Untitled Document

 
Script InterMedia
 
HomeProfil Produk & Layanan | Tim Kerja | Portfolio | Kontak | Galeri Foto | Proposal RQC | Demo RQC
Untitled Document
Profil Yuhardin
Y U H A R D I N
CEO Script InterMedia

M: +62853 4292 1117
Pin BB: 3156C99B

Email: ceo@scriptintermedia.com
Fb: Yuhardin Ssi
 
 

    News
Google
 


Sabtu, 03-01-2009 
Konsep HAM Terbaik Ada dalam Alquran
 
Guru Besar UIN Alauddin, Prof Dr Achmad Abubakar M.Ag

Jauh sebelum Barat menggembar-gemborkan isu HAM (Hak Asasi Manusia), Alquranul Karim ternyata sudah memiliki konsep yang sangat matang mengenai HAM.Hanya saja, HAM menurut perspektif Alquran jarang terangkat ke permukaan lantaran para cendekiawan muslim lebih banyak fokus mengangkat masalah lainnya.
 
Dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar UIN Alauddin akhir tahun lalu, Prof Dr Achmad Abubakar mengangkat pidato dengan judul Wacana HAM dalam Alquran. Ingin mengetahui lebih jauh tentang HAM dalam perspektif Islam, serta perbedaannya dengan HAM versi Barat?

Berikut penjelasan Achmad Abubakar yang meraih gelar profesornya dalam usia 37 tahun itu, kepada wartawan Fajar Akbar Hamdan, di kediamannya, Jumat malam 2 Januari.

Apa yang memotivasi Anda mengangkat tema HAM dalam pidato pengukuhan?

Paling tidak, ada dua asumsi dasar yang mengilhami saya untuk mengangkat judul ini. Pertama, diduga kuat bahwa konsep HAM yang ada saat ini tidak jelas. Terutama dari persepsi esensi dan eksistensinya.

Begitu banyak persoalan yang muncul seiring dengan banyaknya laporan-laporan pelanggaran HAM, baik itu dari masyarakat, lembaga bahkan negara sekali pun.

Yang kedua, banyak yang mengira bahwa Alquran tidak mengenal istilah hak. Yang ada hanya kewajiban. Padahal jika dicermati lebih jauh, Alquran sangat banyak menceritakan tentang hak.

Ada sekitar 287 ayat menurut hasil penelitian saya. Itu belum termasuk ayat-ayat yang terkait dengan variabel-variabel HAM, misalnya tentang kriminal, pembunuhan, keadilan, kebebasan, dan banyak sekali yang lain.
Inilah yang mendorong saya untuk mengangkat masalah HAM dalam perspektif Alquran.

Bagaimana reaksi publik setelah Anda mengangkat judul pidato ini?

Saya kira reaksinya sangat besar. Terutama setelah pengukuhan, saya banyak mendapatkan apresiasi khusus. Termasuk dari wartawan. Banyak yang wawancara, meski tidak seperti yang dilakukan Fajar seperti ini.

Banyak yang terkejut setelah tahu bahwa ternyata Islam sudah lama mempunyai konsep HAM dalam Alquran. Ini juga jawaban bahwa sesungguhnya orang-orang barat sudah sangat telat berbicara tentang HAM.

Menurut Anda, di mana letak perbedaan HAM versi Barat dengan HAM dalam perspektif Alquran?

Begini, HAM dalam perspektif Islam, ciri utamanya adalah sumbernya. HAM menurut ajaran Islam sifatnya teosentris. Artinya, HAM kita mengacu pada tuntutan Ilahiyah. Tetapi kalau HAM perspektif barat, banyak melihat dari antroposentris. Jadi kekuasan manusia adalah segala-galanya.

Dalam Alquran, hak tidak saja diartikan sebagai hak yang dipersepsikan orang selama ini. Hak menurut Islam itu juga berarti kebenaran, keadilan, kepastian, bahkan kemurahan dan kebajikan umum. Namun banyak yang keliru. Mereka kira hak (Al Haq) dalam Alquran itu hanya kewajiban.

Perbedaan pokok antara pemikiran Barat dan Alquran itu terletak pada hak dan kewajiban. Pemikiran Barat lebih menonjolkan hak daripada kewajiban. Itu adalah dampak dari paham individualisme dan materialisme yang berlebihan.

Sedangkan Alquran menyeimbangkan hak dan kewajiban. Artinya, hak-hak manusia merupakan perimbangan dari kewajiban-kewajiban yang sudah ditunaikan. Hak dan kewajiban, harus dijalankan beriringan.

Apa garis besar HAM dalam perspektif Alquran?

Pada garis besarnya, hak dalam ajaran Islam ada dua, yakni hak kepada Allah swt yang disebut Huququl Allah dan hak kepada manusia atau Huququ An Naas.

Huququ Allah, berarti kewajiban kepada Allah swt melalui ritual ibadah dan haknya adalah mendapatkan rahmat dari Allah swt. Huququ An Naas juga tidak jauh berbeda dengan lebih banyak menekankan pada aspek moralitas.

Anda punya hak menyampaikan pendapat. Tapi jangan dilakukan itu dengan bersuara lantang di malam hari. Karena orang lain juga punya hak untuk tidur.

Anda juga mengangkat isu tentang KAM (Kewajiban Asasi Manusia). Bisa dijelaskan?

Sebenarnya, hak itu juga sekaligus kewajiban, seperti yang saya katakan tadi. Hak dan kewajiban adalah timbal balik. Dua sisi pada sekeping uang logam.

Dalam konsep Islami, orang harus lebih mendahulukan kewajiban daripada hak. Hak akan hilang bila kewajiban tidak terpenuhi. Namun jika kewajiban terpenuhi, maka hak akan muncul dengan sendirinya.

Namun masyarakat selama ini menuntut hak asasinya dan cenderung mengabaikan kewajiban asasinya. Padahal hak asasi baru bisa terwujud bila di saat yang bersamaan kewajiban asasi juga dilaksanakan.

Barat sering menuding pemberlakukan hukum Islam tidak sesuai dengan HAM, seperti potong tangan dan rajam. Bagaimana pendapat Anda?

Menurut saya, perlu kita terjemahkan lebih jauh lagi hukum itu. Perlu elaborasi. Seperti hukum potong tangan bagi pencuri, saya kira, tidak sesempit itu pengertiannya. Dari perspektif kekinian, ada pendapat bahwa penjara itu sudah berarti memotong tangan pelaku pencurian.

Penjara berarti memotong kemampuan dan kekuasaannya. Saya pikir pandangan hukum Islam bertentangan dengan prikemanusiaan itu sangat berlebihan. Dan itu pasti hanya dilontarkan orang-orang yang membenci Islam.

Jangan terlalu sempit lah. Apalagi dikait-kaitkan dengan isu penegakan syariat Islam. Bahwa Islam sangat keras. Padahal sebenarnya, kalau negara ini ingin makmur, tegakkan syariat Islam dalam perspektif kekinian.

Apakah pada masa lalu, Islam memiliki regulasi tentang HAM seperti yang dimiliki HAM versi orang Barat?

Regulasinya tetap dari Alquran dan sunnah Nabi. Tapi di Mesir memang ada UU HAM yang telah disusun. Kalau tidak salah, Cairo Declaration.

Kita akui, tulisan-tulisan HAM lebih dipopulerkan orang Barat. Kenapa seperti itu? Karena selama ini kita tidur. Padahal kalau kita ingin serius mengkaji, ajaran-ajaran HAM dalam Alquran sudah sangat sempurna. Tapi sayang sekali, orang barat lebih gigih. (akbarhamdan@gmail.com)

(Sumber: Fajar)
 

Komentar:




Home : scriptintermedia.com
 
Berita Lain
Pilkada Sulsel Jadi Ajang Pemanasan Pilpres 2014

Pasangan Calon Perlu Konsultan Hukum

Nomor Urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2012

2012, Tahun Pilgub Sulsel

Pemilukada Serentak Bisa Jadi Bumerang

2012, Jateng akan Gelar Pilkada di Lima Daerah

Biografi/Profil Muhammad Nazar


Untitled Document
 



    Portfolio Real Quick Count Pilkada

- Pilgub Sulteng (Sulawesi Tengah)
- Pilgub Banten
- Pilgub Sulbar (Sulawesi Barat)
- Pemilukada Kota Jogja
- Pemilukada Kab. Buru, Maluku
- Pemilukada Torut Put. 2
- Pemilukada Malinau, Kaltim
- Pemilukada Kubar, Kaltim
- Pemilukada Rokan Hulu, Riau
- Pemilukada Nunukan, Kaltim
- Pemilukada Sragen, Jateng
- Pemilukada Kaur, Bengkulu
- Pemilukada Sarolangun, Jambi

Selanjutnya...



Untitled Document
 

 

    Artikel IT
Inilah Cara Internet Selamatkan Jepang

Pentingnya Teknologi Informasi untuk kesinambungan bisnis

Laporan Malware 2010: 10 Ancaman Teratas Setahun Terakhir

Inilah Inovator Muda Finalis IWIC 2010

PIN BlackBerry Jadi Alat Jejaring Sosial

Pendiri Facebook Menjadi Tokoh Tahun Ini

Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook

    IT News
Plus Minus Windows 8

Daftar 17 Teknologi Akan Memudar di 2012

Sulap Akun Fb jadi Sarana Promosi Diri

10 Kisah Terbesar Dunia Teknologi di 2011

5 Jurus Menangkal Rayuan Virus di Chat Facebook

5 Kiat Aman Belanja Online

10 Teknologi Strategis untuk 2011

    Berita Umum
2 Pembalap Bone Juara di Clas Mild Road Race

TNBNW Rusak, Gorontalo Bisa Tenggelam

Asuransi Delay Diberlakukan Januari 2012

Syahrul Jadi Ketua APPSI, Muallim Ketum Forsesdasi

Nanan Soekarna Ketua Umum PP IMI

Abraham Samad pimpin KPK

Peluang Kajian Keterbukaan Informasi Publik

+ Index   
 Copyright ©2010 Script Intermedia - All rights reserved
 Please send any comments to  webmaster@scriptintermedia.com