Untitled Document

 
Script InterMedia
 
HomeProfil Produk & Layanan | Tim Kerja | Portfolio | Kontak | Galeri Foto | Proposal RQC | Demo RQC
Untitled Document
Profil Yuhardin
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia

M: +62853 4292 1117
Pin BB: 3156C99B

Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Ssi
 
 

    News
Google
 


Minggu, 27-12-2009 
PROFIL JEFRI AL-BUCHORI - UST UJE
 
Ustad Jefri Al Bukhori Lahir di Jakarta 12 April 1973.
Ustad muda yang biasa dipanggil uje.suami dari pipik dian irawati ini lebih memfokuskan bidiikan dakwahnya kepada kaum muda yang disingkat dengan DUGEM
( Dakwah Untuk Generasi Muda) karena dalam pandangan ustad jefri kaum muda adalah generasi masa depan yang sangat berperan dalam memwujudkan maju dan mundurnya bangsa ini.
JEFRI AL-BUCHORI DAN ISTRI, PIPIK DIAN IRAWATI
Ivan N. Patmadiwira/Gatra

JEFRI Al-Buchori pernah bermimpi cukup aneh. Ia berdiri di puncak satu tangga bersama anak kecil. Ia melihat dunia luluh lantak. Beberapa malam kemudian, gambaran seolah-olah dunia mau kiamat mampir dalam mimpinya. Perasaan takut mati datang mendera.

Tidur pun tak pernah nyenyak. Rasanya seperti disiksa. Berulang kali terbangun dengan napas sesak. Sempat juga dalam mimpinya ia didatangi sesosok makhluk teramat indah yang tak terlukiskan dengan kata-kata. "Sepertinya, mimpi itu isyarat sebelum gue dapat hidayah," kata Uje, begitu ia disapa. Waktu itu, usianya masih 27 tahun.

Tak lama setelah itu, suatu hari di tahun 2000, kakaknya (almarhum) harus meninggalkan Tanah Air untuk menjadi imam besar sebuah masjid di Singapura. Padahal, serentetan jadwal khotbah di masjid-masjid dekat rumahnya, di wilayah Pangeran Jayakarta, Jakarta, harus tetap diisi. Akhirnya, Uje-lah yang diberi amanat menggantikannya.

Ia berdakwah pertama kali di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya. "Inilah rezeki halal pertama yang saya kasih ke kamu," kata Uje kepada Pipik, sambil terisak-isak.

Perjalanan dakwah Uje tak berlangsung mulus. Pada sebuah kesempatan, imam masjid dekat rumahnya meminta dia jadi imam. Ia memberi kepercayaan karena tahu Uje bagus membaca ayat suci Al-Quran.

Tapi, apa yang terjadi? Jamaah masjid itu bubar. Tidak mau diimami oleh Uje. "Ngapain salat diimami sama tukang mabok," kata seorang jamaah, yang dituturkan kembali oleh Pipik. Uje sempat down kala itu. Ia berpikir, menjadi imam saja bubar, gimana mau berdakwah. Keluarga mendorongnya untuk terus maju.

Pria kelahiran Jakarta, 12 April 1973, ini memiliki masa lalu kelam. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di daerah Pangeran Jayakarta. Lingkungannya amat dekat dengan bar dan diskotek. Untunglah, anak ketiga dari lima bersaudara ini berada di lingkungan keluarga yang taat agama.

Semasa sekolah, Uje amat menyenangi pelajaran agama dan kesenian. Bahkan, sewaktu sekolah di SD 07 Karang Anyar, Uje tidak sempat merasakan bangku kelas IV. Ia loncat dari kelas III ke kelas V. Selepas SD, Uje dan kakaknya masuk ke sebuah pesantren modern di Balaraja, Tangerang. Orangtuanya ingin mereka lebih mendalami pelajaran agama.

Namun, di pesantren itu, Uje terbilang nakal. Saat teman-temannya menunaikan salat, ia diam-diam tidur. Atau kabur dari pesantren untuk main dan nonton di bioskop. Meski sering ketahuan, Uje tak pernah jera. Di situlah Uje dianggap memiliki kepribadian ganda. Di satu sisi, ia senang sekali membaca Al-Quran. Di sisi lain, tak bisa menolak bila diajak nakal.

Uje sempat terjerat obat-obatan terlarang. Hampir segala produk kemaksiatan pernah dicobanya. "Gue itu dulu dutanya setan di dunia," ujarnya. Puncaknya, Uje keluar dari pesantren. Mestinya ia menempuh pendidikan itu selama enam tahun. Tapi hanya empat tahun yang ia jalani. Kemudian orangtuanya memasukkan Uje ke sekolah aliyah (setingkat SMA). Eh, malah kenakalannya makin menjadi-jadi.

Lulus SMA pada 1990, pendidikan formalnya dilanjutkan ke bangku akademi broadcasting di daerah Rawamangun. Sialnya, persis di depan kampus, terletak sebuah wahana bilyar. "Kuliah gue nggak selesai karena main bilyar melulu," katanya.

Di sela-sela "kesibukannya" main bilyar, Uje kerap menyempatkan diri nongkrong di Institut Kesenian Jakarta. Ia iseng mengamati para pemain sinetron. Di kala para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang Uje menggantikan salah satunya. Ia pun ikut casting dan mendapat peran.

Salah satu sinetron yang sempat dibintanginya adalah Pendekar Halilintar. Karier sebagai pemain sinetron terus dijalaninya hingga ia merasa mantap di dunia itu. Apalagi, Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.

Pada saat-saat tak menentu itu, datang Pipik, seorang model gadis sampul majalah Aneka tahun 1995 asal Semarang, Jawa Tengah. Meski Uje masih berstatus sebagai pecandu, Pipik bersedia dinikahi siri pada 9 September 1999. Dua bulan kemudian, mereka menikah resmi di Semarang. "Tatapan matanya yang tajam dan karismanya membuat saya jatuh hati," ujar Pipik, tersipu-sipu.

Sekarang Uje jadi sosok idola dan dikagumi. "Tidak percaya kalau berubahnya akan sejauh ini," ungkap Pipik. RI-1 termasuk yang memperhatikannya. Lewat Setneg, Uje diminta SBY memberi ceramah dalam sebuah acara di Kawasan Jababeka pada 12 Oktober lalu. Tapi Uje berhalangan hadir karena sudah ada jadwal ke Yogyakarta terlebih dahulu.

Ketika menghadiri acara penyerahan penghargaan pembayar pajak ke-10 juta, SBY membisikkan sesuatu pada saat bersalaman dengannya. "Tanggal 12 kemarin, Ustad nggak bisa datang, yah?" kata SBY, seperti dituturkan kembali oleh Uje.

Uje gembira bukan main. "Ternyata beliau punya perhatian dengan orang muda. Ketidakbisaan gue pun dimaklumi," ujar Uje. Untuk menggantikan itu, rencananya Uje akan memberikan ceramah di Istana Negara pada 25 Oktober.

Kamis malam pekan lalu hingga subuh keesokan harinya, Gatra mengikuti keseharian Uje. Dimulai dari ceramah tarawih bertemakan Nuzulul Quran di Masjid Pondok Indah. Uje dijadwalkan memberi ceramah usai salat tarawih dan witir.

"Mas, Ustad Jeffry sudah ceramah belum?" tanya seorang remaja pria yang berdiri di dekat Gatra. Remaja itu baru datang bersama pacarnya. Padahal, salat tarawih sudah rakaat keempat. "Kami mau lihat Ustad Jeffry nih," sambungnya.

Mendengar kejadian itu, Uje mengaku prihatin. "Udah jarang gue denger orang bilang mau pergi ngaji ke tempat A. Malah yang ada sekarang kebanyakan bilang mau pergi nonton si B di tempat A. Iya, kan?" kata Uje. Pernah ada kejadian. Ia bersanding dengan seorang ulama besar yang dianggapnya punya tingkat keilmuan amat tinggi. Mungkin karena Uje sering muncul di televisi, usai ceramah, malah ia yang dikejar-kejar jamaah. "Saat itu juga gue nangis," katanya.

Uje pertama muncul di TV tiga tahun lalu. Ia diberi kesempatan memberi sedikit ceramah dan membawakan doa dalam acara "Salam Sahur (Salsa)" TV7. Penampilannya hari itu bisa membuat para bintang tamu menangis dan termenung. Akhirnya, Uje diminta mengisi acara yang sama keesokan harinya. Setahun kemudian, Uje tampil di acara sama. Ia dikontrak satu bulan penuh. Lantas, Ramadan tahun lalu, Uje tampil di acara tausiah setelah azan magrib di TPI dan mengisi tujuh episode acara "Kumis Remaja" setiap Ahad pagi.

Usai ceramah, sekitar pukul 21.30, Uje langsung diboyong masuk ke dalam KIA Carnival bernomor polisi B-8258-LJ miliknya. Kemudian meluncur ke sebuah kafe, masih di kawasan Pondok Indah. "Dari tadi belum makan nih," katanya. Setelah makan bersama istri (anaknya ditinggal di rumah), umi, dan manajemennya, sekitar pukul 11 malam, Uje kembali ke rumahnya di Jalan Pinang Mas, Pondok Indah. Affiliation: Uje Centre
Location: Jalan Radio Dalam Raya No 9d Jakarta, Indonesia, 12140
Phone: 021 - 726 2173 / 739 5178
Birthday: April 12, 1973

(Sumber: Internet)
 

Komentar:




Home : scriptintermedia.com
 
Berita Lain
Pilkada Sulsel Jadi Ajang Pemanasan Pilpres 2014

Pasangan Calon Perlu Konsultan Hukum

Nomor Urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2012

2012, Tahun Pilgub Sulsel

Pemilukada Serentak Bisa Jadi Bumerang

2012, Jateng akan Gelar Pilkada di Lima Daerah

Biografi/Profil Muhammad Nazar


Untitled Document
 



    Portfolio Real Quick Count Pilkada

- Pilgub Sulteng (Sulawesi Tengah)
- Pilgub Banten
- Pilgub Sulbar (Sulawesi Barat)
- Pemilukada Kota Jogja
- Pemilukada Kab. Buru, Maluku
- Pemilukada Torut Put. 2
- Pemilukada Malinau, Kaltim
- Pemilukada Kubar, Kaltim
- Pemilukada Rokan Hulu, Riau
- Pemilukada Nunukan, Kaltim
- Pemilukada Sragen, Jateng
- Pemilukada Kaur, Bengkulu
- Pemilukada Sarolangun, Jambi

Selanjutnya...



Untitled Document
 

 

    Artikel IT
Inilah Cara Internet Selamatkan Jepang

Pentingnya Teknologi Informasi untuk kesinambungan bisnis

Laporan Malware 2010: 10 Ancaman Teratas Setahun Terakhir

Inilah Inovator Muda Finalis IWIC 2010

PIN BlackBerry Jadi Alat Jejaring Sosial

Pendiri Facebook Menjadi Tokoh Tahun Ini

Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook

    IT News
Plus Minus Windows 8

Daftar 17 Teknologi Akan Memudar di 2012

Sulap Akun Fb jadi Sarana Promosi Diri

10 Kisah Terbesar Dunia Teknologi di 2011

5 Jurus Menangkal Rayuan Virus di Chat Facebook

5 Kiat Aman Belanja Online

10 Teknologi Strategis untuk 2011

    Berita Umum
2 Pembalap Bone Juara di Clas Mild Road Race

TNBNW Rusak, Gorontalo Bisa Tenggelam

Asuransi Delay Diberlakukan Januari 2012

Syahrul Jadi Ketua APPSI, Muallim Ketum Forsesdasi

Nanan Soekarna Ketua Umum PP IMI

Abraham Samad pimpin KPK

Peluang Kajian Keterbukaan Informasi Publik

+ Index   
 Copyright ©2010 Script Intermedia - All rights reserved
 Please send any comments to  webmaster@scriptintermedia.com