Untitled Document

 
Script InterMedia
 
HomeProfil Produk & Layanan | Tim Kerja | Portfolio | Kontak | Galeri Foto | Proposal RQC | Demo RQC
Untitled Document
Profil Yuhardin
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia

M: +62853 4292 1117
Pin BB: 3156C99B

Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Ssi
 
 

    News
Google
 


Jumat, 01-01-2010 
Profil Kota Kendari Sulawesi Tenggara
 
Sejarah Kota Kendari

Kota Kendari dimasa Pemerintahan kolonial Belanda merupakan ibukota kewedanan dan ibukota Onder Afdeling Laiwoi yang luas wilayahnya kurang lebih 31,420 Km2. Sejalan dengan dinamika perkembangan sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan laut antar pulau, maka Kendari terus tumbuh menjadi ibukota Kabupaten dan masuk dalam Propinsi Sulawesi Selatan Tenggara.
Dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964 terbentuklah Propinsi Sulawesi Tenggara dan Kendari
ditetapkan sebagai ibukota propinsi yang terdiri atas 2 (dua) wilayah kecamatan yakni Kecamatan Kendari dan Kecamatan Mandonga dengan luas wilayah 76,76 Km2.


Visi & Misi PDF Print E-mail
Visi

"MEWUJUDKAN KENDARI TAHUN 2020 SEBAGAI KOTA DALAM TAMAN YANG MAJU, DEMOKRATIS DAN SEJAHTERA"

Orientasi Visi Kota Kendari merupakan perpaduan antara paradigma pembangunan kota yang berkelanjutan, dimana terjadi keselarasan unsur alam, manusia dan kebudayaan dengan kebanggaan dan harapan masyarakat Kota Kendari.

"Kota Dalam Taman", adalah ungkapan yang merefleksikan sekaligus mengabadikan kebanggaan, potensi dan kekhasan Kota Kendari, yakni 'hutan dan teluk' yang laksana "sabuk-hijau" (green belt) melingkari Kota Kendari. Eksistensi 'sabuk-hijau' tersebut bukan saja menjadi jati diri kota, tapi sekaligus memiliki fungsi-fungsi yang integratif (satu kesatuan), yang secara fisik maupun sosial-ekonomi memberikan jaminan keberlanjutan (sustainabilitas) Kota Kendari.

Misi

Adapun Misi yang diemban untuk mewujudkan Visi tersebut adalah :
(1) Misi Lingkungan ;
(2) Misi Sosial Kemasyarakatan ;
(3) Misi Pelayanan ;
(4) Misi Perekonomian ;
(5) Misi Profesionalisme Aparat ;
(6) Misi Kepemerintahan yang Baik (Good Governance);



Kota Kendari

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1978 Kota Kendari ditetapkan menjadi Kota Administratif dan berkembang menjadi 3 (tiga) wilayah kecamatan dengan luas wilayah 187,990 Km2 yang meliputi Kecamatan Kendari, Kecamatan Mandonga dan Kecamatan Poasia. Selama terbentuknya Kota Administratif Kendari, berturut-turut menjadi Walikota ialah:

1. H. MANSYUR PAMADENG Tahun 1978 - 1979
2. Drs. H.M. ANTERO HAMPA Tahun 1980 - 1985
3. Drs. H. ANAS BUNGGASI Tahun 1985 - 1988
4. H. ADY MANGILEP selaku pelaksana tugas Tahun 1988-1991
5. Drs.A.KAHARUDIN selaku pelaksana tugas Tahun 1991-1992
6. Drs. H. USMAN SABARA selaku pelaksana tugas Tahun 1993
7. Drs. H. LM SALIHIN SABORA Tahun 1993 - 1995
8. Kol. (Inf) A. RASYID HAMZAH selaku pelaksana tugas Tahun 1995

Melalui perjuangan yang cukup panjang dan tekad warga kota yang menginginkan Kota Administratif Kendari menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II sebagai daerah otonom, maka dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1995 tanggal 3 Agustus 1995 Kota Administratif Kendari berubah status menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Kendari yang diresmikan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri pada tanggal 27 September 1995 dan tanggal ini pula ditetapkan sebagai hari lahirnya Kotamadya Daerah Tingkat II Kendari.


Dengan terbentuknya Kotamadya Daerah Tingkat II Kendari, maka sebagai Walikotamadya KDH. Tk. II Kendari diangkat
Drs. LASJKAR KOEDOES sebagai Pj. Walikotamadya KDH.Tk.
II Kendari sejak 27 September 1995 - 27 September 1996. Selanjutnya, seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, maka istilah Daerah Tingkat II dan Kotamadya berubah menjadi Kabupaten dan
Kota sehingga Kota Kendari menjadi daerah otonom yang
berhak mengatur rumah tangganya sendiri.

Situasi Kota Kendari

Kota Kendari pada mulanya merupakan suatu simpul yang berkembang dari suatu “titik pertumbuhan” di tepi mulut
estuaria Teluk Kendari. Dengan posisi geografis “berhadapan langsung” dengan Laut Banda yang merupakan “prasarana transportasi” orang dan barang maka Kota Lama Kota Kendari memiliki
potensi berkembang cukup tinggi. Salah satu indikatornya
adalah cukup tingginya lalu lintas orang dan barang dari wilayah belakangnya maupun sebaliknya yang terakumulasi pada simpul tersebut.

Daya tarik kemudahan yang dimiliki telah merangsang
penduduk untuk tinggal didalam dan disekitarnya, baik hanya sebagai pemukim maupun untuk bekerja yang tidak terbatas di sektor perdagangan yang telah berlangsung, tetapi juga di
sektor kegiatan lain seperti transportasi jalan, jasa,
“tempat berisitirahat sementara” (perhotelan), hiburan dan sebagainya. Desakan penduduk dengan segala kegiatan dan kepentingannya yang
terus meningkat telah menimbulkan konflik pemanfaatan ruang antara berbagai kepentingan yang semakin beragam. Tingginya pertambahan penduduk yang berpengaruh terhadap
peningkatan kebutuhan sediaan lahan yang terbatas di satu sisi potensial menimbulkan lingkungan yang kumuh dan “slum”, dan di sisi lain menuntut adanya perluasan wilayah.

Namun demikian, karena secara fisik sebelah utara berbatasan langsung dengan Pegunungan Nipa- Nipa yang memiliki kelerengan cukup terjal, maka perluasan kota mengarah linier mengikuti ruas jalan menyusur garis pantai yang menghubungkannya ke arah Kota Unaaha dan Kolaka sekarang dan kearah selatan yaitu ke Torobulu. Pemanfaatan lahan
antara bibir pantai estuaria Teluk Kendari dengan kaki Pegunungan Nipa-Nipa dalam jangka pendek telah memenuhi kebutuhan
ruang bagi penduduk yang tidak dapat tertampung dan terlayani oleh Kota Lama Kota Kendari.

Namun dalam perkembangan selanjutnya, desakan penduduk yang semakin tinggi terhadap lahan yang terbatas sediaannya pada luas tersebut, mulai terjadi penetrasi pemanfaatan ruang
di kaki Pegunungan Nipa-Nipa. Penetrasi dilakukan dengan melakukan penebangan vegetasi di kaki Pegunungan Nipa-Nipa dan merubah lahan yang semula berfungsi sebagai hunian penduduk dengan segala kegiatan penujang lainnya. Dengan adanya penetrasi tersebut telah menimbulkan masalah ketidakseimbangan lingkungan, yaitu:

Penebangan vegetasi di kaki Pegunungan Nipa-Nipa menyebabkan peningkatan erosivitas tanah sebaliknya terjadi penurunan tingkat erodibilitas tanah terhadap benturan air hujan;

Akibat selanjutnya dari kedua perubahan tersebut adalah semakin kecilnya pori-pori permukaan tanah karena partikel-partikel tanah yang terbentur langsung oleh air hujan menyumbat pori-pori tanah tersebut;

Penyumbatan pori-pori permukaan tanah menyebabkan penurunan kapasitas infiltrasi air permukaan (air hujan)
ke dalam tanah sebaliknya meningkatkan volume aliran permukaan;

Penebangan vegetasi serta penurunan kandungan air
tanah secara bersama-sama potensial menimbulkan ketidakseimbangan daya dukung tanah yang pada
akhirnya dapat menyebabkan erosi dan tanah longsor,
yang terutama membahayakan penduduk yang tinggal di atasnya;

Penurunan kapasitas infiltrasi tanah berpengaruh sangat kuat terhadap penurunan kandungan air tanah, sebaliknya peningkatan volume aliran air permukaan menyebabkan banjir dengan membawa partikel-partikel tanah yang
lepas di saat terjadinya benturan air hujan dengan tanah;

Kekurangsediaan prasarana penampung dan pengalir limpasan air permukaan menimbulkan banjir sekaligus partikel yang terbawanya menyebabkan pendangkalan estuaria Teluk Kendari.



Untuk mengantisipasi pemusatan pertumbuhan dan pembangunan di Kota Lama Kota Kendari maka pada tahun
1964 Kota Kendari ditetapkan sebagai Ibukota Propinsi
Sulawesi Tenggara dengan dibangunnya pusat pemerintahan
di Mandonga, sekaligus sebagai counter magnet Kota Lama. Simpul Mandonga secara geografis merupakan persimpangan antara ruas Kota Lama Kota Kendari-Kolaka dengan Kota Kendari-Torobulu. Bertemunya dua arus pergerakan orang
dan barang menyebabkannya berkembang pesat mengimbangi simpul Kota Lama Kota Kendari, dengan pola penyebaran mengikuti jaringan jalan yang ada. Namun demikian, keterbatasan jangkauan pelayanan di satu sisi serta masih kuatnya daya tarik Kota Lama menyebabkan tumbuhnya
simpul baru diseberang Kota Lama, yaitu disekitar Kelurahan Puday saat ini. Sama halnya dengan pola perkembangan kota pada dua simpul sebelumnya, perkembangan fisik simpul ketiga pun mengikuti arah jaringan jalan yaitu kearah barat disamping keterbatasan perkembangan kearah selatan lebih disebabkan kendala fisik yang berkemiringan terjal.



Pesatnya pembangunan dan perkembangan yang terjadi di
Kota Kendari, yaitu mulai dari Kota Lama, Mandonga dan
Puday menuntut penguatan administrasi pengelolaan kota, sehingga pada 1978 ditetapkan sebagai Kota Administratif
Kota Kendari. Keterbatasan kemampuan dan kewenangan pengelolaan pembangunan Kota Kendari dibandingkan dengan luasnya wilayah pelayanan menyebabkan Kota Kendari tampak tumbuh dan berkembang sebagai kota yang kurang terencana yang dapat dilihat dari stadia perkembangan kota periode 1960 sampai 1983.

Sedangkan pembangunan kota yang tidak terencana dan tertata dengan baik potensial menimbulkan banyak permasalahan, baik fisik, sosial maupun ekonomi yang saling berkaitan dan mempengaruhi. Permasalahan-permasalahan yang dapat dikemukakan diantaranya adalah:

Kesalahan pemanfaatan ruang sehingga dapat
menimbulkan masalah lingkungan;

Timbulnya lingkungan-lingkungan permukiman kumuh dan “slum”;

Kawasan-kawasan kumuh dan “slum” potensial menjadi sumber penyakit dan memudahkan penyebaran penyakit karena tidak didukung sediaan prasarana lingkungan yang memadai dan prima dalam pelayanan;

Kawasan kumuh dan “slum” yang terbentuk menurut suku asal penduduk pemukimnya yang akan saling berbeda
adat istiadatnya potensial menimbulkan pergesekan strata
sosial;

Pergesekan strata sosial yang mengarah pada kecemburuan sosial ekonomi yang pada akhirnya akan melemahkan ketahanan nasional. Seringnya kawasan kumuh dan “slum” sebagai “sarang pelaku kriminal”
sangat berkaitan erat dengan adanya kecemburuan
sosial tersebut.




Berdasarkan kondisi yang ada serta dengan memperhatikan kedudukan Kota Kendari sebagai Ibukota Propinsi Sulawesi Tenggara, maka pada tahun 1984 disusun Rencana Umum Tata Ruang Kota Administrasi Kota Kendari 2004. Pendekatan yang dilakukan dalam Rencana Umum Tata Ruang Kota Kota Kendari ini adalah dengan mengembangkan sistem banyak pusat pertumbuhan (multiple nuclei) yang masing-masing diarahkan dan dilengkapi dengan fasilitas dan utilitas kota sesuai dengan jumlah penduduk yang diperkirakan akan menghuninya. Melalui pendekatan multiplei nuclei ini diharapkan lalu lintas orang dan barang tidak terpusat pada satu simpul sebagaimana selama periode 1960-1983 terjadi, tetapi tertahan di masing-masing pusatnya. Beberapa indikator berjalannya konsep multiplel
nuclei tersebut dapat dilihat sebagai berikut:

Pemindahan pusat pemerintahan Ibukota Propinsi Sulawesi Tenggara ke Kecamatan Poasia agar tidak terpusat dan bercampur dengan pusat pemerintahan Kota Kendari.

Penyebaran fasilitas pendidikan tinggi “ke luar” dari pusat kota yaitu diarahkan ke Kecamatan Poasia dan Kelurahan Baruga.

Penyebaran lingkungan permukiman kearah Kecamatan Poasia dan Kecamatan Baruga.

Pembangunan fasilitas perdagangan kearah Kecamatan Poasia untuk menangkap dan menjalin konsumen supaya tidak langsung terpusat ke pusat kota, dan sebagainya.


Geografi
Secara Geografis Kota kendari terletak pada 122o 300 Bujur timur dan 03o 570 lintang selartan, membentang mengelilingi teluk kendari. Kota kendari merupakan dataran yang berbukti dan wilayahnya dilewati oleh sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Kendari sehingga teluk ini kaya akan hasil ikannya. Luas wilayah daratan Kota Kendari 295,89 km2 atau 0,70 persen dari luas daratan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kota Kendari yang juga Ibukota Propinsi Sulawesi Tenggara secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, berada di antara 3º54’30” - 4º3’11” Lintang Selatan dan 122º23’ - 122º39’ Bujur Timur. Secara Administratif Kota Kendari memiliki batas-batas:
- Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Soropia.
- Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda.
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Moramo dan Kecamatan Konda.
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Ranomeeto dan Kecamatan Sampara.


Kota Kendari Terdiri dari 10 Kecamatan:
- Kecamatan Kendari
- Kecamatan Puuwatu
- Kecamatan Kambu
- Kecamatan Abeli
- Kecamatan Kadia
- Kecamatan Wua-Wua
- Kecamatan Kendari Barat
- Kecamatan Mandonga
- Kecamatan Baruga
- Kecamatan Poasia


Sejarah Singkat Universitas Haluoleo
Universitas Haluoleo Masa Lalu
Universitas Haluoleo (Unhol) didirikan pada tahun 1964 sebagai perguruan tinggi swasta filial dari Universitas Hasanuddin Makassar. Setelah tujuh belas tahun berselang, Universitas Haluoleo diresmikan sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Sulawesi Tenggara oleh Dirjen Pendidikan Tinggi; Prof. Dr. Doddy Tisnaamidjaja mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang masa itu dijabat oleh Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada tangggal 19 Agustus 1981 sebagai perguruan tinggi negeri ke 42 di Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1981 yang terdiri dari:
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
- Fakultas Ekonomi
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Pertanian. Ketika diresmikan, Universitas Haluoleo menempati kampus Kemaraya yang arelnya hanya seluas 7 Ha. Kondisi kampus yang relatif sempit ini mengharuskan para pendiri untuk mencari kampus alternatif sekaligus sebagai perluasan daya tampung`dan mengantisipasi pertambahan fakultas. Seiring dengan itu, kepercayaan masyarakat pun semakin besar terhadap Universitas Haluoleo, kendati hanya didukung oleh 17 orang tenaga dosen tetap.

Setelah dua tahun diresmikan, dimulailah pembangunan kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu yang menempati areal 250 Ha, yang ketika itu berada di pinggiran Kota Kendari, berjarak 14 kilometer dari pelabuhan laut Teluk Kendari. Setelah perluasan Kota Kendari, kampus Anduonohu saat ini berada di jantung kota. Bersamaan dengan itu, Senat Universitas Haluoleo menyhetujui singkatan Universitas Haluoleo berubah menjadi UNHALU.

Pembangunan kampus yang relatif luas ini membutuhkan waktu sekitar sepuluh tahun untuk merampungkan gedung perkulihan dan gedung perkantoran serta fasiltas penunjang lainnya. Menandai rampungnya pembangunan kampus Anduonoho ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro pada tanggal 4 April 1994 melakukan penandatanganan prasasti peresmian.

Menjelang penyelesaian pembangunan Kampus Anduonohu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menutup pengoperasian Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Sekolah Guru Olahraga (SGO), sehingga semua fasilitas berikut tenaga pengajar dan karyawannya dialihkan ke Universitas Haluoleo. Sejak saat itu Universitas Haluoleo memiliki dua kampus perkuliahan utama, yakni; Kampus Kemaraya dan Kampus Anduonohu, ditambah dua kampus pendukung perkuliahan bekas SPG dengan luas areal 4 ha dan 3 ha bekas SGO.

Sebagai Perguruan Tinggi terkemuka di jazirah tenggara Pulau Sulawesi, Universitas Haluoleo secara aktif memberi sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan 1528 desa, 67 kecamatan, 4 kabupaten, 2 Kotamadya dan 1 Kota Administratif yang ada di wilayah ini. Termasuk pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara yang mencapai 2,72% per tahun, jauh di atas pertumbuhan rata-rata penduduk nasional yakni; 1,92. Saat ini penduduk Sulawesi Tenggara berjumlah 1,72 juta jiwa yang sebagian besar bermukim di pedesaan.

Kata “Haluoleo” diambil dari nama salah seorang raja pada Kerajaan Konawe yang hidup sekitar abad tujuh belas. Haluoleo selain dikenal sebagai pemimpin yang bijak, diyakini pula sebagai ksatria yang tak kenal menyerah dan gigih membela tumpah darahnya. Secara harfiah Haluoleo berarti delapan hari dalam bahasa Tolaki – bahasa penduduk asli Kerajaan Konawe yang mendiami Kendari.




Universitas Haluoleo Masa Kini
Saat ini Universitas Haluoleo telah memiliki 7 Fakultas dengan penambahan beberapa Program Diploma serta pembukaan Program Pascasarjana. Berdasarkan hasil "Evaluasi Diri" Program Studi oleh Dirjen Dikti Depdiknas yang disampaikan pada Rapat Kerja Nasional para Pembantu Rektor I, II dan III seluruh Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 29 Nopember sd. 1 Desember 2004 di Surabaya, Universitas Haluoleo menduduki ranking ke 15 dari 82 Perguruan Tinggi Negeri di seluiruh Indonesia.

Universitas Haluoleo pada tahun 2007/2008 diharapkan telah menjadi Universitas yang maju dan modern, setelah adanya persetujuan Bantuan Soft-Loan Pemerintah Indonesia dengan Islamic Development Bank, Jeddah yang realisasinya akan dimulai tahun 2005.
Bantuan tersebut akan digunakan untuk membangun 8 (delapan) gedung baru bertaraf internasional dan merehabilitasi 11 (sebelas) gedung yang ada di Kampus Bumi Tridharma. Bantuan juga akan didukung oleh DANIDA (Denmark) untuk peralatan laboratorium dan politeknik. (sumber: www.unhalu.ac.id)


Sektor Pertanian

Diseluruh Indonesia, Kota yang merupakan ibukota propinsi yang memiliki potensi pertanian yang masih cukup besar hanyalah Kota Kendari. Berbagai tanaman pangan, perkebunan dan holtikultura masih terus dikembangkan oleh masyarakat Kota Kendari.

Adapun potensi pertanian yang dapat dijadikan peluang usaha antara lain:



Areal persawahan dengan potensi seluas 500 Ha, dan telah berproduksi mencapai 138 Ha, terletak di kawasan Nanga-Nanga Kelurahan Baruga.



Memiliki lahan tidur seluas 1.000 Ha, milik masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman jangka pendek terletak di Kecamatan Poasia.



Memiliki potensi rawa seluas 400 Ha, terletak di Kecamatan Mandonga Kelurahan Watulondo. Lahan ini dapat dimanfaatkan untuk kolam ikan/pemancingan, areal persawahan, atau pembudidayaan tanaman sagu, Laboratorium agro sekaligus dapat dijadikan kawasan wisata.



Memiliki potensi perkebunan yang cukup luas dan telah berproduksi coklat, lada (merica), kelapa, kemiri dan buah-buahan.

Memiliki fasilitas rumah potong hewan (RPH) yang representatif di Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia.


Sektor Pariwisata

Kota Kendari yang memiliki topografi yang sangat bervariasi terdiri dari daerah datar dan bukit serta adanya Teluk Kendari, adalah merupakan potensi alam yang cukup indah bila dikembangkan dengan baik.

Adapun Potensi di sektor ini antara lain:

a. Wisata Pantai dan Bahari
Pengembangan Pulau Bungkutoko yang dapat dijadikan sebagai pusat wisata kemasyarakatan dan budaya (Ekoturism).
Pantai Mayaria.
Pengembangan Teluk Kendari untuk kegiatan arena dayung, pemancingan, ski air, lomba motor boat, lomba perahu tradisional, lomba selam, dan lain-lain.
Pengembangan Tambak Wisata.
Pengembangan Pantai Nambo.

Teluk Kendari
Teluk Kendari terletak di pusat Kota lama Kendari dan memiliki panorama pantai yang indah dan unik. Teluk ini membentang melingkar dengan bibir pantai yang menghijau oleh pepohonan, sunset di sore yang cerah dan jajanan khas Kota Kendari disepanjang tepi jalan yang berbatasan dengan teluk serta pemandangan aneka warna kapal nelayan.
Sebagai "Landmark" Kota dengan luas ± 18 km merupakan muara sungai Wanggu, Kambu dan Anggoeya serta beberapa sungai kecil yang memiliki potensi wisata bahari seperti selancar angin, dayung motor air (Aqua Bike / Jet Sky), maupun potensi perikanan, perindustrian dan perhubungan.

Pantai Nambo
Pantai Nambo adalah sebuah pantai indah yang jaraknya ± 12 km dari Kota Kendari atau sekitar 15 menit kearah selatan Kota Kendari dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dan dapat pula menggunakan perahu tradisional ketinting (kole-kole) sekitar 15 menit dari pelabuhan Kota Kendari menyusuri teluk Kendari. Pantai ini diminati banyak pengunjung karena letaknya yang relatif dekat. Pantai Nambo memiliki pasir putih yang landai suasana yang tenang, udara yang sejuk dan panorama yang menakjubkan sehingga tempat ini selalu merupakan pilihan masyarakat Kota Kendari untuk melepas kejenuhan dan rutinitas sehari-hari pada akhir pekan, ditempat ini telah disediakan tempat parkir, gazebo, tempat bilas mandi dan pedagang tradisional yang menawarkan berbagai jenis dagangannya.

Pantai Karang Purirano
Pantai ini terletak di wilayah Kota Kendari tepatnya di Kecamatan Kendari Kelurahan Purirano sekitar ± 13 km dari pusat Kota dimana pantai ini berupa Daratan Karang/Atol yang terbentuk sebagai akibat abrasi sejak ratusan tahun yakni mengambil karang atau siput laut pada saat air laut sedang surut. Di saat itu puluhan bahkan rartusan orang turun ke pantai membawa keranjang untuk krang yang didapatnya dan wisatawan dapat berbaur mengikuti kegiatan tersebut sambil menikmati fenomena-fenomena pantai yang indah.
Untuk menghilangkan rasa penasaran, selepas menikmati keindahan pantai, wisatawan dapat mencicipi krang hasil tangkapan. Dipantai ini telah disediakan warung-warung tradisional sebagai tempat melepas lelah sambil menikmati masakan tradisional khas daerah ini.

Pantai Mayaria
Pantai Mayaria terletak di Kecamatan Kendari sekitar ± 10 km ke arah timur pusat Kota Kendari. Mayaria adalah pantai yang indah dengan pasir putihnya yang landai sehingga selain berenang, wisatawan dapat mengadakan tour keliling perkampungan tradisional yang berada di sekitar pantai dengan menggunakan perahu sewaan. Untuk wisatawan yang ingin bermalam, cottage anda. Selain penginapan dan cottage ditempat ini pula disediakan fasilitas pelengkap dan restoran.

Pulau Bungkutoko
Bungkutoko adalah sebuah pulau kecil yang terletak tepat di depan Kota Kendari dengan luas ± 500 ha. Dipula kecil ini nan cantik ini wisatawan dapat menyaksikan kehidupan masyarakat yang masih tetap terjaga keasliannya, keramah-tamahan masyarakat dengan tatanan kehidupan timur yang khas merupakan sajian khusus selain keindahan alam yang dimiliki pulau Bungkutoko sehingga untuk menikmati tempat ini tidak cukup satu atau dua hari saja.
Keunikan lain pulau ini adalah sangat dekat dengan daratan atau dipisahkan oleh selat tersempit di dunia ± 100 m dari daratan serta pulau Bungkutoko mempunyai 3 sumber air tawar dilepas pantai dan dapat dimanfaatkan jika air surut.

Tarian Molulo
Molulo adalah tarian pergaulan Suku Tolaki yang dibawakan secara massal sambil bergandengan tangan membentuk lingkaran besar. Filosofi tarian ini adalah ungkapan rasa syukur dari masyarakat atas sesuatu keberhasilan yang dicapai yang sekaligus merupakan ajang pertemuan muda mudi untuk saling menjejaki perasaan adanya benih-benih cinta diantara mereka. Perserta tarian tidak mengenal tingkat dan golongan dalam masyarakat, sehingga tarian ini pula disebut tarian rakyat. Tarian Molulo dalam perkembangannya hingga sekarang telah menjadi tarian daerah Sulawesi Tenggara yang sangat digandrungi bukan saja oleh masyarakat Tolaki, akan tetapi juga oleh suku-suku lain yang ada di Sulawesi Tenggara. Karena sebagai tarian pergaulan, siapa saja boleh ikut dalam tarian ini, termasuk Anda bila kebetulan berkunjung di Sulawesi Tenggara.


b. Wisata Alam
Pengembangan kawasan gunung nipa-nipa untuk lintas alam, perburuan, panorama alam, serta untuk kepentingan penelitian.
Arena lomba sepeda gunung, penangkaran hewan langka, seperti babi, rusa, anoa, serta berbagai jenis unggas, dan lain-lain.

c. Wisata Budaya
P2ID (Pusat Promosi dan Informasi Daerah).
Museum dan Taman Budaya.

Kerajinan Gembol
Kerajinan gembol merupakan suatu kegiatan sekelompok masyarakat yang mempunyai mata pencaharian dan mempunyai keahlian tersendiri untuk membuat kerajinan kayu yang terbuat dari gembol atau kanker kayu jati dan kayu cendana serta akar kayu-kayu lain. Perkampungan ini terletak di Jalan Chairil Anwar sekitar ± 2 km dari Kota Kendari, dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Di kompleks ini pengrajin memproduksi berbagai kerajinan seperti jam dinding, meja kursi, asbak dan alat-alat rumah tangga lainnya.

Taman Hutan Raya Murhum Pegunungan Nipa-Nipa
Salah satu dari 16 kawasan konservasi di Sulawesi Tenggara dengan luas ± 8146 ha dikenal oleh masyarakat sebagai Pegunungan Nipa-Nipa, memiliki topografi variatif, landai, berbukit dan bergunung dengan kemiringan 15 – 40. Tipe ekosistemnya adalah hutan dataran rendah dan hutan pegunungan rendah, dengan potensi flora antara lain : anoa, kus-kus, musang, kesturi, elang laut, serta berbagai jenis kupu-kupu. Selain panorama alam, pegunungan Nipa-Nipa memiliki permandian/air terjun yang eksotik dan situs sistem pertahanan masa pendudukan Jepang berupa bunker terowongan dan persenjataan.

Hutan Nanga-Nanga
Sebagai hutan konservasi yang menyimpan potensi wana wisata, terletak ± 4 km dari pusat Kota. Kawasan ini sangat ideal untuk tempat petualangan maupun penelitian.

Cagar Budaya Makam Raja Sao-Sao
Salah satu situs sejarah terletak ± 10 km kearah bandar udara dan berada sekitar taman hutan raya baruga.

Situs Terowongan Jepang
Situs terowongan peninggalan yang dijadikan salah satu benteng pertanahan pada zaman penjajahan Jepang di wilayah Sulawesi Tenggara yang berada di Kota Kendari.


Benteng Peninggalan Jepang



Museum Sulawesi Tenggara
Museum Sulawesi Tenggara adalah museum negeri yang menampilkan barang-barang khas dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara seperti berbagai macan jenis barang peninggalan nenek moyang, seperti alat-alat adat, pakaian adat, dan sebagainya. Museum ini terletak di Jalan Abu Nawas sekitar 2 km dari pusat Kota, dapat ditempuh dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.

Museum Sulawesi Tenggara

Kerajinan Perak Dan Sejarahnya
Kerajinan perak Kendari sudah terkenal akan keindahan keanggunan dan kehalusannya. Tetapi sedikit sekali orang yang mengetahui kapan dan bagaimana tradisi ini dimulai.

Kerajinan Khas Kota Kendari

Pada awal abad ke-20 seorang pengrajin perhiasan bernama Jie A Woi mengamati seekor laba-laba sedang membuat sarangnya, dan gagasannya timbul untuk menciptakan perhiasan dengan mempergunakan cara yang serupa. Dia mulai membuat bingkai-bingkai perak dan mengisinya dengan jaringan benang perak yang halus. Dengan teknik inilah, perhiasan diciptakan berbentuk bunga anggrek, mawar atau bahkan sarang laba-laba. Juga bentuk-bentuk yang lebih besar, seperti kapal layar, pembuka surat dan benda lainnya.

Dewasa ini, dengan cara yang sama dipergunakan pula untuk menciptakan perhiasan-perhiasan emas lainnya.

Seni Menenun
Seni menenun telah dikenal di Sulawesi Tenggara sejak ratusan tahun yang lalu. Hasil tenunan ini sangat dikagumi, karena dikerjakan dengan penuh keterampilan, ketekunan dan kesabaran. Pada umumnya semua pekerjaan menenun dilakukan oleh wanita untuk memenuhi sandang keluarga untuk keperluan upacara adat perkawinan, pesta-pesta, acara adat lainnya dan pakaian sehari-hari.

Seni menenun ini diturunkan secara turun temurun dari nenek moyang.


Lambang Kota Kendari PDF Print E-mail

logo kota kendari

1. Lambang Daerah ini berbentuk perisai segi lima sama sisi (yang menyelimuti seluruh unsur logo) yang bermakna bahwa pemerintah daerah dan masyarakatnya dalam menyelenggarakan pembangunan dijiwai dan bernapaskan asas Pancasila.

2. Lambang daerah dimaksud terdapat bagian-bagian yang merupakan simbol-simbol sebagai berikut :

a. G o n g :
Gong melambangkan sejarah masa lalu yang bermakna kekeluargaan dan kegotong-royongan; Bahwa pemerintah dan rakyat selalu seirama dalam menentukan gagasan kebutuhan hidup masyarakat.

b. Pilar :
Pilar melambangkan masa kini/zaman pembangunan yang bermakna kekuatan hidup, kemasyarakatan melalui pembangunan dalam segala aspeknya;
Tangga berteras enam yang menggambarkan nomor Undang-undang pembentukan Kota Kendari yaitu Tahun 1995 Nomor 6;
Tiang pilar bagian luar bergerigi sembilan dan dalamnya bergerigi lima yang menggambarkan tahun pembentukan Kota Kendari yaitu tahun 1995.

c. Kubah :
Kubah melambangkan masa depan yang bermakna kejayaan yang gilang-gemilang bagi warga masyarakatnya;

d. Kalosara :
Kalosara melambangkan kebudayaan daerah yang bermakna kejayaan masyarakat Kotamadya Kendari dijiwai oleh kesatuan dan persatuan.

e. Bintang :
Bintang melambangkan keimanan dan ketaqwaan serta wawasan keilmuan bagi masayarakat yang menjiwai dan memberi semangat bagi segala gerak masyarakat dalam kehidupan yang jaya itu.

d. Padi Kapas :
Padi dan Kapas melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan yang bermakna cukup makan, cukup sandang, cukup papan, sebagai manifestasi potensi alam yang kaya diaktualisasikan melalui kerja keras dan penggunaan ilmu dan teknologi.

Dalam lambang daerah tersebut juga terdapat warna-warni yang merupakan simbol-simbol sebagai berikut :

a. Biru Laut :
Warna Biru Laut (warna dasar logo) menggambarkan suasana kesejukan dan ketentraman serta pandangan yang jauh kedepan;

b. H i t a m :
Warna Hitam pada gong menggambarkan suasana kehidupan yang mantap dan stabil tidak goyah;

c. P u t i h :
Warna putih pada pilar-pilar menggambarkan bahwa pembangunan yang kini dilancarkan berdasar pada pandangan kesucian, kemurnian, dan keadilan sebagai tuntutan kehidupan yang diridhoi oleh ajaran-ajaran agama;

d. Kuning Emas:
Warna Kuning emas pada kubah maupun bintang menggambarkan kekuasaan, kejayaan keindahan dan keharuman yang menyelimuti kehidupan, masyarakat yang merupakan tujuan akhir dari kehidupan manusia di bumi ini;

e. Kuning, Putih, Hijau:
Warna Kunig, Putih, Hijau pada padi dan kapas bermakna bahwa suasana kehidupan yang makmur dan sejahtera senantiasa diliputi oleh suasana kehidupan yang lestari, tumbuh berkembang, ber- kesinambungan;

f. M e r a h :
Warna merah pada tulisan Kota Kendari melambangkan semangat keberanian yang menggelora pemerintah dan masyarakat dalam membangun segala aspek kehidupan masyarakat Kota Kendari.




Potensi & Prospek Investasi

Sebagai ibujota proponsi Kota Kendari kini memiliki utilitas dan berbagai fasilitas yang memadai untuk kenyamanan dan aktivitas warga maupun dunia usaha, tersedia berbagai infrastruktur yang dapat menunjang kegiatan-kegiatan ekonomi dan pembangunan dari yang berskala kecil menengah dan besar.

Jaringan jalan dari pusat hingga wilayah pinggiran kota telah terbuka. Angkutan kota cukup tersedia dan beroperasi setiap hari untuk mengangkut penumpang dan barang kesemua jalur. Tersedia terminal angkutan darat yang merupakantempat asal tujuan bus-bus angkutan penumpang dari dan keberbagai propinsi sulawesi tenggara juga dari dan keluar propinsi (Sulawesi Selatan). Tesedia fasilitas telepon seluler, telepon otomay untuk percakapan lokal hingga saluran internasional. Tersedia pula energi listrik yang jaringannya telah mencapai seluruh wilayah kota. Sedangkan untuk kebutuhanair bersih telah tersedia PDAM Kota Kendari dengan kapasitas produksi 400 liter/detik, dengan jaringan pipa yang hampir mencapai seluruh wilayah kota. Tersedia pula pusat promosi dan informasi daerah (P2ID) yang memanfaatkan lahan seluas ±50 Ha.

Selain itu Kota Kendari memiliki sarana pelabuhan udara dan dermaga laut yang cukup presentatif, sebuah dermaga untuk pelayaran nusantara, dua dermaga untuk pelayaran rakyat, satu buah dermaga feri, satu buah dermaga pertamina, dan tiga buah dermaga perikanan serta fasilitas dok kapal di kelurahan kesilampe.

Untuk menunjang system keuangan terdapat 9 bank pemerintah dan bank swasta dengan kantor cabang maupun unit yang tersebar dalam wilayah kota.

Fasilitas pendidikan di Kota Kendari saat ini dari tingkat dasar hingga keperguruan tinggi baik negeri maupun swasta dengan berbagai disiplin ilmu serta lembaga pendidikan luar sekolah yang cukup lengkap. Fasilitas kesehatan cukup lengkap mulai dari rumah sakit (Negeri dan Swasta), puskesmas, klinik dan apotek yang didukung oleh tenaga ahli. Tersedia berbagai rumah makan dan restoran serta tempat hiburan berupa bioskop, diskotik, toko, swalayan dan obyek wisata pantai yang indah dan asri; terdapat berbagai fasilitas olahraga berupa stadion, lapangan golf dan berbagai olahraga lain termasuk fasilitas olahraga dayung.

Kawasan industri perikanan seluas ±25 ha dan sebuah kawasan industri baru selua ±450 ha telah disediakan untuk dimanfaatkan oleh investor yang hendak menanamkan modalnya/mendirikan pabrik di Kota Kendari.

Kota Kendari sebagai ibukota proponsi sulawesi tenggara merupakan wilayah pembangunan yang mempunyai peranan cukup strategis dalam memberikan pelayanan berupa pusat pendidikan, perdagangan dan jasa. Ditinjau dari segi kewilayahan, maka Kota Kendari mempunyai peranan sebagai berikut :

1. Secara wilayah;
Ditetapkan sebagai kutub pertumbuhan yang memberikan pelayanan dibidang pembiayaan, teknologi, hasil penelitian, motivasi, manajemen dan lainnya kepada kota-kota yang ada dibawahnya sekaligus sebagai pusat pelayanan dan kawasan andalan dengan didukung daerah hinterland yang rata-rata memiliki potensi produksi pertanian.
2. Secara regional;
Daerah ini sangat mudah berinteraksi dengan pusat-pusat pertumbuhan di provinsi Sulawesi Tenggara seperti kota Kolaka, Unaaha, Raha, dan Baubau.
3. Secara Nasional
Kota Kendari mempunyai fungsi sebagai kota gerbang keluar masuknya penumpang, barang dan jasa ke kota-kota diwilayah nusantara seperti Sulawesi, Jawa, Maluku, Papua, Nusa tenggara, Bali dan lain-lainnya.
4. Secara Internasional
Kota Kendari merupakan pintu gerbang arus penumpang dan wisatawan domestik dan manca negara dengan tujuan tempat-tempat wisatayang ada dalam wilayah provinsi Sulawesi Tenggara.

Dengan demikian, maka Investasi dalam bidang Industri, Agribisnis dan agroindustri usaha jasa, transportasi, perhotelan, hiburan dan pariwisata mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan di Kota Kendari.


Profil Perkotaan & Lingkungan PDF Print E-mail

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kendari Tahun 2000-2010 yang di tindak lanjuti dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2002 tentang Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kota Kendari disebutkan bahwa Kota Kendari berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Kota (PWK) di Wilayah Sulawei Tenggara, sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, pusat kegiatan perekonomian dan pintu gerbang perdagangan dan jasa, pusat pendidikan dan pariwisata

Dalam perkembangannya sesuai fungsi di kaitkan dengan kondisi fisik saat ini Tahun 2007 telah mengalami perubahan – perubahan yang signifikan dilihat dari pemanfaatan ruang secara proporsional antara lain peruntukan fasilitas umum, peruntukan fasilitas ekonomi, peruntukan Kawasan perdagangan, kawasan pemerintahan, kawasan perumahan, kawasan jalur hijau dan olah raga, kawasan indutsri dan pergudangan dan lain – lain dengan pembagian rencana pemanfaatan ruang terdiri kawasan yang dapat dibangun tingkat kemiringan antara 0–25 persen seluas 20.092.88 Ha, kawasan yang dapat dibangun dengan pertimbangan tingkat kemiringan antara 25–40 persen seluas 1.443.44 Ha dengan total 21.536,32 ha termasuk RTH dan fasilitas umum serta kawasan yang tidak dapat di bangun dengan tingkat kemiringan diatas 40 persen keatas 8.052.67 Ha, sehingga total luas wilayah Kota Kendari 29.588,99 Ha.

Berdasarkan perhitungan Arcview GIS pada citra ikonos dan landsat yang di padukan hasil Survey Tahun 2007 luas peruntukan terbangun 3.022,47 Ha, yang terdiri Permukiman 2.121,20 Ha dan lainya 911,27 Ha atau 14,03 persen dari luas peruntukan yang dapat di bangun dan peruntukan yang dapat dibangun dengan pertimbangan belum termasuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan fasilitas umum lainya, jika dihubungkan dengan rencana peruntukan kawasan permukiman sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kota Kendari 2000 – 2010 yaitu seluas 9.955 Ha atau 34 persen dari luas total wilayah Kota Kendari dan telah termanfaatkan seluas 2.121,20 Ha atau 21 persen dari luas rencana peruntukan kawasan permukiman yang disediakan menurut RTRW Kota Kendari dan kawasan ter padat diatas 100 jiwa Ha adalah Kecamatan Kendari Barat, sebagai Wilayah Kecamatan Kendari, Kecamatan Mandonga, Kecamatan Kadia dan Kecamatan Wua–Wua, kecenderungan tersebut menujukkan bahwa dari tahun ke tahun pemanfaatan ruang akan semakin meningkat dan padat.

Kebijakan dan arahan pemanfaatan kawasan peruntukan secara umum ditempuh 3 (tiga) pola pendekatan yaitu (1) pada BWK I, II dan III adalah kawasan yang dipertahankan pengembangannya (2) pada BWK VI dan VII adalah kawasan yang di kendalikan pengembangannya (3) pada BWK IV dan V adalah kawasan di dorong pengembangannya, yang tujuan utamanya adalah pemerataan pemanfaatan ruang mulai dari pusat kota sampai dengan wilayah pinggiran (hiterland) perbatasan, Adapun wilayah yang menjadi area perencanaan ini masuk dalam BWK I, II dan VI dengan rincian sebagai berikut:

BWK I


:


Kawasan Pusat Kota Mandonga (mencakup pusat Kota Wua-Wua) berfungsi sebagai Pusat Kota Kendari, yang mencakup Pusat Kegiatan Pemerintahan Kota Kendari, Pusat Perdagangan dan Jasa, Pusat Olah raga dan sekitar pantai Teluk Bagian Barat untuk Kegiatan Pariwisata Tambak dan Perumahan (penunjang).

BWK II


:


Kawasan Kendari Beach, yang berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Pariwisata terutama pada sepanjang pantai utara Teluk Kendari dan sebagai wilayah penyangga Pusat Kota Mandonga berfungsi sebagai Kawasan Perkantoran dan Perhotelan serta Perumahan Kavling Besar (Mewah). Saat ini wilayah Kecamatan Kendari telah mekar menjadi Kecamatan Kendari Barat dan Kendari. Dimana wilayah perencanaan hanya dibatasi sampai Kecamatan Kendari Barat berdasarkan batas wilayah pengaliran distribusi IPA Punggolaka. Sedangkan untuk Kecamatan Kendari suplai air bersihnya dilakukan oleh PDAM Kota Kendari unit Gunung Jati dengan sistem jaringan terpisah dari jaringan Sungai Pohara.

BWK III


:


Kawasan Baruga, berfungsi sebagai Pusat Transportasi Regional ditunjang dengan Terminal Regional di Abeli dalam Kelurahan Puwatu, Pusat Industri Kerajinan, Pusat Agro-Industri, Peternakan. Sebagian besar kawasan ini selain berfungsi untuk pengembangan Pemukiman (Perumahan), juga untuk penghijauan berupa Hutan Kota, terutama untuk menunjang terwujudnya “Kota dalam Taman”.




Profil Pendidikan PDF Print E-mail
Sebagaimana yang diamanatkan oleh GBHN, maka sasaran pembangunan pendidikan dititikberatkan pada peningkatan mutu dan perluasan kesempatan belajar disemua jenjang pendidikan yaitu mulai dari Taman Kanak-kanak sampai dengan Perguruan Tinggi. Upaya peningkatan mutu pendidikan yang ingin dicapai tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan manusia seutuhnya. Sedangkan perluasan kesempatan belajar dimaksud agar penduduk usia sekolah yang setiap tahun mengalami peningkatan sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk untuk dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang seluas-luasnya.

Pelaksanaan pembangunan pendidikan di Kota Kendari selama ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Indikator yang dapat mengukur tingkat perkembangan pembangunan pendidikan di Kota Kendari seperti sekolah (banyaknya ruang belajar), guru dan murid, disajikan pada Tabel 4.1.1 sampai dengan Tabel 4.1.9.

Pada Tabel 4.1.1 dan gambar 4.1, memberikan informasi tentang banyaknya sekolah menurut jenjang pendidikan. Pada tahun pelajaran 2006/2007 jumlah TK mengalami penurunan dibanding tahun pelajaran 2005/2006, yakni turun 2 unit. Namun jumlah gurunya bertambah 18 orang yaitu dari 250 orang pada tahun pelajaran 2005/2006 menjadi 268 orang. Tetapi jumlah muridnya mengalami penurunan yaitu dari 2.874 tahun 2005/2006 menjadi 2.088 orang tahun 2006/2007. Sedangkan rasio antara murid terhadap guru sebesar 11 pada tahun 2005/2006 dan 7 pada tahun pelajaran 2006/2007.

Jumlah Sekolah Dasar pada tahun pelajaran 2006/2007 mengalami penurunan sebesar 5 unit, yaitu pada tahun pelajaran 2005/2006 sebanyak 123 unit menjadi 118 unit pada tahun pelajaran 2006/2007, jumlah muridnya mengalami penurunan dari 35.275 orang tahun pelajaran 2005/2006 menjadi 32.368 orang tahun pelajaran 2006/2007 dan jumlah guru mengalami peningkatan dari 1.424 orang tahun pelajaran 2005/2006 menjadi 1.600 orang pada tahun pelajaran 2006/2007. Rasio antara murid terhadap guru sebesar 24 pada tahun 2005/2006 dan 20 pada tahun 2006/2007.

Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) pada tahun pelajaran 2006/2007 terdapat 38 unit, bertambah 12 unit jika dibandingkan dengan tahun pelajaran 2005/2006 sebanyak 26 unit SLTP. Jumlah guru pun meningkat 262 orang yakni dari 677 orang pada tahun 2005/2006 menjadi 939 orang pada tahun 2006/2007, demikian pula jumlah murid juga mengalami peningkatan dari 9.154 orang pada tahun 2005/2006 menjadi 11.244 orang pada tahun 2006/2007. Rasio antara murid terhadap guru rata-rata 12 orang pada tahun pelajaran 2006/2007.

Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) pada tahun pelajaran 2006/2007 terdapat 35 unit, meningkat 12 unit bila dibandingkan dengan tahun pelajaran 2005/2006 yang berjumlah 23 unit. Jumlah guru mengalami peningkatan 700 orang yakni dari 514 orang di tahun 2005/2006 menjadi 1.214 orang di tahun pelajaran 2006/2007. Jumlah murid meningkat 2.933 orang yakni dari 10.688 orang tahun 2005/2006 menjadi 13.621 orang di tahun 2006/2007. Pada Tahun 2006/2007 rasio murid terhadap guru rata-rata sebanyak 11.

Jumlah Perguruan Tinggi Negeri dan swasta di Kota Kendari pada tahun pelajaran 2005/2006 sebanyak 8 unit dan menampung mahasiswa sebanyak 17.403 orang (semester ganjil) dan 15.692 pada semester geanp dengan tenaga dosen tetap dan tidak tetap sebanyak 1.256 orang. Data lebih detail terlihat pada Tabel 4.1.7 sampai dengan Tabel 4.1.10.

(sumber: Kendari Dalam Angka 2006)



Profil Kesehatan PDF Print E-mail

1. Angka Kematian
* Angka Kematian Bayi (AKB) Tahun 2006 : 14 bayi dari total 5,600 kelahiran hidup atau AKB sebesar 3 per 1000 kelahiran hidup (Nasional: 25 per 1000 kelahiran hidup)
* Angka Kematian Ibu (AKI) Tahun 2006 : 0 kasus (tenaga bidan:ibu hamil=1:51-52 Bumil)
* Angka Kematian Balita (AKABA) Tahun 2006 : 14 kasus kematian dari 25.066 balita, naik 3 kasus dari Tahun 2005
* Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) Tahun 2006 : 256 dari 226.056 jiwa, terbanyak pada kelopmpok usia produktif 15-64 tahun yaitu 141 kasus
2. Perilaku Masyarakat
* Rumah Tangga Berperilaku Hidup Sehat (PHBS), masih sebatas PHBS Tatanan rumah Tangga. Pemantauan pada 19.379 rumah tangga diperoleh 12,29% (2.382) rumah tangga di Kota Kendari ber-PHBS
* Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM), partispasi masyarakat dalam program kesehatan: Posyandu, Polindes, POD, Pos UKK, Dana Sehat, TOGA. Jumlah Posyandu Tahun 2006 mencapai 173 buah
3. Kesehatan Lingkungan
* Penyediaan Air Bersih
* Sebesar 19.586 kk menggunakan air ledeng dari 58.537 kk sisanya menggunakan sumur pompa tangan, sumur gali, perlindungan mata air dan sumur artesis
* Pengawasan Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM)
* Penyehatan Pemukiman
4. Program Upaya Kesehatan
* Cakupan Program Pelayanan Kesehatan Ibu di Kota Kendari
o Asuhan Antenatal
o Cakupan Kunjungan Ibu Hami dengan resiko Tinggi (Bumil Resti)
o Kunjungan Neonatus (KN)
o Penanganan Persalinan yang dilakukan tenaga kesehatan terampil (Pn)
o ASI Eksklusif
* Keluarga Berencana (KB) Jumlah PUS Kota Kendari Tahun 2006 36.709, diama 28.920 (78,875) termasuk peserta KB aktif dan 6.189 (16,86%) peserta KB baru
* Pelayanan Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap
Pelayanan Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap
* Pelayanan Kunjungan Rawat Jalan
Kunjungan ke puskesmas dan rumah sakit Tahun 2006 mencapai 330.165 kunjungan (puskesmas: 157.446 dan rumah sakit: 172.710). Rata-rata jumlah kunjungan rawat jalan puskesmas Tahun 2006 adalah 44 orang per hari. Puskesmas Paosia merupakan puskesmas dengan jumlah rata-rata pasien rawat jalan TERTINGGI (97 orang per hari) dan yang TERENDAH adalah puskesmas Mokoau (18 orang per hari)
* Pelayanan Kunjungan Rawat Inap
Tahun 2006 Kota Kendari memiliki 3 puskesmas yang dilengkapi dengan fasilitas rawat inap yaitu (1) Puskesmas Abeli (2) Puskesmas Mandongan dan (3) Puskesmas Poasia. Tahun 2006 jumlah kunjungan mencapai 551 kunjungan atau rata-rata 2 kunjungan perhari.
* Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usia
Jumlah Penduduk Pra-Usila dan Usila Kota Kendari mencapai 22.760 jiwa atau 10,07% dari jumlah penduduk. Pelayanan kesehatan di puskesmas atau pada Posyandu Usila.
5. Program Upaya Pencegahan Penyakit Menular
1. Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2)
* Pemberantasan Penyakit Malaria (P2 Malaria), Tahun 2006 terdapat 2.533 penderita klinis dan 523 kasus positif<
* Pemberantasan Penyakit Filariasis (Kaki Gajah)
* Pemberantasan Penyakit DBD
2. Pemberantasan Penyakit Menular Langsung
* Pemberantasan Penyakit Diare<
* Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (P2 ISPA)
* Pemberantasan Penyakit TB Paru
* Pemberantasan Penyakit Kusta
* Pemberantasan Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS
3. Program Imunisasi
Pencapaian UCI di Kota Kendari Tahun 2006 adalah 59,26% (32 kelurahan) dari 54 kelurahan. UCI TERENDAH di Kecamatan Abeli (30,77%) dan TERTINGGI di Kecamatan Kendari Barat (100%)
6. Sumber Daya Kesehatan
1. Tenaga Kesehatan Tahun 2006: 643 orang
* Rasio Dokter Umum: 46 orang atau 20,35 per 100.000 pddk
* Rasio Dokter Gigi: 15 orang atau 6,64 per 100.000 penduduk
* Rasio Apoteker: 6 orang atau 2,65 per 100.000 penduduk
* Rasio Sarjana Kes. Masy: 45 org atau 19,91 per 100.000 peddk
* Rasio Perawat: 241 orang atau 106,61 per 100.000 penduduk
* Rasio Bidan 108 orang atau 47,78 per 100.000 penduduk
* Rasio Sanitarian: 33 orang atau 20,46 per 100.000 penduduk
* Rasio Tenaga Gizi 48 orang atau 21,23 per 100.000 penduduk
2. Sarana Kesehatan
* Puskesmas : 11 Puskesmas, 4 puskesmas perawatan dan 7 puskesmas non perawatan.
Rasio puskesmas: 5 puskesmas per 100.000 pddk atau 1 puskesmas : 20.000 penduduk
* Puskesmas Pembantu (Pustu): 20 buah
* Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu): 173 buah (Posyandu Pratama 4 buah, Posyandu Madya 73 buah, Posyandu Purnama 86 buah dan Posyandu Mandiri 10 buah
* Puskesmas Keliling (Puskel):
Puskel Roda Dua : 112 buah
Puskel Roda Empat : 11 buah
* Gudang Farmasi: 1 buah dan Lab. Kesehatan: 1 buah

(Sumber: Data Base Kota Kendari - Tahun 2008 - BAPPEDA)

(Sumber: Kendarikota.go.id)
 

Komentar:




Home : scriptintermedia.com
 
Berita Lain
Pilkada Sulsel Jadi Ajang Pemanasan Pilpres 2014

Pasangan Calon Perlu Konsultan Hukum

Nomor Urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2012

2012, Tahun Pilgub Sulsel

Pemilukada Serentak Bisa Jadi Bumerang

2012, Jateng akan Gelar Pilkada di Lima Daerah

Biografi/Profil Muhammad Nazar


Untitled Document
 



    Portfolio Real Quick Count Pilkada

- Pilgub Sulteng (Sulawesi Tengah)
- Pilgub Banten
- Pilgub Sulbar (Sulawesi Barat)
- Pemilukada Kota Jogja
- Pemilukada Kab. Buru, Maluku
- Pemilukada Torut Put. 2
- Pemilukada Malinau, Kaltim
- Pemilukada Kubar, Kaltim
- Pemilukada Rokan Hulu, Riau
- Pemilukada Nunukan, Kaltim
- Pemilukada Sragen, Jateng
- Pemilukada Kaur, Bengkulu
- Pemilukada Sarolangun, Jambi

Selanjutnya...



Untitled Document
 

 

    Artikel IT
Inilah Cara Internet Selamatkan Jepang

Pentingnya Teknologi Informasi untuk kesinambungan bisnis

Laporan Malware 2010: 10 Ancaman Teratas Setahun Terakhir

Inilah Inovator Muda Finalis IWIC 2010

PIN BlackBerry Jadi Alat Jejaring Sosial

Pendiri Facebook Menjadi Tokoh Tahun Ini

Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook

    IT News
Plus Minus Windows 8

Daftar 17 Teknologi Akan Memudar di 2012

Sulap Akun Fb jadi Sarana Promosi Diri

10 Kisah Terbesar Dunia Teknologi di 2011

5 Jurus Menangkal Rayuan Virus di Chat Facebook

5 Kiat Aman Belanja Online

10 Teknologi Strategis untuk 2011

    Berita Umum
2 Pembalap Bone Juara di Clas Mild Road Race

TNBNW Rusak, Gorontalo Bisa Tenggelam

Asuransi Delay Diberlakukan Januari 2012

Syahrul Jadi Ketua APPSI, Muallim Ketum Forsesdasi

Nanan Soekarna Ketua Umum PP IMI

Abraham Samad pimpin KPK

Peluang Kajian Keterbukaan Informasi Publik

+ Index   
 Copyright ©2010 Script Intermedia - All rights reserved
 Please send any comments to  webmaster@scriptintermedia.com