Untitled Document

 
Script InterMedia
 
HomeProfil Produk & Layanan | Tim Kerja | Portfolio | Kontak | Galeri Foto | Proposal RQC | Demo RQC
Untitled Document
Profil Yuhardin
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia

M: +62853 4292 1117
Pin BB: 3156C99B

Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Ssi
 
 

    News
Google
 


Sabtu, 02-01-2010 
PROPOSAL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) JALAN RAYA DAN JEMBATAN
 
Kemajuan teknologi informasi membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar, secara cepat dan akurat.
Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan kecenderungan global tersebut akan membawa kita ke dalam jurang digital divide, yaitu keterisolasian dari perkembangan karena tidak mampu memanfaatkan informasi.
Kabupaten Soppeng merupakan ibukota provinsi Sulawesi Selatan secara geografis terletak pada posisi strategis.

Sebagai daerah baru tentunya telah memiliki beberapa infrastruktur serta prasarana wilayah seperti jalan dan jembatan dan sebagainya, sebagai penunjang aktifitas pembangunan dan perekonomian masyarakat. Selain itu pembangunan dan pengembangan prasarana wilayah tersebut terus berlanjut dan berkesinambungan, untuk peningkatan mutu dan kuantitas pelayanan pemerintah terhadap masyarakat.
Keseluruhan aset infrastruktur maupun prasarana dalam wilayah ini menuntut adanya suatu visualisasi data dan tingkat analisa geografis yang akurat mengingat keterbatasan lahan yang dimiliki, serta untuk memanage semua infrastruktur tersebut sebagai aset daerah, baik untuk pemeliharaan, pengembangan dan perencanaan pembangunan infrastruktur baru. Di era Teknologi Informasi ini, tidak dapat dihindari lagi adanya kebutuhan suatu perangkat teknologi yang mampu membantu dalam hal memetakan, menganalisis, mengawasi serta memudahkan perencanaan dan pengembangan prasarana wilayah

Untuk itu, suatu sistem informasi berbasis geografis (desktop Mapping) atau yang lebih dikenal dengan GIS (Geographic Information System) mutlak diperlukan untuk mendukung profesionalitas dalam pengelolaan, pemeliharaan maupun perencanaan infrastruktur dan prasarana wilayah di daerah ini.


DASAR DAN STRATEGI

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Jalan dan Jembatan merupakan bagian dari kebijakan pengembangan e-Government di lingkungan pemerintah RI yaitu:

“Pemanfaatan teknologi informasi untuk penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dan pemerintah daerah otonom dengan aktifitas pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronis”

Dengan mempertimbangkan kondisi saat ini, pencapaian tujuan e-government dilaksanakan melalui beberapa strategi antara lain :

- Menata sistem manajemen dan proses kerja pemerintah dan pemerintah daerah otonom secara holistik.

- Meningkatkan peran serta dunia usaha dan mengembangkan industri telekomunikasi dan teknologi informasi.

- Mengembangkan kapasitas SDM baik pada pemerintah maupun pemerintah daerah otonom, disertai dengan meningkatkan e-literacy masyarakat.

TUJUAN

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Jalan dan Jembatan Kab. Soppeng ini bertujuan :

1. Memberikan bantuan teknis dalam pengumpulan data dasar infrastruktur, prasarana wilayah dan fasilitas Kab. Soppeng, berupa letak, posisi serta data teknis yang menyertainya.

2. Memberikan bantuan teknis dalam pengembangan sistem informasi terutama dalam kewenangan instansi Pekerjaan Umum/ Prasarana Wilayah melalui media Desktop Mapping berbasis Sistem Informasi Geografis.


MANFAAT

Pengembangan Sistem Informasi Jalan Raya dan Jembatan Kab. Soppeng yang berbasis Sistem Informasi Geografis ini dibuat dengan memperhatikan azas manfaat dari sistem diantaranya :

Membanguan suatu informasi yang lengkap mengenai jaringan-jaringan infrastruktur seperti jalan, jembatan, drainase yang bersinggungan dengan infrastuktur jalan, lampu jalan, dan sarana transportasi lainnya.

Memberikan fasilitas kepada pengguna (user) untuk mengidentifikasi suatu daerah atau suatu zona untuk kepentingan khusus misalnya identifikasi jalan rusak maupun baik begitu pula dengan jembatan.

Memudahkan pengelolaan data pokok pembangunan daerah secara efektif dalam format Sistem Informasi Geografis (GIS) sehingga diperoleh tampilan yang interaktif dan komunikatif seperti peta tematik atau peta garis berdatabase, dan lain-lain.

Menyajikan fungsi-fungsi yang digunakan untuk melakukan analisis kebutuhan perencanaan masa depan seperti fungsi untuk melihat ketersediaan lahan terhadap parasarana jalan dan jembatan.

Membangun suatu sistem bank data terutama data ke-PU-an yang terkonsentrasi dalam satu sistem yang terintegrasi dengan semua format data lainnya, sehingga data spasial dapat disetting untuk terkorelasi dengan data grafis, data tekstual, data tabel, data audio-video dan data lainnya.

Menghindari penggambaran peta di atas kertas yang dilakukan setiap up-dating data,

Menghemat waktu untuk menganalisis data ke-PU-an, misalnya mengidentifikasikan jaringan jalan yang baik, rusak ringan dan rusak berat, bagaimana kondisi fotonya, bagaimana tingkat kerusakannya, kapan rehabilitasi terakhir, siapa kontraktor pelaksananya, berada pada ruas jalan mana, terletak dalam wilayah administrasi mana, berapa panjangnya, dsb. Dengan sistem ini, kita dapat ,melakukan analisis data-data diatas dalam waktu yang sangat singkat, bahkan dalam hitungan detik dan hasilnya dapat langsung dicetak.


PEDOMAN TEKNIS DAN METODOLOGI

LINGKUP DAN BATASAN PEKERJAAN

1. Wilayah Kabupaten/ kota maupun data dan batas administrasi yang digunakan adalah sesuai dengan batas administrasi pada Peta Rupa Bumi Indonesia Skala 1 : 25.000 yang dikeluarkan oleh Bakosurtanal.

2. Pengembangan sistem informasi berupa manajemen data ditampilkan dalam bentuk Sistem Informasi dengan lapisan informasi sesuai standar kartografis.

3. Kegiatan inventarisasi dilakukan dengan mengumpulkan data yang dimiliki oleh instansi yang menangani bidang Pekerjaan Umum meliputi :

 Bidang Prasarana Jalan Raya
 Bidang Prasarana Jemnbatan

Dalam bentuk statistika, image foto maupun lokasi dan tabel data yang menyertainya.

4. Peninjauan lapangan di lakukan untuk menentukan posisi geografis prasarana wilayah melalui sistem Geo-Tracking.

5. Pelatihan tenaga pengguna Sistem Informasi Geografis untuk kegiatan operasional rutin yang diperlukan dalam menampilkan data dan updating data, serta untuk analisis data-data digital sesuai kebutuhan perencanaan dan pengendalian pembangunan.



PETA DAN SISTEM PROYEKSI

Peta-peta yang digunakan sesuai dengan sistem perpetaan nasional terdiri dari :

1. Peta Topografi BAKOSURTANAL Skala 1:25.000
2. Peta Reprott BAKOSURTANAL 1:250.000
3. Citra Ikonos Resolusi 1-4 m (Panchromatic/ Multispectral)


Teknologi penentuan posisi dengan Global Positioning System dengan Sistem Proyeksi , antara lain :

1. Sistem Proyeksi Peta Transverse Mercator.
2. Sistem Grid Universal Transverse Mercator (UTM) dengan grid geografi.
3. Datum Geodetik Horizontal ; ID-1974, dengan spheroid GRS-1967 sebagai spheroid nasional atau Datum Geodesi Nasional 1995 dan spheroid WGS 1984.
a. Setengah sumbu panjang (a) : 6.378.137, 000 meter.
b. Penggepengan (1/f) : 298, 257 223 563 meter.
4. Datum Geodetik Vertical Muka laut rata-rata setempat.

Data topografi diperlukan untuk mengetahui gambaran bentuk morfologi daerah ke dalam peta, sehingga tanda-tanda alam seperti sungai, lembah, ataupun perbukitan serta tanda-tanda buatan seperti jalan, jembatan, bangunan dan lain-lain dapat digambarkan diatas meja.


SURVEY DATA LAPANGAN

Data lokasi infrastruktur dan prasarana diperoleh dengan melakukan pencitraan (imaging) melalui Satelit IKONOS pada resolusi 1 – 4 meter dan survey/ pengukuran langsung di lapangan dengan metode :

1. Melakukan penelusuran (tracking) data dengan menelusuri prasarana jalan dalam wilayah kota menggunakan perangkat lunak Geo-Track yang berbasis Differential Geographic Positioning System (DGPS) untuk selanjutnya dikorelasi dengan kenampakan obyek pada citra satelit untuk menentukan posisi sebenarnya.

2. Titik-titik lokasi infrastruktur instalasi bangunan/ jembatan di ambil posisi geografisnya dengan DGPS untuk selanjutnya dituangkan dalam Peta.

3. Data statistika dan tabel data teknis yang dimiliki oleh masing obyek di input dalam suatu data base tabel pengolah (spread sheet).

4. Data fisik berupa gambar foto (image) maupun video didokumentasikan secara digital dan dihubungkan dengan masing-masing obyek dalam peta maupun tabel data.



BIDANG PRASARANA JALAN DAN JEMBATAN


Pengembangan sistem informasi dalam bidang prasarana wilayah - jalan dan jembatan ditujukan untuk melakukan analisa geografis terhadap data dalam mendukung strategi bidang tersebut yang antara lain adalah:

- Mendayagunakan & menertibkan pemanfaatan prasarana jalan yang telah dibangun sesuai kualitas & kapasitas jalan.

- Menerapkan standar teknologi yang berkualitas dalam penanganan jalan sesuai dengan kondisi daerah dengan memanfaatkan seoptimal mungkin bahan baku lokasi, sehingga biaya pemeliharaan & rehabilitasi dapat diminimalkan.


Data/ Informasi yang dapat disajikan meliputi:

1. Peta dan posisi geografis distribusi ruas dan jaringan jalan.
2. Peta dan posisi geografis distribusi jembatan.
3. Tabel data berupa informasi teknis masing-masing ruas jalan.
4. Tabel data berupa informasi teknis masing-masing jembatan.
5. Data pendukung yang berkorelasi spasial lainnya.

Analisa Geografis dapat dilakukan secara otomatis berdasarkan standar Query dan menghasilkan informasi berupa peta tematik maupun grafik/ histogram yang bersifat up-to date dari data tersebut antara lain meliputi :





1. Data Fisik Jalan Dan Jembatan

- Penghitungan Panjang Jalan dengan dasar kategori Kepmen PU Nomor:236A/KPTS/1997
- Deskripsi jalan sesuai UU No. 13/80 dan PP 26/85
- Penghitungan Panjang Jalan/ Jembatan menurut wilayah
- Kepadatan Jaringan Jalan dan Jembatan menurut Wilayah
- Grafik Kepadatan Jaringan Jalan menurut Kependudukan
- Analisa perencanaan jalan; topografi, kelerengan, ketersediaan bahan.
- Eksiting kondisi ruas jalan dan sebarannya dalam masing-masing wilayah
- Dan lain-lain



PENGOLAHAN DATA

Satu hal yang penting adalah struktur dokumentasi pelaporan atau catatan mengenai data atau informasi yang dikumpulkan. Data survei adalah data yang paling penting karena menyangkut kegiatan penyelidikan dan update selanjutnya, sehingga menuntut kita untuk membuat pengelolaan dan manajemen data yang dinamis.


Pengelolaan data dilakukan dengan komputerisasi. Penggambaran dan desain tematik dilakukan dengan data vektor dan overlay Sistem Informasi Geografis.

Secara umum struktur data yang digunakan meliputi :


Data dasar Tema Kenampakan Sumber

Peta Dasar
Batas Administrasi
Elevasi

Garis batas adm
Garis Kontur dan titik tinggi
Peta Rupa Bumi
Peta Rupa Bumi
Infrastruktur/ Fasilitas Jalan & jembatan
Rencana Umum
Jaringan & Ruas Jalan/ Jembatan

Peta RUTR Kota
Data Instansi terkait
Citra Ikonos & Survey

Atribut Sosio-ekonomi Populasi
Data instansi terkait


DOKUMENTASI

Dokumentasi data dibuat secara digital baik teks maupun gambar atau foto dari semua lingkup kegiatan pengerjaan proyek, dari tahap studi awal, survey, penyusunan sistem, pelaporan, hingga seminar akhir.


H A S I L

Hasil pelaksanaan inventarisasi dan penyajian informasi infrastruktur dan prasarana wilayah ini dituangkan dalam :

- Laporan Lengkap dan Deskripsi Kuantitatif
- Sistem Informasi Infrastruktur dan Prasarana Wilayah Kotamadya Mamuju (Digital CD ROM).
- Perangkat pengolah Sistem dan Desktop Mapping dengan Software GIS

WAKTU PELAKSANAAN

Kegiatan pengambilan data primer direncanakan menempati bagian terbesar dari jadwal pelaksanaan. Kegiatan lapangan ini disimultank kan dengan proses pemasukan data dan analisa/ pengolahan.

Pelaksanaan inventarisasi dan penyajian informasi infrastruktur dan prasarana wilayah ini secara umum terjadwal sebagai berikut :

1. Administrasi dan Studi Pendahuluan : 10 Hari
2. Pengamatan Satelit Image IKONOS : 20 Hari
3. Kegiatan Survey Lapangan : 30 Hari
4. Analisa dan Input Data : 30 Hari
5. Pembuatan Sistem Informasi : 20 Hari
6. Pelatihan Pengguna : 10 Hari
TOTAL : 120 Hari


TENAGA AHLI DAN PERALATAN

TENAGA AHLI

a. Ahli Geodesi/ Kartografi : 1 Orang
b. Ahli GIS : 1 Orang
c. Ahli Sipil Bangunan/Jalan/ Jembatan : 1 Orang
d. System Analyst : 1 Orang
e. Programmer : 1 Orang
f. Surveyor : 5 Orang
g. Drafter/ GIS Specialist : 3 Orang





PERALATAN

a. GARMIN GPS Navigator
b. Computer Devices
c. Kodak 4330 Digital Images, Sony TR Camcorder.
d. Data output device ; Plotter A0, CDRewriter,
e. Grafik (Design Software) ; Surfer7, AutoCAD Land-Desk Development
f. Sistem Informasi Geografis (GIS Software) ; Arc View 3.2, dan ArcGIS 9.1




Konsultasi Tentang SIM Jalan & Jembatan

Kontak:
Call Atau SMS
Yuhardin Mobile: 0813 4253 2737

NB: Biaya Sesuai dengan Luas Wilayah

(Sumber: admin)
 

Komentar:




Home : scriptintermedia.com
 
Berita Lain
Pilkada Sulsel Jadi Ajang Pemanasan Pilpres 2014

Pasangan Calon Perlu Konsultan Hukum

Nomor Urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2012

2012, Tahun Pilgub Sulsel

Pemilukada Serentak Bisa Jadi Bumerang

2012, Jateng akan Gelar Pilkada di Lima Daerah

Biografi/Profil Muhammad Nazar


Untitled Document
 



    Portfolio Real Quick Count Pilkada

- Pilgub Sulteng (Sulawesi Tengah)
- Pilgub Banten
- Pilgub Sulbar (Sulawesi Barat)
- Pemilukada Kota Jogja
- Pemilukada Kab. Buru, Maluku
- Pemilukada Torut Put. 2
- Pemilukada Malinau, Kaltim
- Pemilukada Kubar, Kaltim
- Pemilukada Rokan Hulu, Riau
- Pemilukada Nunukan, Kaltim
- Pemilukada Sragen, Jateng
- Pemilukada Kaur, Bengkulu
- Pemilukada Sarolangun, Jambi

Selanjutnya...



Untitled Document
 

 

    Artikel IT
Inilah Cara Internet Selamatkan Jepang

Pentingnya Teknologi Informasi untuk kesinambungan bisnis

Laporan Malware 2010: 10 Ancaman Teratas Setahun Terakhir

Inilah Inovator Muda Finalis IWIC 2010

PIN BlackBerry Jadi Alat Jejaring Sosial

Pendiri Facebook Menjadi Tokoh Tahun Ini

Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook

    IT News
Plus Minus Windows 8

Daftar 17 Teknologi Akan Memudar di 2012

Sulap Akun Fb jadi Sarana Promosi Diri

10 Kisah Terbesar Dunia Teknologi di 2011

5 Jurus Menangkal Rayuan Virus di Chat Facebook

5 Kiat Aman Belanja Online

10 Teknologi Strategis untuk 2011

    Berita Umum
2 Pembalap Bone Juara di Clas Mild Road Race

TNBNW Rusak, Gorontalo Bisa Tenggelam

Asuransi Delay Diberlakukan Januari 2012

Syahrul Jadi Ketua APPSI, Muallim Ketum Forsesdasi

Nanan Soekarna Ketua Umum PP IMI

Abraham Samad pimpin KPK

Peluang Kajian Keterbukaan Informasi Publik

+ Index   
 Copyright ©2010 Script Intermedia - All rights reserved
 Please send any comments to  webmaster@scriptintermedia.com