembangan bagian tengah dengan pusat pengembangan ibu kota Bantimurung yang meliputi kecamatan Bantimurung,dan simbang. Pada Sub wilayah pembangunan ini akan dikembangkan lapangan usaha pariwisata perkebunan,peternakan,padi,palawija dan kehutanan.

3. Wilayah pengembangan III : Sub wilayah pembangunan Bagian selatan dengan pusat pengembangan adalah kecamatan Tanralili yang meliputi wilayahkecamatan tanraili,Moncongloe,dan Tompo Bulu. Pada Sub Wilayah pengembangan ini akan dikembangkan lapangan usahan yang meliputi : padi,palawija, holtikuktura, perkebunan,kehutanan,peternakan,industry,perdagangan dan angkutan.

4. Wilayah Pengembangan Wilayah IV : Sub wilayah pembangunan Bagian Timur dengan pusat pengembangan Kota Camba yang mencakup wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Camba dan Mallawa, dan Cenrana. Adapun lapangan usaha yang akan dikembangkan meliputi: padi palawija,perkebunan,kehutanan,peternakan,industrI,perdagangan dan angkutan.

Sedangkan untuk arahan kebijakan pembangunan dan pengembangan kawasan-kawasan tertentu yang diperkirakan tumbuhan dengan cepat adalah :

Kawasan Mandai (Bandar Udara)

Lingkungan kawasan ini meliputi Kecamatan Mandai dan Turikale, kawasan ini potensial untuk pengembangan perkotaan, perhubungan dan Industri pengolahan yang diarahkan kepada :

* Pengembangan prasarana utama untuk kegiatan perkotaan dan industry seperti listrik, air bersih, dan telekomunikasi
* Peningkatan Sarana penunjang lainnya, seperti jalan raya dan bandar udara
* Peningkatan sumber daya manusia sebagai tenaga di industry pengelohan.



Kawasan Bontoa (Kawasan Pelabuhan rakyat Pajukukang)
Lingkup kawasan ini meliputi kecamatan Bontoa dan Lau,Kawasan ini potensial untuk kawasan perkotaan, perikanan dan pertambangan yang pengembangannya diarahkan pada :

* Pengembangan prasarana utama untuk kegiatan perkotaa n seperti listrik,air bersih, dan telekomunikasi .
* Peningkatan prasarana penunjang lainnya, seperti jalan raya dan pelabuhan laut
* Pengembangan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja di pertambangan dan perikanan.



Kawasan Camba (Pengelohan hasil-hasil perkebunan dan Industri )
Lingkup kawasan ini meliputi Kecamatan Camba dan Mallawa, kawasan ini potensial untuk pengembangan perkebunan, keutanan, industry (Untuk pengolahan hasil-hasil perkebunan dan industri) kehutanan, pengembangannya diarahkan pada :

* Pengembangan prasarana utama untuk kegiatan industri seperti listrik, air bersih, dan telekomunikasi.
* Peningkatan prasarana penunjang lainnya, seperti jalan raya.
* Meningkatkan produktivitas perkebunan dan kehutanan dengan melakukan peremajaan tanaman perkebunan
* Pengembangan sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja di sektor kehutanan dan perkebunan




Kawasan Bantimurung (Kawasan wisata)
Kawasan ini meliputi Kecamatan Bantimurung dan cenrana, merupakan wilayah yang perkebangan pariwisata, perkebunan,kehutanan. Arahan pengembangan yang dapat diusulkan untuk kawasan ini sebagai berikut :



* Pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana serta meningkatkan hubungan kawasan ini dengan kawasan sekitar.
* Pengembangan transportasi darat untuk peningkatan aksesibilitasi intra wilayah.
* Meningkat produktivitas perkebunan dan kehutanan dengan melakukan peremajaan tanaman perkebunan.
* Pengembangan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja di industry pariwisata dan perkebunan.



Kawasan Tompobulu (kawasan ekowisata Tompobulu)
Lingkup kawasan ini meliputi kecamatan Tompobulu, kawasan ini potensial untuk pengembangan perkebunan,kehutanan, peternakan dengan sumberdaya alam berupa panorama alam,pengembangannya diarahkan pada :

* Pengembangan prasarana utama untuk kegiatan pariwisata berupa air bersih dan telekomunikasi.
* Peningkatan prasarana penunjang lainnya, seperti jalan raya.
* Meningkatkan produktivitas perkebunan dan kehutanan dengan melakukan peremajaan tanaman perkebunan.
* Pengembangan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja di sector kehutunan dan perkebunan.



Kawasan Marusu (Desa Tellu Pocoe,Abbulo,Sibantang dan Bontomanai Kawasan industri Pate’ne).
Kawasan ini potensial untuk pengembangan industri (industri pengolahan pada Desa Tellu Pocoe,Abbulo Sibatang dan Bontomanai) dan perikanan. Pengembangan diarahkan pada :

* Pengembangan prasarana dan sarana utama untuk kegiatan industri
* Peningkatan prasarana penunjang lain (jalan dan pelabuhan laut)
* Pengembangan sumber daya manusia
* Pengembangan/perbaikan teknologi penangkapan ikan


Pariwisata


Wilayah Kabupaten Maros merupakan salah satu Kabupaten tempat tujuan wisata di Provinsi Sulawesi-Selatan antara lain : UPTD Rekreasi,Bantimurung,kolam renang,Tempat Prasejara (TPS) Leang-Leang dan beberapa objek wisata lainnya.

Jumlah pengunjung kolam renang tahun tahun 2008 sebanyak 3.000 orang. TPS leang-leang Bantimurung yang merupakan obyek wisata sejarah, sebanyak 5.719 orang dan obyek wisata alam Bantimurung sebanyak 603.017 orang. Pengunjung yang melakukan rekreasi/berwisata pada UPTD Rekreasi Bantimurung tahun 2008 adalah umum wisata domestic sebanyak 600.865 orang dan turis sebanyak 2.152 orang dengan realisasi hasil penerimaan sebanyak Rp. 3.090.911.500,- dan tahun 2008 ditargetkan hasil penerimaan sebesar Rp. 3.200.000.


TRANSPORTASI

Badar Udara Internasional Sultan Hasanuddin

Di Kabupaten Maros terdapat Bandar Udara Hasanuddin yang potensi berkembang sebagai Bandar udara internasional yang dapat menunjang kegiatan ekonomi serta dapat mengakomodasi pergerakkan manusia dan barang. Bandara Makassar (Bandara Hasanuddin) merupakan sebuah bandara domestik dan gerbang Pulau Sulawesi. Bandara ini juga berperan sebagai bandara pusat Kawasan Timur Indonesia. Lalu lintas udara baik kargo dan penumpang,terus menerus meningkat saat ini. Bandara ini (Bandara Hasanuddin) terletak di Kecamatan mandai dan lokasinya menguntungkan bagi pengembangan industri dan perdagangan karena jaraknya yang dekat dengan pusat Kota Makassar.

Jumlah kedatangan dan pemberangkatan pesawat di bandara Hasanuddin pada tahun 2008 sebanyak 50,103 dengan perkembangan rata rata tiap tahunnya adalah 6,29% jumlah penumpang sebanyak 7,706,382 orang. Barang 55,760,384 kg. cargo 43,952,312 ton. Dan paket pos sebesar 1,509,271 ton. Bandar Udara Hasanuddin saat ini telah dikembangkan dengan luas lahan berkisar 554,6 hektar.



Perkembangan Transportasi Udara
Tingkat pelayanan Bandar udara Hasanuddin terus akan mengalami peningkatan, dimana pertumbahan rata-rata penumpang yang datang dan berangkat tiap tahunnya mencapai 39,37% jumlah pesawat mengalami pertumbuhan rata-rata 7,29%, cargo 6,18% dan pos 2,87% serta barang bawahan 12,73%. Pada tahun 2004-2008 cenderung mengalami peningkatan.




RENCANA PEMBANGUNAN

SDM Pegawai Pemerintahan Human Resource of Government Officer

Dalam mewujudkan pembanguan daerah kabupaten Maros tidak terlepas dari potensi yang dimiliki disamping peluang dan kekuatan yang dimiliki dalam tatanan wilayah Provinsi Sulawesi-Selatan. Guna mewujudkan system pelayanan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Maros, SDM melalui aparatur pemerintahan sebagai penyelenggara pemerintahan daerah, baik ditingkat desa, kecamatan hingga kabupaten sangat menentukan.

Jumlah pegawai di Kabupaten Maros tahun 2008 terjadi peningkatan, dimana dari 5.506 orang jumlah pegawai pada tahun 2006 naik menjadi 6.020 orang tahun 2007 atau mengalami pertumbuhan sebesar 9,34%. Berdasarkan tingkat pendidikan pegawai juga memperlihatkan bahwa sebanyak 139 orang tingkat SD, SMP,184 orang,SMU 2073 orang, sarjana muda/diploma sebanyak 793 orang, S1 sebanyak 1.589 orang dan S2 dan S3 sebanyak 332 orang.

Peluang Investasi.
Potensi yang dimilki Kabupaten Maros dikembangkan sebagai keunggulan komparatif (comparative advantange) yang dapat mengantar wilayah ini menuju suatu keunggulan kompetitif dengan kemampuan daya saing yang perlu ditunjang keterdapatan modal (capital) yang cukup untuk dialokasikan. Kecukupan modal usaha sebagai salah satu usaha komponen produksi dalam percepatan proses pembangunan akan sangat menentu laju perkembangan perekonomian wilayah (rate of ekonomi growth). Kekurangan modal menjadi salah satu factor pembatas dalam percepatan laju perkembangam wilayah Kabupaten Maros, sehingga perlunya upaya penggalangan sumber-sumber potensi investasi baik yang berasal dari hibah/bantuan luae negeri (grants), pinjaman atau utang luar negeri (loan), investasi swasta (enterpresneurs ship) serta modal masyarakat (capital stock). Selain usaha penggalangan dana pembangunan, sikap proaktif pemerintah daerah dalam promosi potensi-potensi sumberdaya dan memberi kemudahan proses investasi.

Wilayah Kabupaten Maros memiliki potensi sumberdaya alam yang potensial yang memilki peluang yang besar berdasarkan matra wilayah/kawasan pesisir/kelautan, dataran tinggi dan rendah berpeluang untuk dikembangkan di masa datang dengan bantuan investor, antara lain :
39

Potensi Pertambangan dan Mineral
Wilayah ini mempunyai prospek pertambangan yang cukup besar, dimana sebagian besar belum dikelolah sehingga memerlukan penanganan yang lebih serius dan investasi dalam mengembangkan potensi pertambangan tersebut. Potensi pertambangan tersebut antara lain :

* Batu bara dengan berkisar antara 5.620-6.000 kka/kg
* Pasir kuarsa jumlah cadangan perkiraan 150.375.000
* Mamer dengan jumlah cadangan adalah 8,359,947,00 ton
* Basal dengan jumlah cadangan berkisar 15,585,234,625 ton
* Batu gamping dengan jumlah cadangan berkisar 39.131,718,750.
* Lempung Merah(merah,hitam dan abu-abu)dengan jumlah cadangan dari ketiga jenis lempung tersebut yang tersebar berkisar 1,560.850,000 ton
* Oker dengan jumlah cadangan berkisar 12,350,000 ton
* Andesit dengan jumlah cadangan berkisar 839,531,250 ton
* Diorit dengan jumlah cadangan berkisar 1,063,125,000
* Granodiorit dengan jumlah cadangan berkisar 5,409,687,500 ton.
* Trakit dengan jumlah cadangan berkisar 689,062,500 ton
* Emas dengan volume yang belum teridentifikasi di Kecamatan Tompobulu


Potensi Pertanian
Wilayah ini dengan kekayaan potensi alamnya termasuk kawasan pesisir yang cukup panjang dapat dikembangkan sebagai usaha pengembangan perikanan darat (udang,ikan,rumput laut maupun lainnya). Disamping potensi kelautan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk sumber protein hewani(ikan). Potensi peternakan dapat pula dikembangkan serta tanaman pangan memiliki peluang yang sama untuk dikembangkan pula. Keselurahan potensi tersebut ditetapkan sesuai dengan daya dukung lingkungan dan kehandalan kawasan sehingga dilakukan pembentukan satuan wilayah pengembangan di Kabupaten Maros.




Untuk tanaman pangan, yakni beras, Kabupaten Maros termasuk wilayah yang surfus karena potensi pertanian tanaman pangan yang cukup melimpah. Kondisi ini disebabkan karena adanya dukungan potensi sumber air dan tata niaga pertanian yang dekat dengan kota Makassar, terutama KIMA sebagai pusat industri kebutuhan pertanian dan pengolahannya.

Potensi Perindustrian dan perdagangan
Kabupaten Maros adalah bagian dari pengembangan Kawasan Metropolitan Mamminasata, sehingga pengembangan kawasan industri Maros telah sangat berpotensi dikembangkan. Disamping itu potensi wilayah yang juga mendukung kegiatan industrilisasi di Kabupaten Maros, baik yang sudah dikembangkan maupun yang belum. Selain itu, dukungan infrastruktur transportasi, seperti pelabuhan peti kemas dan Bandar Udara yang keduanya berperang sebagai outlet wilayah untuk mendukung kegiatan perdagangan nasional dan global.

Kegiatan industri di Kabupaten Maros telah memberikan kontribusi terhadap perdagangan nasional dan global di Sulawesi-Selatan. Hasil produksi industri yang diperdagangkan tersebut meliputi,marmer,semen,bahan bangunan dari semen, moulding dari kayu, olahan rota,kancing,pupuk,ikan,rumput laut,vulkanisir,ban,koroseri mobil,air mineral,garam yodium, tepung ubi,dan beberapa hasil produksi dari sektor pertanian.Berdasarkan potensi wilayah dari orientasi perdagangan dimasa mendatang, beberapa jenis industri yang memiliki peluang investasi di Kabupaten Maros sesuai spesifik daerah.

Pendidikan
Dalam arhan RT/RW Metropolitan Mamminasa ,wilayah Kabupaten Maros, disamping Kabupaten Gowa ditetapkan sebagai wilayah pengembangan pendidikan tinggi. Hal ini dimaksudkan agar akumulasi yang terjadi dikota Makassar dapat dihindari dengan mengoptimalkan peranan Kabupaten Maros sebagai daerah penyangga.
Kegiatan dan penyelenggara pendidikan tinggi di Kabuapten Maros cukup berkembang, namun masih memungkinkan adanya pihak tertentu berinvestasi pada penyelenggara pendidikan, terutama perguruan tinggi.

Pengembagan Tata Ruang Wilayah
Pembangunan Kabupaten Maros didasarkan pada potensi wilayah yang dimiliki dan norma-norma yang berlaku dalam tatanan masyarakat serta berdasarkan kerangka bebijakan pembanguan regional dan nasional. Guna mengendalikan arah pembangunan tersebut, pelaksanan pemabngunan dilakasanakan sesuai arahan RT/RW Kabupaten Maros sebagai dasar pembangunan.

Arahan pengembangan wilayah Kawasan Metropilitan Mamminasa secara tidak langsung memberikan peluang baru dalam berbagai hal, seperti pembangunan infrastruktur wilayah,kependudukan, tenaga kerja,lapangan kerja dan lain sebagainya. Disamping itu,perolehan hasil PAD dan PDRB wilayah dipastikan akan meningkat s esuai dengan dipastikan laju pembangunan kawasan metropolitan. Hal yang paling nyata dalam pengembangan kawasan tersebut adalah pengembangan Bandar Udara Sultan Hasanuddin di Mandai, pelebaran jalan, pembangunan perumahan baru dan pertokoan,meningkatkan harga lahan dan lain sebagainya.





Beberapa gambaran yang dapat dikemukakan dalam kaitannya dengan percepatan pembangunan di kawasan Metropolitan Mamminasata yaitu :
Pusat Aglomerasi,Penduduk dan Harga Lahan.
Seiring dengan perkembangan ruang wilayah Kawasan Mertopolitan Mamminisata ditetapkan Kecamatan Moncongloe dan Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa sebagai Kota Satelit (kota Baru). Berkaitan dengan jumlah penduduk, maka wilayah Kecamatan Moncongloe berpotensi memiliki jumlah penduduk yang sangat besar dibandingkan dengan wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten Maros dimasa mendatang.



Perumahan dan Perindustrian
Dalam arahan RT/RW Kawasan Mamminasata ditekan bahwa penggunaan lahan yang cukup besar mencakup wilayah Kabupaten Maros dan Gowa. Khusus untuk wilayah Kabupaten Maros, perkiraan kebutuhan lahan untuk perumahan hingga tahun 2020 adalah mencapai 3.000 Ha. Wilayah kecamatan yang memiliki cakupan terbesar dalam pembangunan perumahan tersebut adalah Kecamatan Moncongloe, dimana pada bagian wilayah ini diarahkan sebagai kota satelit (kota baru.
Pengembangan Kawasan Industri Maros (KIROS) dengan kebutuhan lahan sebanyak 350 Ha dengan arahan lokasi pada Kecamatan Bantimurung. Disamping pengembangan KIROS tersebut, kawasan industri Pattene juga ditetapkan sebagai KIMA 2, sehingga total kebutuhan lahan untuk kawasan industri di Kabupaten Maros dimasa mendatang mencapai 700-1000 Ha.


Transportasi.
Pengembanga jaringan transportasi dalam kawasan Metropolitan Mamminasa muthlak untuk di lakukan,mulai dari skala pelayanan lokal hingga internasional. Bandar Udara Sulatan Hasanuddin di Mandai dengan skala pelayanan internasional telah dikembangkan dab dipastikan akan mempengaruhi, perkembangan system jaringan transportasi lainnya, terutama transportasi jalan.



Rencana pengembangan jaringan jalan secara kesisteman atar simpul-simpul transportasi maupun antar wilayah, mengidikasikan bahwa pelayanan jaringan jalam regional dan nasional yang melalui di Kabupaten Maros cukup luas cakupannya. Rencana pembangunan jalan trans Sulawesi dab By pass Mamminasata adalah suatu factor yang dapat mempengaruhi intesitas ruang wilayah Kabupaten Maros dimasa mendatang, terutama wilayah Kecamatan yang akan dilalui oleh pengembangan jaringan jalan tersebut. Adapun wilayah kecamatan yang mendapat layanan secara langsung terhadap rencana pengembangan jaringan jalan tersebut adalah Kecamatan Moncongloe,Bantimurung, Tanralili,Simbang, dan Turikale.

Selain jaringan transportasi jalan tersebut rencana pembangunan, rencana pembangunan terminal type A berdasarkan Tatrawil Provinsi Sulawesi-Selatan akan dialokasikan di Kecamatan Mandai guna mewujudkan system transportasi yang terpadu dengan Bandar Udara. Disamping itu, rencana pengembangan yang juga akan dilakukan adalah rencana jaringan rel kereta api. Jaringan transportasi ini melalui beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Maros, yakniKecamatan Moncongloe,Tanralili,Simbang,Turikale,Lau,Bontoa,Maros Baru,dan Marusu.


KONTAK KAMI

BAPPEDA MAROS
JALAN JEND. AHMAD YANI N0. 6
KAB. MAROS
SULAWESI SELATAN
INDONESIA

Telephone: (0411) 371020
Fax: (0411) 371020

(Sumber: SIPD MAROS)
 

Komentar:




Home : scriptintermedia.com
 
Berita Lain
Pilkada Sulsel Jadi Ajang Pemanasan Pilpres 2014

Pasangan Calon Perlu Konsultan Hukum

Nomor Urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2012

2012, Tahun Pilgub Sulsel

Pemilukada Serentak Bisa Jadi Bumerang

2012, Jateng akan Gelar Pilkada di Lima Daerah

Biografi/Profil Muhammad Nazar


Untitled Document
 



    Portfolio Real Quick Count Pilkada

- Pilgub Sulteng (Sulawesi Tengah)
- Pilgub Banten
- Pilgub Sulbar (Sulawesi Barat)
- Pemilukada Kota Jogja
- Pemilukada Kab. Buru, Maluku
- Pemilukada Torut Put. 2
- Pemilukada Malinau, Kaltim
- Pemilukada Kubar, Kaltim
- Pemilukada Rokan Hulu, Riau
- Pemilukada Nunukan, Kaltim
- Pemilukada Sragen, Jateng
- Pemilukada Kaur, Bengkulu
- Pemilukada Sarolangun, Jambi

Selanjutnya...



Untitled Document
 

 

    Artikel IT
Inilah Cara Internet Selamatkan Jepang

Pentingnya Teknologi Informasi untuk kesinambungan bisnis

Laporan Malware 2010: 10 Ancaman Teratas Setahun Terakhir

Inilah Inovator Muda Finalis IWIC 2010

PIN BlackBerry Jadi Alat Jejaring Sosial

Pendiri Facebook Menjadi Tokoh Tahun Ini

Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook

    IT News
Plus Minus Windows 8

Daftar 17 Teknologi Akan Memudar di 2012

Sulap Akun Fb jadi Sarana Promosi Diri

10 Kisah Terbesar Dunia Teknologi di 2011

5 Jurus Menangkal Rayuan Virus di Chat Facebook

5 Kiat Aman Belanja Online

10 Teknologi Strategis untuk 2011

    Berita Umum
2 Pembalap Bone Juara di Clas Mild Road Race

TNBNW Rusak, Gorontalo Bisa Tenggelam

Asuransi Delay Diberlakukan Januari 2012

Syahrul Jadi Ketua APPSI, Muallim Ketum Forsesdasi

Nanan Soekarna Ketua Umum PP IMI

Abraham Samad pimpin KPK

Peluang Kajian Keterbukaan Informasi Publik

+ Index   
 Copyright ©2010 Script Intermedia - All rights reserved
 Please send any comments to  webmaster@scriptintermedia.com